Tak Hanya untuk Bumbu Masakan, Ini Manfaat Ketumbar bagi Kesehatan

Ketumbar tak hanya sebagai bumbu dapur, tapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh
Salah satu manfaat ketumbar bagi kesehatan adalah menurunkan risiko kanker.

Biji dan daun ketumbar selama ini memang banyak digunakan dalam masakan. Namun tahukah Anda, manfaat ketumbar bisa dirasakan untuk kesehatan? Seperti halnya buah dan sayur, ketumbar merupakan sumber antioksidan. Penggunaan ketumbar dalam masakan, membantu mengurangi pemakaian natrium, seperti penyedap rasa.

Ketumbar memang identik sebagai bumbu dapur. Namun ternyata, selain membuat sajian semakin wangi dan penuh cita rasa, ketumbar mampu membuang logam beracun dari tubuh, termasuk merkuri, aluminium, serta timah. Ketumbar dapat melawan bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi.

Sederet manfaat ketumbar untuk kesehatan Anda dan keluarga

Daun ketumbar bisa disantap langsung, maupun digunakan sebagai bumbu masak. Daun ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan.

Berdasarkan sejumlah penelitian, mengonsumsi lebih banyak ketumbar, bisa mengurangi risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga kematian. Selain itu, kulit dan rambut akan semakin sehat. Meski mampu menurunkan berat badan, ketumbar pun ternyata bisa meningkatkan energi Anda. Sudah siap merasakan manfaat ketumbar berikut ini?

  1. Mengurangi risiko kanker

    Sebuah riset yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition menyebut, sejumlah bumbu dapur, termasuk ketumbar, bisa mencegah terbentuknya heterocylic amine (HCA) ketika Anda memasak daging.

    HCA merupakan zat kimia yang terbentuk, ketika daging dimasak dengan suhu tinggi. Sering mengonsumsi makanan yang mengandung HCA, akan meningkatkan risiko terkena kanker.

  2. Meredakan nyeri dan peradangan

    Ketumbar terbukti bermanfaat layaknya obat antiperadangan dan pereda nyeri. Kandungan air dan ekstrak etanol dalam biji ketumbar, terbukti mampu meredakan nyeri dan peradangan.
  3. Meningkatkan kesehatan kulit

    Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Medicinal Food pada 2015 menyebutkan manfaat daun ketumbar untuk kesehatan kulit.

    Para peneliti melakukan riset menggunakan daun ketumbar, pada sel kulit manusia. Hasilnya, daun ketumbar maupun ekstraknya, terbukti melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar ultra violet (UV) B.
  4. Menyembuhkan infeksi jamur

    Pada sebuah penelitian disebutkan bahwa, menggunakan minyak atsiri (essential oil) berbahan dasar ketumbar. Hasilnya, para peneliti menemukan, minyak atsiri dari daun ketumbar, mengandung bahan antijamur. Mereka pun mengharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

    Sejumlah perawatan untuk infeksi jamur, kerap menimbulkan efek samping yang menyebalkan. Oleh karena itu, peneliti pun tergerak mengembangkan obat untuk infeksi jamur, dengan bahan-bahan alami.
  5. Membantu detoks

    Manfaat lain dari ketumbar adalah untuk melawan timbunan logam di dalam tubuh. Berkat kemampuannya untuk mengikat sejumlah zat kimia bersamaan, para peneliti pun melakukan riset untuk mencari potensi ketumbar sebagai pemurni air alami.

    Dengan kelebihannya, tersebut, ketumbar pun kini banyak digunakan sebagai campuran jus dan minuman lainnya, untuk detoksifikasi racun dalam tubuh.

  6. Sebagai pengawet alami

    Karena kadar antioksidannya tinggi, minyak hasil ekstraksi dari daun ketumbar, digunakan sebagai pengawet makanan. Kandungan biji maupun daun ketumbar berupa dodecanal, juga memberikan manfaat antibakteri, untuk membunuh bakteri Salmonella.

    Dalam sejumlah penelitian di laboratorium, dodecanal terbuktukti dua kali lebih ampuh membunuh Salmonella, dibandingkan antibiotik gentamicin, yang umum digunakan.

Apa saja nutrisi yang terkandung dalam ketumbar?

Ketumbar bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk menambah cita rasa makanan maupun minuman, tanpa memberi ekstra kalori, lemak, maupun sodium. Mengonsumsi makanan atau minuman dengan tambahan seperempat cangkir ketumbar, akan memberikan Anda nutrisi berikut ini.

  • 1 kalori
  • 2% kebutuhan harian terhadap vitamin C
  • 5% kebutuhan harian terhadap vitamin A

Selain itu, ketumbar juga mengandung vitamin K dan mengandung sejumlah kecil folat, kalium, mangan, serta kolin, selain bahan-bahan antioksidan berupa beta-karoten, beta-cryptoxanthin, dan lutein. Penting untuk Anda ketahui, ketumbar tidak mengandung lemak, karbohidrat, maupun protein.

Hati-hati, ketumbar bisa picu alergi

Setelah mengetahui sederet manfaat ketumbar untuk kesehatan, mungkin Anda ingin segera mencobanya. Namun, ketumbar pun bisa menyebabkan alergi. Reaksi yang terjadi akibat mengonsumsi ketumbar antara lain pembengkakan pada wajah dan tenggorokan. Konsumsi ketumbar juga bisa menimbulkan diare, sakit perut, serta gatal-gatal, pada sejumlah orang.

Selain itu, ketumbar juga bisa memperlambat pembekuan darah. Bahkan, konsumsi ketumbar dalam jumlah banyak pun mampu meningkatkan risiko perdarahan, pada orang-orang dengan kelainan perdarahan.

Risiko serupa pun muncul pada orang yang baru saja menjalani operasi, dan mengonsumsi banyak ketumbar. Oleh karena itu, jika Anda sedang dalam masa kehamilan maupun menyusui, memiliki kondisi kelainan perdarahan, atau baru menjalani operasi, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter, sebelum mengonsumsi ketumbar.

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1533/cilantro
Diakses pada 22 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/277627.php
Diakses pada 22 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed