Selain melancarkan ASI, manfaat daun katuk juga bagus untuk pencernaan dan tulang
Daun katuk mengandung protein dan antioksidan yang baik untuk kesehatan

Di Indonesia, manfaat daun katuk yang paling terkenal adalah sebagai makanan untuk memperbanyak dan memperlancar air susu ibu (ASI). Para ibu menyusui biasanya mengonsumsi sayuran ini dengan menjadikannya sebagai sayur berkuah atau lalapan.

Selain dimasak langsung, banyak juga yang mengonsumsi pil ekstrak daun katuk. Apa sebenarnya manfaat daun katuk bagi kesehatan?

Nutrisi dalam daun katuk

Katuk atau Sauropus androgynus L. Merr adalah jenis tumbuhan yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Termasuk tanaman semak, tanaman ini berukuran kecil dan memiliki daun hijau gelap.

Tak heran bila penduduk lokal sering menjadikan daun katuk sebagai bahan makanan serta obat herbal. Pasalnya, kandungan nutrisi di dalamnya tidak bisa diremehkan.

Dalam 100 gram daun katuk, terdapat beragam nutrisi sebagai berikut:

  • Energi: 59 kalori.
  • Karbohidrat: 11 gram.
  • Protein: 4,8 gram.
  • Lemak: 1 gram.
  • Kalsium: 204 miligram.
  • Fosfor: 83 miligram.
  • Zat Besi: 2,7 miligram.
  • Vitamin A: 10,371 IU.
  • Vitamin C: 239 miligram.
  • Vitamin B1: 0,1 miligram.

Selain memperlancar dan memperbanyak ASI, manfaat daun katuk lainnya yang dipercaya masyarakat adalah membantu dalam mempercepat penyusutan rahim dan perut agar kembali ke ukuran normal seperti sebelum hamil dan melahirkan.

Di negara-negara Asia Tenggara lain serta India, daun katuk juga digunakan sebagai obat herbal untuk menurunkan berat badan. Demikian pula untuk menjaga kesehatan mata serta kemampuan penglihatan. Beberapa penelitian ilmiah masih menguji berbagai khasiat daun katuk ini.

Berbagai manfaat daun katuk bagi kesehatan

Berikut ini beberapa penelitian ilmiah yang sudah dilakukan terkait manfaat daun katuk dan aneka ragam hasilnya.

1. Memperlancar dan memperbanyak ASI

Sebuah penelitian yang dilakukan di Sleman, Yogyakarta, terhadap ibu-ibu yang baru melahirkan dan menyusui bayinya bertujuan membuktikan khasiat daun katuk terhadap produksi air susu ibu.

Ibu-ibu tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi suplemen ekstrak daun katuk dan kelompok kedua diberi plasebo.

Suplemen daun katuk tersebut diberikan selama 15 hari sejak hari kedua atau ketiga parcamelahirkan, dengan dosis 300 mg sebanyak tiga kali per hari. 

Hasilnya, kelompok ibu menyusui yang mengonsumsi suplemen daun katuk mengalami peningkatan produksi ASI sebanyak 50,7% lebih banyak dibanding kelompok ibu menyusui yang diberi plasebo. Pemberian suplemen ini juga mengurangi jumlah ibu menyusui yang kurang ASI sebesar 12,5%.

2. Meningkatkan libido

Tumbuhan yang digunakan sebagai obat herbal peningkat libido umumnya mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, androstan, tanin, dan senyawa lain dengan efek memperlancar sirkulasi darah pada alat kelamin pria.

Dari hasil penelitian, daun katuk sendiri memiliki kandungan tanin, saponin, alkaloid, flavonoid, glikosida dan fenol. Penelitian pada kelinci jantan dan tikus jantan menunjukkan bahwa sayur hijau tua ini bisa meningkatkan libido pada kedua hewan jantan tersebut.

Efek yang sama juga diduga akan terjadi pada manusia. Namun penelitian lebih lanjut mengenai manfaat daun katuk ini harus dilakukan. 

3. Berpotensi mencegah osteoporosis

Daun katuk juga mengandung senyawa isoflavonoid. Senyawa inI memiliki fungsi menyerupai estrogen, sehingga bisa membantu dalam memperlambat berkurangnya massa tulang alias mencegah osteoporosis

4. Membantu dalam menurunkan berat badan

Sebuah percobaan di laboratorium memperlihatkan hasil bahwa senyawa flavonoid yang diisolasi dari daun katuk, mampu mencegah kenaikan berat badan pada tikus-tikus yang diberi makanan tinggi lemak. 

Hasil percobaan tersebut sesuai dengan manfaat daun katuk yang dipercaya mampu menurunkan berat badan. Meski begitu, butuh penelitian lebih lanjut dan lebih luas pada manusia untuk menjadikan tanaman ini sebagai obat herbal penurun berat badan. 

5. Sebagai antiinflamasi dan membantu penyembuhan luka

Sebuah penelitian terhadap tikus jantan dan betina di laboratorium dilakukan dengan pemberian 5% ekstrak daun katuk. Hasilnya memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas penyembuhan luka yang signifikan, baik pada luka eksisi maupun luka insisi. 

Ini berarti, daun katuk memiliki potensi sebagai obat antiinflamasi dan membantu penyembuhan luka. Tapi harap diingat bahwa studi tersebut baru dilakukan pada hewan dan bukan manusia.

Karena itu, masih butuh penelitian lebih jauh untuk membuktikan manfaat daun katuk ini pada manusia. 

6. Menurunkan kolesterol

Sebuah studi yang menggunakan daun katuk fermentasi memperlihatkan bahwa daun fermentasi bisa menurunkan kandungan kolesterol pada daging ayam sebesar 19,32%.

Ayam-ayam yang dijadikan hewan percobaan tersebut diberi daun katuk fermentasi selama delapan minggu. Peneliti menduga bahwa kandungan beta-karoten dalam daun katuk membantu untuk menurunkan kadar kolesterol daging ayam. 

Untuk memperoleh manfaat daun katuk secara optimal, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter mengenai jumlah daun katuk yang seharusnya dikonsumsi. Khususnya bila Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Perlu diketahui pula bahwa beberapa senyawa yang terkandung dalam daun katuk segar bisa menimbulkan gangguan kesehatan jika terlalu banyak dikonsumsi atau tertimbun dalam tubuh. Karena itu, daun katuk sebaiknya dimasak dahulu sebelum dikonsumsi.

Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/903/817
Diakses pada 29 Oktober

Medical Journal of Lampung University. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/471/574
Diakses pada 29 Oktober

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/280062692_Sauropus_androgynus_Leaves_for_Health_Benefits_Hype_and_the_Science
Diakses pada 29 Oktober

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed