Gejala penyakit yang kerap muncul pada lansia adalah impotensi
Nyeri dada merupakan gejala penyakit yang kerap dialami lansia

Seiring pertambahan usia, sudah seharusnya gejala penyakit yang muncul tidak diremehkan. Seringkali, lansia dan anggota keluarga yang lain masih mengabaikan gejala penyakit yang muncul, seperti pusing, demam, atau sulit tidur nyenyak di malam hari.

Padahal, gejala-gejala tersebut bisa jadi merupakan awal dari masalah kesehatan lansia yang serius. Oleh karena itu, gejala tersebut penting dikenali agar penanganan yang tepat dan efektif dapat segera dilakukan.

Jaga Kesehatan Lansia dengan Kenali Gejala Penyakit Ini

Mengenali gejala penyakit yang muncul sejak awal dapat menjadi langkah yang perlu diperhatikan agar kesehatan lansia tetap terjaga. Berikut ini beberapa gejala penyakit yang kerap terjadi pada lansia dan perlu diwaspadai.

1. Nyeri Dada

Nyeri dada hanyalah salah satu dari sekian banyak gejala serangan jantung. Jika lansia kerap merasakan gejala, seperti sulit bernapas atau sering tersengal-sengal setelah berjalan kaki, hal ini kerap menjadi gejala penyumbatan arteri ke jantung atau iskemia koroner. Konsultasikan kondisi ini ke dokter agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Perdarahan setelah Menopause

Perdarahan yang muncul dari vagina setelah menopause umumnya tidak berbahaya. Namun hal ini juga dapat mengancam kesehatan lansia karena dapat menjadi penanda penyakit serius, seperti kanker endometrium yang menyerang dinding rahim. 

Jika mengalami perdarahan setelah menopause, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, apabila perdarahan tersebut benar terjadi karena disebabkan oleh kanker, perawatan dapat dilakukan sejak dini sehingga tingkat kesembuhannya juga dapat meningkat.

3. Impotensi

Disfungsi ereksi atau impotensi umumnya melanda pria di usia lebih dari 60 tahun. Selain mengurangi kualitas hubungan seksual, impotensi juga perlu diwaspadai sebagai gejala penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung dan lainnya.

4. Konstipasi

Sembelit atau konstipasi sebaiknya tidak diabaikan. Jika melanda lansia berusia lebih dari 50 tahun, konstipasi merupakan gejala penyakit yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari para lansia. Selain itu, konstipasi dapat menjadi gejala awal beberapa penyakit seperti tumor, polip, dan masalah usus.

5. Feses Berdarah/Hitam

Warna feses atau kotoran dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lansia. Bila warna feses hitam atau berdarah, kondisi ini kemungkinan diakibatkan oleh pengaruh obat tertentu. Di samping itu, feses berdarah/hitam dapat mengindikasikan masalah pada saluran pencernaan.

6. Perubahan pada Payudara

Memasuki usia 40 tahun, ukuran serta bentuk payudara biasanya akan mulai berubah. Jaringan yang terdapat di payudara akan mengalami perubahan sehingga payudara akan terlihat tidak sekencang sebelumnya. 

Seiring bertambahnya usia, risiko munculnya benjolan di payudara juga semakin meningkat. Hal ini umumnya tidak berbahaya, namun bisa juga menjadi tanda dari penyakit serius, seperti kanker payudara.

7. Gangguan Tidur atau Depresi

Seiring bertambahnya usia, pola tidur seseorang umumnya akan berubah. Tidak jarang, lansia sering terbangun saat tidur dan waktu bangun tidur menjadi jauh lebih pagi.

Banyak faktor yang memengaruhi kondisi gangguan tidur pada lansia. Salah satunya adalah karena efek konsumsi obat-obatan.

Lansia juga kerap menghadapi depresi dan stres karena kehilangan pasangan, anak-anak yang sudah menikah dan mandiri, atau kesepian. Lansia dapat memperoleh bantuan dari ahli kesehatan mental untuk menangani masalah gangguan tidur atau depresi.

Berbagai gejala penyakit yang umumnya terjadi pada lansia dapat diatasi. Namun, perlu pencegahan sejak awal dan mengenali gejala gangguan kesehatan agar dapat ditangani lebih cepat oleh ahli medis.

Memeriksakan Lansia ke Dokter Secara Rutin

Dokter akan sangat terbantu jika lansia segera dibawa ke rumah sakit saat gejala-gejala penyakit yang timbul belum terlalu serius. Untuk itu, selalu periksakan orangtua atau lansia yang menjadi anggota keluarga kita ke dokter secara berkala. Dokter akan memberikan obat dan perawatan yang dibutuhkan.

Jangan lupa pula untuk senantiasa mempertahankan kesehatan lansia dengan menjaga pola makan yang sehat dan olahraga teratur. Dengan begitu, risiko munculnya gejala penyakit seperti di atas dapat berkurang. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/senior-health-symptoms.
Diakses pada Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/breast-changes-in-older-women/
Diakses pada 8 Maret 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/bleeding-after-menopause-get-it-checked-out-2019011815809
Diakses pada 8 Maret 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5689397/
Diakses pada 8 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed