Obat Keputihan yang Aman dan Efektif Digunakan


Obat keputihan dapat berupa krim antijamur, antibiotik, maupun bahan-bahan alami yang dipercaya dapat mengurangi keputihan. Namun jangan sembarangan memilih yang cocok.

(0)
09 Dec 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Obat keputihan yang efektifKeputihan dapat diobat dengan krim antijamur atau bahan-bahan alami
Jangan khawatir jika Anda mengalami keputihan karena kondisi itu biasanya wajar terjadi pada wanita. Meski demikian, keluarnya keputihan dengan ciri-ciri tertentu bisa menandakan adanya infeksi sehingga Anda harus menggunakan obat keputihan untuk menanganinya.Keputihan yang normal biasanya ditandai dengan warna bening atau putih susu, serta tidak mengeluarkan bau menyengat. Meski demikian, keputihan normal juga bisa bau dalam kondisi tertentu, misalnya saat Anda hamil.Volume keputihan juga bisa lebih banyak dari biasanya saat Anda dalam masa subur, menyusui, maupun terangsang secara seksual. Kondisi-kondisi di atas masih digolongkan tidak berbahaya sehingga Anda tidak perlu mengonsumsi obat keputihan dan hanya harus meningkatkan kebersihan vagina untuk mencegah infeksi.

Kapan Anda harus menggunakan obat keputihan?

Anda harus menggunakan obat keputihan ketika lendir yang keluar dari vagina itu sampai mengakibatkan gatal dan sensasi terbakar pada vagina. Pasalnya, kondisi itu mungkin menandakan adanya masalah kesehatan lain pada vagina, misalnya penyakit infeksi menular seksual.Selain itu, perhatikan juga warna dan bau pada keputihan Anda. Warna keputihan yang kecokelatan atau disertai darah dapat menandakan ketidakteraturan siklus menstruasi, tanda awal keguguran, hingga kanker serviks.Sementara warna keputihan yang kekuningan hingga hijau biasanya menandakan penyakit menular seksual jenis trikomoniasis. Terlebih, jika keputihan tersebut juga sangat kental dan menimbulkan bau tidak sedap.

Apa saja obat keputihan?

Masalah keputihan yang biasanya muncul adalah adanya infeksi ragi atau bakteri. Ketika Anda terkena infeksi ragi, keputihan akan berwarna putih dan tekstur mirip krim keju. Sedangkan jika Anda menderita infeksi bakteri, keputihan akan sedikit berwarna abu-abu atau kuning disertai bau amis.Untuk menangani masalah di atas, terdapat obat keputihan yang dapat Anda gunakan. Jika Anda menderita keputihan karena infeksi ragi, obat keputihan yang tepat adalah krim maupun gel antijamur yang dapat dioleskan atau dimasukkan ke vagina.Sedangkan jika Anda mengalami keputihan karena infeksi bakteri, hanya dokter yang dapat memberi pil berupa antibiotik untuk diminum maupun krim oles. Terakhir, keputihan yang disebabkan oleh trikomoniasis biasanya bisa disembuhkan dengan obat keputihan berupa metronidazole atau tinidazole.Selain menggunakan obat di atas, Anda juga wajib melakukan berbagai langkah preventif, seperti:
  • Selalu jaga kesehatan vagina dan memastikan area itu selalu kering.
  • Jangan gunakan sabun wangi maupun obat pencuci vagina karena kandungan di dalamnya hanya akan merusak bakteri baik pada vagina.
  • Saat buang air, pastikan Anda mengelap area kewanitaan dari depan ke belakang untuk menghindari bakteri masuk ke vagina.
  • Jangan gunakan celana dalam yang terlalu ketat.

Obat keputihan alami

Selain memakai obat keputihan yang dapat Anda beli di apotek, beberapa bahan alami juga dipercaya memiliki fungsi yang sama. Namun, mereka biasanya hanya digunakan untuk mengatasi keputihan yang disebabkan infeksi ragi atau jamur. Bahan-bahan yang dimaksud, di antaranya:

1. Tea tree oil

Tea tree oil memiliki fungsi antimikroba yang dapat membunuh bakteri penyebab utama keputihan, yakni pada kondisi vaginosis bakteri. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan tea tree oil masih perlu diteliti lebih lanjut sehingga tidak disarankan untuk digunakan dalam mengobati keputihan.

2. Yogurt atau minuman yang mengandung probiotik

Yogurt atau minuman semacamnya dapat menyeimbangkan bakteri jahat dan bakteri baik pada vagina sehingga Anda tidak akan mengalami keputihan yang membahayakan. 

3. Bawang putih

Ekstrak bawah putih dapat digunakan untuk membantu mengobati keputihan yang disebabkan oleh vaginosis bakteri. Suatu penelitian juga menyebutkan bahwa bawang putih memiliki efektivitas yang tidak jauh berbeda dengan metronidazole untuk menangani keputihan.Akan tetapi, ada baiknya untuk mengonsultasikan masalah keputihan ini terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat-obatan jenis ini.

4. Air rebusan daun sirih

Air rebusan daun sirih dapat digunakan sebagai pembasuh vagina karena air rebusan ini terbukti dapat mengurangi keputihan, terutama pada wanita yang masih dalam usia produktif.Akan tetapi, walaupun telah dibuktikan oleh penelitian, penggunaan air rebusan daun sirih ini juga memiliki efek samping, seperti iritasi dan infeksi.

5. Minyak kelapa

Minyak kelapa murni dapat membantu menghilangkan jamur yang ada di tubuh, terutama Candida albicans yang merupakan penyebab utama adanya infeksi jamur di vagina. Untuk menggunakannya, Anda bisa langsung mengoleskan minyak ini ke area vagina yang mengalami infeksi. Namun pastikan Anda tidak memiliki riwayat alergi terhadap minyak kelapa sebelum mengoleskannya.

6. Minyak oregano

Minyak oregano yang terbuat dari oregano liar berjenis Origanum vulgare dapat membantu atasi infeksi jamur yang menyebabkan keluarnya keputihan yang tak normal.Minyak oregano ini dapat digunakan dalam bentuk essential oil, dan bukan untuk dioelskan langsung ke vagina.

7. Cuka apel

Keseimbangan pH vagina yang terganggu, bisa memicu munculnya infeksi dan cuka apel dapat membantu menyeimbangkannya kembali. Anda cukup mencampurkan dua sendok makan cuka apel dengan satu gelas air, atau sekitar 240 ml. Gunakan campuran tersebut untuk membasuh vagina 2 kali sehari.

Kapan harus memeriksakan keputihan ke dokter?

Meski secara umum bukan kondisi berbahaya, keputihan bisa menjadi penanda beberapa penyakit serius. Segera periksakan keputihan ke dokter apabila:
  • Anda sedang hamil
  • Keluarnya keputihan disertai gejala lain yang parah, seperti vagina terasa seperti terbakar saat buang air kecil, muncul nyeri hebat, dan ada perdarahan.
  • Keluarnya keputihan disertai demam
  • Vagina terasa sangat gatal
  • Obat alami yang dicoba tak juga berhasil meredakan gangguan keputihan
Sebelum menggunakan obat keputihan, baik alami maupun sintetis, Anda sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu. Apalagi, jika Anda sedang hamil, merasa terkena penyakit menular seksual, mengalami keputihan karena infeksi ragi berulang, maupun ketika Anda tidak yakin penyebab keputihan yang Anda alami.
keputihanorgan intim wanitakesehatan vagina
Healthline. https://www.healthline.com/health/vaginal-discharge
Diakses pada 7 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317935.php
Diakses pada 7 Desember 2019
e-Journal Lincoln University College. ejournal.lucp.net › index.php › mjn › article › download
Diakses pada 7 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1
Diakses pada 7 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait