Berbagai Penyakit pada Sistem Ekskresi dan Cara Mencegahnya

Sistem saluran kemih merupakan salah satu sistem ekskresi dalam tubuh manusia
Salah satu sistem ekskresi dalam tubuh manusia adalah sistem saluran kemih

Tubuh manusia menghasilkan kotoran sisa metabolisme yang harus dikeluarkan melalui sistem pembuangan (ekskresi) setiap hari. Gangguan pada proses ini akan mengakibatkan Anda menderita berbagai penyakit pada sistem ekskresi.

Sistem ekskresi adalah sistem pada tubuh makhluk hidup yang berfungsi mirip saluran pembuangan. Ada beberapa organ tubuh yang terlibat dalam sistem ini, misalnya kelenjar keringat (kulit), hati, paru-paru, ginjal, dan seluruh organ pada sistem pencernaan.

Gangguan pada organ-organ tersebut akan mengakibatkan munculnya penyakit pada sistem ekskresi. Namun, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

Mengenal penyakit pada sistem ekskresi

Masing-masing organ pada saluran ekskresi memainkan perannya dalam membuang sisa metabolisme keluar dari tubuh, termasuk racun. Hal ini dilakukan agar keseimbangan komposisi cairan di dalam tubuh tetap terjaga.

Ketika sistem ekskresi tidak berjalan sebagaimana mestinya, Anda bisa mengidap penyakit pada sistem eksresi, seperti:

  • Infeksi saluran kemih

Penyakit pada sistem ekskresi ini terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih, yakni uretra, kandung kemih, atau bahkan ginjal. Infeksi saluran kemih lebih banyak terjadi pada wanita, meski pria juga bisa mengalaminya, serta bisa diatasi dengan antibiotik.

  • Batu ginjal

Gumpalan kalsium oksalat ini bisa ditemui di sepanjang saluran kemih. Penderita batu ginjal akan merasakan sakit di area punggung atau pinggang, bahkan melihat bercak darah pada urine.

Batu ginjal bisa diatasi dengan minum obat atau terapi invasif minimal, misalnya dengan gelombang kejut. Tujuan perawatan ini biasanya untuk meluruhkan batu ginjal sehingga dapat keluar lewat saluran kemih.

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Penyakit pada sistem ekskresi ini terkait dengan masalah asam lambung yang kembali naik ke esofagus (kerongkongan) sehingga menyebabkan rasa terbakar di dada. GERD bisa sampai mengakibatkan heartburn, napas bau, erosi gigi, mual, hingga sulit menelan dan bernapas.

  • Wasir

Wasir atau hemoroid adalah semacam daging tumbuh pada anus yang berisi pembuluh darah. Daging ini bisa terasa gatal dan nyeri serta disebabkan oleh berbagai hal, seperti diare, konstipasi kronis, terlalu mengejan saat buang air besar, hingga Anda yang kurang mengonsumsi serat.

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit pada sistem ekskresi ini ditandai dengan ketidakmampuan paru-paru untuk membuang karbondioksida secara normal sehingga mengakibatkan Anda seperti kesulitan bernapas. Salah satu bentuk PPOK disebut bronkitis kronis yang ditandai dengan batuk tak kunjung sembuh.

  • Kanker paru-paru

Penyakit ini bisa tumbuh di bagian manapun pada paru-paru sehingga memengaruhi kerja organ pernapasan tersebut, termasuk dalam membuang karbondioksida ke luar tubuh. Penanganan kanker paru-paru akan sangat tergantung tipe, lokasi, dan penyebarannya.

  • Kutu air

Penyakit ini timbul ketika keringat yang dikeluarkan melalui proses ekskresi pada kulit bertemu dengan lingkungan yang lembap, seperti sepatu yang kesempitan. Daerah yang lembap menjadi tempat terbaik jamur untuk berkembang biak. Kutu air adalah infeksi jamur pada kulit yang mengakibatkan Anda menderita gatal, kulit bersisik, dan rasa seperti terbakar.

  • Jerawat

Jerawat sebetulnya bukan diakibatkan oleh keringat yang dibuang pada ekskresi, namun keringat yang menumpuk akan mengakibatkan munculnya bakteri yang menyebabkan jerawat. Di sisi lain, terlalu sering mengelap keringat juga bisa membuat kulit iritasi.

Bagaimana cara mencegah penyakit pada sistem ekskresi?

Sebelum penyakit pada sistem ekskresi muncul, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya datang. Berikut beberapa langkah mudah yang dimaksud:

  • Minum cukup air, terutama air putih, setidaknya delapan gelas per hari. Beberapa orang dengan kondisi khusus, seperti sakit jantung dan gagal ginjal, mungkin harus mengonsumsi lebih sedikit air sesuai dengan rekomendasi dokter.
  • Batasi konsumsi alkohol, kafein, dan soda.
  • Berhenti merokok. Bila Anda tidak merokok, jangan mulai melakukannya.
  • Konsumsi makanan atau minuman berserat. Hal ini dilakukan untuk menghindari konstipasi serta menjaga berat badan Anda tetap ideal.
  • Perbanyak gerak aktif.
  • Jangan menahan rasa ingin buang air kecil atau besar. Saat sudah di toilet, pastikan Anda memastikan urine dan feses sudah keluar hingga tuntas. Usahakan juga untuk tidak mengejan dan bersihkan bokong serta alat kemaluan Anda setelahnya.
  • Gunakan pakaian atau celana dalam yang tidak ketat dan menyerap keringat sehingga meminimalisir pertumbuhan bakteri.

Jika Anda memiliki keluhan seputar penyakit pada sistem ekskresi, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter yang kompeten.

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/terms/excretory_system.htm
Diakses pada 28 Februari 2020

Georgia State University. http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/Biology/excret.html
Diakses pada 28 Februari 2020

Livescience. https://www.livescience.com/27012-urinary-system.html
Diakses pada 28 Februari 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/digestive-health/common-digestive-conditions-from-top-bottom/
Diakses pada 28 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/lung/lung-diseases-overview
Diakses pada 28 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/acne-causes
Diakses pada 28 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/athletes-foot/symptoms-causes/syc-20353841
Diakses pada 28 Februari 2020

NIH. https://www.nia.nih.gov/health/13-tips-keep-your-bladder-healthy
Diakses pada 28 Februari 2020

Artikel Terkait