Untuk mencegah infeksi selama kehamilan, selalu jaga kebersihan diri anda, dan hindari area endemik infeksi.
Infeksi virus di masa kehamilan dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Infeksi virus di masa kehamilan adalah hal yang ditakutkan oleh para ibu dan calon ibu. Selain efek dari infeksi pada saat kehamilan tersebut, beberapa terapi untuk infeksi dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan.

Untuk senantiasa menjaga kesehatan ibu hamil dan janin, waspadai berbagai potensi infeksi berikut ini.

[[artikel-terkait]]

6 Infeksi menular seksual selama kehamilan

Tahukah Anda, infeksi menular seksual dapat menular di masa kehamilan? Yang termasuk infeksi tersebut adalah infeksi chlamydia, gonore, sifilis, herpes, dan HIV. Di luar itu, infeksi virus zika pun dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

1. Infeksi chlamydia

Infeksi chlamydia dapat menyebabkan kelahiran prematur dan ketuban pecah dini pada saat kehamilan. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi chlamydia, dapat mengalami peradangan pada mata atau konjungtivitis.

2. Infeksi gonore

Infeksi gonore dapat menyebabkan konjungtivitis pada bayi baru lahir.

3. Infeksi sifilis

Infeksi sifilis dapat ditularkan dari ibu ke janin, melalui plasenta. Sifilis pada janin dapat menyebabkan cacat lahir dan gangguan pada bayi yang baru lahir.

4. Infeksi HIV

Infeksi HIV dapat ditularkan dari ibu ke janin, pada satu dari tiga kehamilan, apabila ibu hamil tidak menjalani terapi. Bila ibu hamil dengan HIV mendapatkan terapi antivirus, risiko tertularnya janin atau bayi bari lahir, dapat diturunkan hingga 1%.

Selain itu, ibu hamil dengan infeksi HIV, disarankan menjalani operasi Caesar untuk mengurangi risiko penularan kepada bayi.

5. Infeksi herpes 

Infeksi herpes genital dapat ditularkan dari ibu ke bayi pada persalinan spontan. Bayi yang terinfeksi virus herpes, berisiko mengalami infeksi otak yang mengancam jiwa, yaitu ensefalitis herpes simplex.

Selain infeksi otak, organ dalam dapat mengalami kerusakan dan bisa timbul luka pada mulut dan kulit.

6. Infeksi virus Zika

Infeksi virus Zika pada kehamilan dapat menyebabkan mikrosefali atau kecilnya ukuran lingkar kepala bayi baru lahir.

Gangguan mata dapat terjadi akibat infeksi virus Zika pada kehamilan. Meskipun virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk, hubungan seksual juga telah terbukti menularkannya.

Risiko infeksi lainnya pada masa kehamilan

Selain infeksi menular seksual di atas, Anda pun harus mewaspadai potensi berbagai infeksi di bawah ini, yang rentan dialami ibu hamil, serta bayi di dalam kandungan.

  • Infeksi rubella, yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan pada saat kehamilan, katarak, gangguan jantung bawaan, gangguan pendengaran, dan gangguan perkembangan.
  • Infeksi sitomegalovirus, yang dapat menular melalui plasenta, merusak otak dan hati janin. Gangguan pertumbuhan saat kehamilan dapat juga terjadi sebagai akibatnya.
  • Infeksi varicella atau cacar air, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Cacar air dapat menimbulkan gangguan pada mata janin, atau kelainan pada anggota badan, kebutaan, mikrosefali, dan keterbelakangan mental.
  • Toksoplasmosis atau infeksi parasit toksoplasma, yang dapat menyebabkan keguguran, kematian janin, dan cacat bawaan lahir yang serius.
  • Vaginosis bakteri dan infeksi saluran kemih, yang dapat menyebabkan kelahiran prematur atau ketuban pecah dini.
  • Listeriosis atau infeksi bakteri, yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, aborsi, dan lahir mati. Bayi yang baru lahir dapat terinfeksi. Namun, gejala infeksi baru akan nampak beberapa minggu setelah kelahiran.
  • Hepatitis dapat ditularkan, baik secara seksual maupun non-seksual. Hepatitis dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Infeksi ini bisa ditularkan ke bayi, pada proses persalinan
  • Infeksi bakteri streptococcus grup B, yang dapat ditularkan pada saat proses kelahiran, dan bersifat fatal pada bayi baru lahir.
  • Infeksi rahim pada saat kehamilan, yang dapat menyebabkan gangguan plasenta, gangguan pertumbuhan janin, cacat lahir, dan kelahiran prematur.

Jika mencurigai adanya infeksi maupun gejala tertentu selama kehamilan, segera berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, Anda disarankan untuk menghindari area endemik infeksi, selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual, dan menjaga kebersihan.

Selain itu, Anda pun sebaiknya menjalani skrining infeksi dan vaksinasi, sebelum kehamilan. Langkah-langkah ini diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi pada kehamilan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322210.php
Diakses pada 5 Mei 2019

Merck Manual. https://www.merckmanuals.com/home/women-s-health-issues/pregnancy-complicated-by-disease/infections-during-pregnancy
Diakses pada 5 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed