Berbagai Macam Pengobatan Mioma Uteri untuk Penderita Penyakit Miom

Pertumbuhan Mioma Uteri biasanya tidak mengalami gejala dan dapat terjadi pada setiap wanita
Mioma uteri adalah tumor jinak dan tidak berisiko menjadi kanker

Mioma uteri adalah pertumbuhan abnormal atau tumor di rahim. Ini merupakan tumor yang jinak, dan tidak berpotensi menjadi kanker. Mioma uteri biasanya tumbuh dengan lambat atau bahkan stagnan. Setelah menopause, mioma uteri cenderung akan menyusut.

Mioma uteri dapat terjadi pada setiap wanita. Penyakit ini seringkali hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika gejala mioma uteri menjadi masalah pada diri Anda maka Anda harus melakukan pengobatan.

Mioma uteri dialami oleh banyak wanita

Banyak wanita yang memiliki mioma uteri, baik berukuran besar maupun kecil, tanpa mengalami gejala atau tanda-tanda apapun. Akan tetapi pada sebagian wanita, terdapat gejala yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Wanita yang memiliki mioma uteri, tidak harus selalu melakukan pengobatan. Sebab, pengobatan baru dilakukan bila mioma uteri menjadi masalah.

Jika mengalami gejala perdarahan dan rasa sakit di perut bawah yang terus-menerus, maka sebaiknya periksakan pertumbuhan mioma uteri Anda ke dokter.

5 Pilihan penanganan untuk mioma uteri

Penanganan terhadap mioma uteri tentu harus dilakukan, bila gejala yang dirasa semakin parah. Berikut ini pilihan penanganan yang dapat Anda jalani.

1. Penggunaan obat-obatan

Beberapa jenis obat ini bisa meredakan gejala atau membuat mioma uteri menyusut.

  • Agonis Gonadotropin releasing hormon (GnRH):
    Obat ini dapat membuat mioma uteri menyusut. Dokter akan meresepkan ini untuk mengecilkan ukuran mioma uteri Anda. Biasanya digunakan tidak lebih dari enam bulan. Namun obat ini memiliki risiko terjadi osteoporosis, sehingga dokter biasanya memberikan obat hormon progesteron untuk meminimalkan terjadinya osteoporosis di kemudian hari.
  • Asam traneksamat:
    Obat non-hormonal ini digunakan untuk meredakan perdarahan yang berat.
  • Alat kontrasepsi pelepas progestin (IUD):
    Obat ini dapat meredakan pendarahan hebat, dan nyeri perut bawah yang terjadi akibat mioma uteri. IUD hanya meredakan gejala, bukan menghilangkan mioma uteri.
  • Pil KB:
    Pil kontrasepsi ini dapat mengendalikan perdarahan dan anemia akibat mioma uteri.

2. Ablasi endometrium

Prosedur ini dilakukan dengan alat khusus yang dimasukkan ke dalam rahim Anda. Dokter menghancurkan lapisan rahim dengan energi gelombang mikro atau arus listrik, untuk mengurangi perdarahan akibat mioma uteri.

3. Embolisasi mioma uteri

Dokter akan menyuntikkan polivinil alkohol (PVA) ke dalam pembuluh darah yang memasok mioma uteri. Lalu, PVA akan memblokir suplai darah ke mioma uteri. Mioma uteri pun akan menyusut dan mengecil.

Dalam proses ini, Anda dapat mengalami mual dan muntah. Komplikasi dapat terjadi jika pasokan darah ke ovarium atau organ lain terganggu.

4. Miomektomi

Miomektomi merupakan operasi yang dilakukan untuk mengangkat mioma uteri. Hal ini dapat menyebabkan jaringan parut, yang berisiko pada kemandulan. Anda harus menunggu 4-6 bulan setelah operasi, sebelum merencanakan kehamilan.

Miomektomi dilakukan melalui pembedahan perut, maupun menggunakan histeroskopi dan laparoskopi, untuk mengangkat mioma uteri, tanpa membuat luka besar di perut.

Selain itu, prosedur ini bisa dijalankan dengan menggunakan energi ultrasonografi yang dipandu MRI, yang dapat secara akurat menunjukkan mioma uteri. Lalu, mioma uteri tersebut pun akan dihancurkan.

5. Histerektomi

Histerektomi merupakan operasi pengangkatan rahim. Ini merupakan solusi permanen yang terbukti menghilangkan mioma uteri. Akan tetapi setelah melakukan operasi ini, Anda tidak dapat hamil.

Dari berbagai pilihan pengobatan yang ada, Anda harus tetap berkonsultasi pada dokter. Setiap pengobatan tentu memiliki risiko dan manfaatnya tersendiri. Oleh sebab itu, diskusikanlah hal tersebut dengan dokter.

Akan tetapi, bila hanya merasakan gejala ringan Anda dapat melakukan perawatan di rumah, dengan mengompres perut bagian bawah dengan air hangat.  

Sebagai pilihan lain, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri ringan, untuk mengatasi sakit akibat mioma uteri.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/diagnosis-treatment/drc-20354294
Diakses pada 27 April 2019

Web MD. https://www.webmd.com/women/uterine-fibroids/understanding-uterine-fibroids-treatment
Diakses pada 27 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed