Termasuk Kelainan Mata, Mari Kenali 6 Penyebab Mata Sayu

Penuaan merupakan salah satu penyebab umum dari mata sayu.
Mata yang terlihat selalu mengantuk sering disebut mata sayu.

Pernah melihat orang yang matanya terlihat selalu mengantuk? Biasanya, kondisi ini disebut sebagai mata sayu. Namun dalam istilah kedokteran, kondisi ini disebut sebagai ptosis atau blepharoptosis.

Mata sayu sebenarnya tidak berbahaya, selama turunnya kelopak mata tidak sampai pada tahap menutupi hampir seluruh bola mata. Kondisi ini bisa muncul pada satu mata, maupun keduanya. Selain itu, kondisi mata sayu belum tentu merupakan kondisi bawaan lahir. Sebab, pada beberapa kasus, mata sayu baru terbentuk ketika dewasa.

Apa sebenarnya penyebab mata sayu?

Enam kondisi ini bisa menyebabkan mata menjadi sayu, mulai dari kelainan sejak lahir, hingga gangguan pada otot.

  1. Kelainan sejak lahir:

    Bayi yang terlahir dengan mata sayu, memiliki kelainan perkembangan otot yang mengangkat kelopak mata bagian atas. Sebagian besar kondisi ini terjadi hanya pada satu mata.
    Apabila kelopak mata yang sayu turun hingga menutupi pandangan bayi, maka diperlukan operasi untuk mengatasinya. Operasi juga penting dilakukan untuk mencegah bayi kehilangan kemampuan melihat di masa depan.
  2. Gangguan saraf:

    Kelopak mata kita, bisa bergerak karena otot. Sementara itu, otot tersebut diatur oleh saraf. Apabila saraf tersebut rusak, maka kelopak mata akan menjadi lebih “jatuh” dan sulit untuk dikembalikan ke posisi semula dengan sendirinya.
  3. Proses penuaan:

    Penuaan adalah penyebab paling umum terjadinya mata sayu yang baru muncul saat dewasa. Efek jangka panjang dari gaya gravitasi dan penuaan, membuat otot yang bertugas untuk mengangkat kelopak mata menjadi kendur.
  4. Penyakit mata:

    Pada beberapa kasus, mata sayu juga bisa terjadi karena kerusakan akibat infeksi, tumor, atau benturan ke mata. Selain itu, kerusakan mata juga bisa terjadi karena kebiasaan menggosok mata yang terlalu keras, menggunakan lensa kontak yang kaku, serta sebagai dampak dari operasi mata.
  5. Penyakit myasthenia gravis:

    Mata sayu bisa menjadi salah satu gejala paling awal dari penyakit myasthenia gravis. Penyakit ini langka dan dapat menyebabkan otot-otot di sekitar mata menjadi terlalu lemah untuk menahan kelopak mata.
    Tidak hanya di mata, penyakit ini juga bisa menyerang otot lain di tubuh, seperti di tangan, kaki, dan wajah.
  6. Kelainan otot:

    Salah satu kelainan otot yang bisa menyebabkan mata sayu adalah oculopharyngeal muscular dystophy. Penyakit ini, bisa memengaruhi cara mata bergerak dan menyebabkan penderitanya sulit menelan makanan.
    Jenis kelainan otot lain yang bisa menyebabkan mata sayu adalah progressive external opthalmoplegia. Kondisi ini bisa menyebabkan kedua mata menjadi sayu, gangguan pergerakan mata, dan gejala lain yang melibatkan tenggorokan bahkan otot jantung.

Apa saja perawatan untuk mata sayu?

Perawatan untuk mata sayu, bisa berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahannya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kondisi ini tidak memerlukan perawatan. Sebab, mata sayu jarang menyebabkan keluhan maupun gangguan kesehatan lainnya.

Namun saat dibutuhkan, berikut ini beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan:

  • Operasi: 

    Pada beberapa kasus, orang yang memiliki mata terlalu sayu, membutuhkan operasi untuk mengatasinya. Dokter akan melakukan operasi untuk mengencangkan otot-otot di sekitar mata, agar kelopak mata bisa terlihat lebih naik.
    Prosedur operasi ini secara umum dinilai aman untuk dilakukan. Meski begitu, risiko terjadinya komplikasi masih tetap ada.
  • Penanganan sesuai penyakit penyebabnya:

    Apabila mata sayu disebabkan karena riwayat penyakit tertentu, dokter biasanya akan memilih untuk merawat kondisi penyebabnya. Saat penyakit tersebut bisa sembuh dengan baik, maka Anda tidak perlu lagi khawatir dan malu karena memiliki mata sayu.
  • Pengunaan kacamata khusus mata sayu:

    Kacamata yang dibuat khusus untuk mengatasi mata sayu, memiliki pegangan yang bisa menahan kelopak mata agar tidak turun. Perawatan ini biasanya dipilih saat mata sayu yang muncul hanyalah sementara, atau pasien tidak dapat dioperasi karena alasan tertentu.

Bisakah mata sayu dicegah?

Sayangnya, mata sayu tidak bisa dicegah. Sehingga, Anda perlu mengenali gejalanya sejak awal dan segera memeriksakannya ke dokter mata, untuk mencegah keparahannya.

Mata sayu tidak bisa dianggap enteng, karena lama-kelamaan akan memengaruhi kemampuan Anda untuk melihat. Semakin lama Anda menunda perawatan, maka risiko mata sayu berkembang menjadi lebih parah, akan semakin besar.

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/drooping-eyelid-ptosis-a-to-z
Diakses pada 16 November 2019

Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/ptosis
Diakses pada 16 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323386.php#causes
Diakses pada 16 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/eyelid-drooping#treatment
Diakses pada 16 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed