Anda bisa mendapatkan manfaat cuka apel bagi kesehatan, dengan rutin mengonsumsinya setiap hari.
Salah satu manfaat cuka apel yang bisa Anda rasakan adalah menurunkan tekanan darah tinggi.

Cuka apel adalah salah satu bahan alami rumahan yang dikenal manfaatnya untuk kesehatan. Selain bermanfaat sebagai saus untuk salad, perisa, serta pengawet makanan, cuka apel dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan rumahan guna mengatasi berbagai penyakit. 

Lantas, apa saja manfaat cuka apel untuk kesehatan?

Apa itu cuka apel?

Cuka sari apel atau cuka apel adalah cairan yang dibuat dengan cara menghaluskan apel dan memeras cairannya. Setelah cairan apel didapat, kemudian bakteri dan ragi akan ditambahkan ke dalam cairan guna memulai proses fermentasi alkohol.

Selain ragi, gula juga ditambahkan ke dalam cairan apel untuk diubah menjadi alkohol. Pada proses fermentasi kedua, alkohol diubah menjadi cuka oleh bakteri pembentuk asam asetat. 

Meski kandungan vitamin dan mineralnya tidak banyak, kandungan cuka apel berupa antioksidan, asam amino, dan potasium, nyatanya sangat berguna bagi tubuh. 

Manfaat cuka apel untuk tubuh yang lebih sehat

Cuka apel dapat membantu perawatan penyakit hati dan kanker

Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa manfaat cuka apel dapat digunakan untuk membantu pengobatan penyakit hati, kanker, infeksi bakteri, serta obesitas. Berikut ini manfaat cuka apel untuk kesehatan yang sayang dilewatkan.

1. Menurunkan berat badan

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi 2-4 sendok makan campuran cuka apel dan air setiap hari akan mengalami penurunan berat badan lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa cuka apel dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga membantu seseorang untuk makan lebih sedikit kalori. Dengan demikian, timbunan lemak di perut akan lebih cepat hilang dengan mengonsumsi cuka apel.

2. Menurunkan kadar gula darah

Kadar gula darah yang kelewat tinggi atau dikenal dengan istilah diabetes dapat memicu berbagai penyakit. Mulai dari serangan jantung, gagal ginjal, stroke, dan kebutaan. Maka, manfaat cuka apel dapat membantu penderita diabetes dalam mengontrol kadar gula dalam darah setelah makan. 

Waktu terbaik bagi penderita diabetes untuk mengonsumsi cuka apel adalah sebelum makan, yakni dengan cara mencampurkan cuka apel sebanyak 2 sendok teh dengan air

3. Mengontrol insulin

Masih bagi penderita diabetes, cuka apel dapat membantu mengontrol kadar insulin. Tubuh membutuhkan hormon ini untuk mengubah glukosa dari makanan menjadi energi.

Namun, kadar insulin yang kelewat tinggi akan membuat tubuh tidak lagi sensitif terhadap insulin. Kondisi ini disebut resistensi insulin sehingga memicu penyakit diabetes tipe 2.

4. Membunuh kuman pada makanan

Cuka apel dapat membuat makanan lebih higienis. Kandungan asam asetat yang banyak terkandung di dalamnya, dibandingkan jenis cuka lainnya, dapat mematikan kuman berbahaya atau mencegahnya berkembang biak. 

Cuka apel paling cocok dikonsumsi bersama makanan sayur-sayuran mentah, seperti lalapan dan salad.

5. Memutihkan Gigi

Berkumur dengan cuka apel dapat membuat gigi lebih putih. Namun, pada banyak orang, asam asetat dalam cuka apel yang bersifat korosif, bisa mengikis lapisan terluar gigi (enamel), yang berfungsi sebagai pelindung gigi. Terutama jika Anda berkumur atau mengonsumsi cuka apel tak lama dari waktu menggosok gigi. 

Sebaiknya, beri jarak sedikitnya 30 menit untuk mengonsumsi maupun berkumur dengan cuka apel, dan menyikat gigi. Jika gigi berubah warna dan menjadi ngilu, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter gigi.

6. Melindungi sel-sel tubuh

Apa persamaan buah-buahan, sayur-sayuran, wine, kopi, dan cokelat? Semuanya sama-sama mengandung antioksidan, pelindung sel dari penyakit dan penyebab kanker berupa polifenol.

Cuka apel juga mengandung polifenol. Meski belum ada studi yang menyebutkan manfaat polifenol dalam cuka apel, manfaat cuka apel ini dianggap bisa memberi perlindungan terhadap sel.

7. Menurunkan tekanan darah

Banyak orang meyakini, cuka apel bermanfaat untuk tekanan darah pada penderita hipertensi. Sayangnya, penelitian tentang manfaat cuka apel bagi tekanan darah, baru teruji pada hewan coba, dan belum terbukti pada manusia.

8. Mengatasi sengatan ubur-ubur

Cuka apel bermanfaat sebagai obat penawar sengatan ubur-ubur. Saat menyengat, ubur-ubur mengeluarkan sel nematosis dari tentakelnya. Sel itu merupakan pengantar racun yang membuat korbannya, termasuk manusia, merasa terbakar.

Merendam bagian yang tersengat ubur-ubur dengan cuka apel, bisa menghentikan kerja nematosis. Racun pun tidak lagi aktif. Maka dari itu, ada baiknya Anda memasukkan cuka apel dalam daftar barang bawaan untuk berlibur ke pantai.

Efek samping penggunaan cuka apel secara berlebihan

Meski menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, penggunaan cuka apel juga bisa menimbulkan efek samping bagi tubuh. Terlebih apabila konsumsi dilakukan secara berlebihan. 

1. Memperlambat pengosongan perut

Cuka apel dapat membantu mencegah lonjakan gula darah dengan mengurangi kecepatan makanan meninggalkan lambung dan kecepatan makanan memasuki saluran pencernaan bagian bawah. 

Nah, ketika konsumsi cuka apel berlebih maka dapat membuat proses penyerapan makanan dari saluran pencernaan ke aliran darah menjadi lambat. Kondisi ini dikenal dengan gastroparesis, yang umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1. 

Pada penderita gastroparesis, saraf-saraf lambung tidak dapat bekerja secara optimal sehingga makanan tetap berada di dalam perut dalam waktu yang lama dan tidak dikosongkan dengan kecepatan seperti biasanya. 

2. Gangguan pencernaan

Pada beberapa orang, efek samping cuka apel dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Hal ini karena tingkat keasaman yang terkandung di dalamnya dapat memperparah kondisi maag atau menyebabkan seseorang menjadi mual. 

3. Merusak lapisan enamel gigi

Mengonsumsi cuka apel terlalu sering telah terbukti bisa merusak lapisan enamel gigi. Enamel gigi yang terus menerus terkikis dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut seperti gigi berlubang. 

Terlebih jika Anda minum cuka apel yang tidak dilarutkan, maka dapat merusak gigi saat dikonsumsi secara langsung. 

4. Luka di tenggorokan

Konsumsi cuka apel berisiko menyebabkan kerongkongan mengalami luka apabila dikonsumsi terlalu berlebihan. 

Iritasi kerongkongan merupakan efek samping yang paling mungkin terjadi dari konsumsi cuka apel yang terlalu banyak, terutama penggunaan dalam jangka waktu yang panjang. 

5. Luka bakar di kulit

Karena sifatnya yang sangat asam, cuka sari apel dapat berisiko menyebabkan luka bakar ketika dioleskan ke kulit. Oleh karena itu, batasi paparan cuka pada kulit guna meminimalisir bahaya penggunaan cuka apel berlebih. 

Panduan menggunakan cuka apel dengan aman

Penggunaan cuka apel dapat mengiritasi gigi dan lambung

Berdasarkan suatu penelitian, seseorang yang mengonsumsi 15 ml cuka apel per hari, dengan kandungan sekitar 750 mg asam asetat, bisa merasakan manfaat cuka apel tersebut.

Untuk mengurangi risiko efek samping akibat penggunaan cuka apel, lakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Kurangi jumlah cuka apel yang dikonsumsi
  • Batasi paparan cuka apel pada kulit 
  • Larutkan cuka apel dengan air, atau gunakan cuka apel sebagai campuran makanan
  • Batasi paparan cuka apel terhadap gigi. Untuk menyiasatinya, Anda bisa meminum larutan cuka apel, dengan menggunakan sedotan.

Mengonsumsi cuka apel, memang telah menjadi tren untuk meningkatkan kesehatan. Mungkin Anda salah satu orang yang tergoda mencobanya. Meski memiliki berbagai manfaat cuka apel, Anda juga harus mewaspadai efek samping yang ditimbulkan.

Jika memiliki riwayat penyakit pencernaan, kerusakan gigi, maupun kekurangan kalium, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, sebelum mencoba cuka apel. 

Apabila mengalami efek samping yang parah setelah memakai atau mengonsumsi cuka apel, maka Anda perlu mendapatkan penanganan medis.

WebMD.
https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-apple-cider-remedies
Diakses pada 15 Juli 2019

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/6-proven-health-benefits-of-apple-cider-vinegar#section1
Diakses pada 15 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed