Berbagai Khasiat Sehat Cumin Alias Jintan bagi Tubuh

Cumin adalah yang biasa kita sebut sebagai jintan
Ilustrasi cumin/jintan utuh dan yang sudah dihaluskan

Cumin adalah yang biasa kita sebut jintan di Indonesia. Bagi Anda yang suka masak dan sedang mencoba-coba resep dari sumber berbahasa Inggris, Anda akan menemukan bumbu jintan ini sebagai cumin.

Selain untuk bahan campuran dalam masakan, tahukah Anda bahwa bumbu yang biasa dipakai dalam opor ini ternyata juga memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan kita, lho.

Jenis-jenis cumin

Cumin adalah tanaman rempah yang memiliki bentuk seperti bulir padi yang berasal dari Asia belahan barat daya, termasuk Timur Tengah dan India. Tanaman ini terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

1. Cumin/jintan (Cuminum cyminum L)

Jenis cumin inilah yang disebut juga sebagai jintan putih di Indonesia. Bulirnya berwarna kecoklatan dan sering digunakan untuk bumbu masak, terutama pada masakan Sumatra, Bali, dan Sulawesi. Cumin terkenal akan aromanya kuat dan memberi efek pedas.

2. jintan hitam (Nigella sativa L)/Habbatussauda

jintan hitam lebih dikenal sebagai rempah obat dibanding bumbu masak. Bulirnya berwarna hitam sesuai namanya dan dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan karena kandungannya yang kaya nutrisi.

3. Bitter cumin/jintan pahit (Cuminum nigrum)

Bitter cumin memiliki rasa yang lebih tajam dari cumin lainnya. jintan jenis ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional India untuk meredakan demam, batuk, diare, dan penyakit kulit.

Khasiat cumin bagi kesehatan

Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat dari cumin:

  • Melancarkan sistem pencernaan

Manfaat penggunaan jintan yang paling umum adalah untuk menangani gangguan pencernaan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa jintan dapat meningkatkan aktivitas enzim pencernaan sehingga dapat melancarkan pencernaan. Selain itu cumin juga membantu melancarkan pelepasan empedu dari hati hingga tubuh dapat mencerna lemak dan nutrisi dalam usus dengan lebih baik.

Studi lain yang mengamati 57 pasien dengan gangguan pencernaan jangka panjang yang disebut Irritable Bowel Syndrome (IBS), mengungkapkan bahwa jintan putih dapat meredakan gejala-gejala IBS berupa sakit perut bagian bawah, perut kembung, dan rasa tidak nyaman saat buang air besar.

  • Sumber zat besi

jintan putih atau cumin kaya akan zat besi. Para peneliti telah menghitung bahwa dalam satu sendok teh cumin mengandung 1,4 mg zat besi atau sekitar 17,5 persen dari angka kebutuhan zat besi untuk orang dewasa. Zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung masa pertumbuhan, sementara pada wanita, nutrisi ini berguna untuk menggantikan zat besi yang hilang karena menstruasi.

  • Membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes

Semua jenis jintan diklaim dapat menurunkan gula darah tinggi yang merupakan salah penyebab penyakit diabetes. Pada sebuah studi, dikemukakan bahwa dengan mengonsumsi jintann hitam sebanyak 2 gram/hari selama 3 bulan, dapat menurunkan kadar gula darah dan resistensi insulin pada pasien diabetes tipe 2 selama beberapa minggu.

  • Menurunkan kolesterol

Suatu uji klinis menemukan bahwa dengan mengonsumsi cumin sebanyak 75 mg sebanyak dua kali sehari dalam 8 minggu, dapat meningkatkan fungsi kolesterol dengan menurunkan trigliserida yang merupakan kolesterol yang jahat pada tubuh.

  • Menurunkan berat badan

Setidaknya ada tiga penelitian yang menyatakan bahwa cumin berkhasiat menurunkan berat badan. Satu studi menyebutkan 3 gram cumin yang dicampur pada yoghurt dapat menurunkan berat badan. Studi lainnya menyebutkan 75 mg gram cumin dalam bentuk suplemen setiap harinya dapat menurunkan berat badan sebanyak 1,4 kg, sedangkan penelitian yang ketiga mengungkapkan bahwa cumin dapat menurunkan berat badan hingga 1 kg dalam pemakaian selama 8 minggu.

  • Antiparasit dan antimikroba

jintan pahit dan jintan hitam terbukti memiliki khasiat sebagai antiparasit dan antimikroba. Seperti yang dibuktikan oleh suatu jurnal yang meneliti jintan hitam, diungkapkan bahwa zat aktif dalam jintan hitam, yaitu thymoquinone, memiliki efek sebagai antimikroba yang dapat membasmi mikroba dalam spektrum luas, virus, parasit, hingga jamur.

  • Sumber antioksidan

Senyawa fenolik dari cumin adalah sumber antioksidan yang baik bagi tubuh untuk menghalau radikal bebas yang dapat merusak sel. Di antara ketiga jenis jintan, bitter cumin menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi diikuti oleh jintan putih dan jintan hitam di urutan terakhir.

Penggunaan cumin sebagai bumbu masak jumlahnya tidaklah sebanyak penggunaannya sebagai suplemen. Jika Anda menyasar khasiatnya bagi kesehatan, sebaiknya konsumsi cumin khusus yang sudah diekstrak dalam bentuk suplemen.

Berbagai manfaat cumin bagi kesehatan di atas bekerja dengan dosis yang berbeda-beda. Selalu perhatikan petunjuk yang tertera pada label kemasan, serta jangan lupa untuk memastikan keaslinannya karena tak semua produk herbal tergolong aman.

Ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter atau apoteker, sebelum menggunakan jintan putih sebagai obat herbal.

ARS-GRIN. http://www.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon.pl?12617
Diakses pada 26 Maret 2020

LITBANGPERTANIAN. http://banten.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/publikasi/folder/963-mengenal-tanaman-jinten
Diakses pada 26 Maret 2020

EMEDIHEALTH. https://www.emedihealth.com/cumin-benefits.html
Diakses pada 26 Maret 2020

RESEARCHGATE.https://www.researchgate.net/publication/331438710_Comparison_of_neuropharmacological_activities_of_methanolic_extracts_of_Cuminum_nigrum_Linn_and_Centratherum_anthelminticum_Linn_in_mice
Diakses pada 26 Maret 2020

HEALTHLINE. https://www.healthline.com/nutrition/9-benefits-of-cumin#section1
Diakses pada 26 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24829694
Diakses pada 26 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21675032
Diakses pada 26 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25456022
Diakses pada 26 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25766448
Diakses pada 26 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27781121
Diakses pada 26 Maret 2020

NCBI. https://nutritiondata.self.com/facts/spices-and-herbs/184/2
Diakses pada 26 Maret 2020

NCBI. https://www.sciencedaily.com/releases/2011/05/110519202718.htm
Diakses pada 26 Maret 2020

RESEARCHGATE. https://www.researchgate.net/publication/274722905_Black_cumin_Nigella_sativa_and_its_constituent_thymoquinone_A_review_on_antimicrobial_effects
Diakses pada 26 Maret 2020

RESEARCHGATE. https://www.researchgate.net/publication/225392227_Antioxidant_potency_of_cumin_varieties_-_cumin_black_cumin_and_bitter_cumin_-_on_antioxidant_systems
Diakses pada 26 Maret 2020

Artikel Terkait