logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Berbagai Komplikasi Pneumonia yang Harus Anda Waspadai

open-summary

Jika tak mendapat perawatan dengan tepat, pneumonia bisa menimbulkan komplikasi berbahaya. Komplikasi pneumonia bahkan dapat berakibat fatal hingga mengancam jiwa.


close-summary

3.4

(5)

25 Agt 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Komplikasi pneumonia bisa berakibat fatal bagi penderitanya

Gagal jantung merupakan salah satu komplikasi pneumonia

Table of Content

  • Komplikasi pneumonia yang harus diwaspadai
  • Catatan dari SehatQ

Pneumonia adalah infeksi virus, bakteri, atau jamur yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Menurut data WHO tahun 2017, pneumonia menyumbang 15 persen, tepatnya 808.694 jiwa, dari seluruh kematian anak di bawah usia 5 tahun di dunia. 

Advertisement

Pneumonia memiliki gejala yang mirip dengan flu sehingga kondisi ini sering kali diabaikan. Padahal, pneumonia bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi yang bisa mengancam jiwa penderitanya. Apa saja komplikasi pneumonia yang perlu Anda waspadai?

Komplikasi pneumonia yang harus diwaspadai

Meski lebih sering terjadi pada anak-anak, pneumonia atau radang paru-paru ini sebetulnya dapat menimpa siapa saja. Akan tetapi, komplikasi pneumonia lebih sering terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti anak kecil dan orang tua. 

Beberapa komplikasi pneumonia yang mungkin terjadi, di antaranya:

1. Efusi pleura 

Pneumonia dapat menyebabkan cairan menumpuk pada pleura, yaitu ruang tipis antara lapisan jaringan yang melapisi paru-paru dan rongga dada. 

Penumpukan cairan di sekitar paru-paru ini disebut dengan efusi pleura. Jika cairan tersebut terinfeksi, maka dapat menyebabkan empiema (penumpukan nanah di pleura). 

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala nyeri dada yang parah saat bernapas, batuk atau bersin, nyeri yang menjalar ke punggung atau bahu, demam, dan sulit bernapas. 

Dokter mungkin akan melakukan prosedur untuk menghilangkan cairan dari tubuh Anda dengan menggunakan jarum medis. 

2. Bakteremia

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, mereka juga bisa masuk ke dalam darah dan menyebarkan infeksi ke organ lain hingga berpotensi menyebabkan kegagalan organ. Komplikasi pneumonia yang satu ini disebut dengan bakteremia. 

Bakteremia juga dapat menyebabkan situasi serius yang dikenal sebagai syok septik. Ini merupakan reaksi terhadap infeksi dalam darah yang bisa membuat tekanan darah menjadi terlalu rendah sehingga jantung tak dapat memompa cukup darah ke organ-organ tubuh lainnya. 

Segera cari bantuan medis apabila Anda merasakan gejala berupa demam, jantung berdetak kencang, napas cepat, menggigil, tekanan darah rendah, perut tidak nyaman, dan kebingungan. Dokter mungkin akan memberi antibiotik untuk mengatasi bakteremia.

3. Abses paru-paru

Terkadang, pneumonia dapat menyebabkan terbentuknya kantong nanah (abses) di paru-paru. Kondisi ini lebih mungkin terjadi apabila Anda memiliki riwayat penyakit gusi, menderita bakteremia, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan menyalahgunakan alkohol. 

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius
  • Batuk nanah
  • Berkeringat di malam hari
  • Tidak merasa lapar
  • Berat badan turun tiba-tiba
  • Kelelahan.

Dokter kemungkinan akan mengobati komplikasi pneumonia ini dengan antibiotik. Terkadang, pembedahan atau drainase juga diperlukan untuk mengeluarkan nanah.

Baca Juga

  • Kenali Penyebab TBC serta Berbagai Faktor Risikonya
  • 10 Penyebab Dada Sakit Saat Batuk yang Tidak Boleh Diremehkan
  • Kurap di Kepala alias Tinea Capitis, Ini Penyebab dan Gejalanya!

4. Gagal napas

Gagal napas merupakan salah satu bahaya radang paru-paru yang mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika paru-paru tidak dapat mengirim cukup oksigen atau membuang karbon dioksida dalam darah sehingga Anda perlu menggunakan ventilator. Kebutuhan oksigen yang tak tercukupi dapat menyebabkan organ tubuh berhenti bekerja. 

Saat mengalami gagal napas, Anda dapat merasakan gejala seperti tidak mendapat cukup udara, napas cepat, detak jantung tidak teratur, kebingungan, kebiruan pada kulit, ujung jari, atau bibir, kegelisahan yang ekstrem, kelelahan, berkeringat, dan hilang kesadaran.

5. Gagal ginjal

Ketika Anda mengalami bakteremia atau syok septik, jantung tak dapat memompa cukup darah ke ginjal. Meski bukan komplikasi pneumonia yang umum, kondisi ini bisa menyebabkan ginjal berhenti bekerja. 

Gagal ginjal dapat ditandai dengan jarang buang air kecil; pembengkakan pada pergelangan kaki, tungkai, atau kaki; sulit bernapas; kebingungan; mual; lesu; detak jantung tak normal; kejang; nyeri dada; atau koma. Anda mungkin perlu melakukan cuci darah hingga ginjal berfungsi kembali.

6. Gagal jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 20 persen pasien pneumonia juga memiliki masalah jantung. 

Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah masuknya bakteri ke jantung, stres, atau tubuh yang tak mengirimkan cukup oksigen ke organ tersebut. Pada kasus yang parah, jantung gagal bekerja dengan benar. 

Hal ini dapat membuat Anda mengalami sulit bernapas, detak jantung tidak normal, batuk atau mengi terus-menerus, batuk lendir berdarah, pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, atau perut, kelelahan, hilang nafsu makan, dan berat badan turun tiba-tiba. 

Komplikasi pneumonia berupa gagal jantung dapat ditangani dengan obat-obatan dan prosedur medis tertentu.

7. Memperburuk penyakit kronis

Jika Anda sudah memiliki kondisi medis tertentu sebelumnya, maka bahaya radang paru-paru adalah dapat memperburuk keadaan tersebut. 

Penyakit paru-paru ini bisa menyebabkan gagal jantung kongestif dan emfisema. Bahkan pada sebagian penderitanya, pneumonia dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Pada beberapa kasus, pneumonia juga bisa berakibat fatal yang berujung pada kematian. Oleh sebab itu, jika Anda terkena pneumonia, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Catatan dari SehatQ

Komplikasi pneumonia bisa terjadi apabila penyakit ini tidak segera ditangani, terlebih jika penderita juga sudah memiliki penyakit penyerta (komorbid). Oleh sebab itu, jangan tunda untuk periksa ke dokter apabila Anda mengalami gejala pneumonia.

Jika masih ada yang ingin ditanyakan seputar pneumonia, Anda bisa langsung chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ di App Store dan Google Play sekarang juga. 

Advertisement

penyakit paru-paruradang paru-parupneumoniapenyakit komplikasi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved