Gejala autisme pada anak perempuan salah satunya adalah kesulitan untuk berteman.
Gejala autisme pada anak perempuan seakan "tersembunyi".

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang bisa memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Gejala autisme sangat beragam, dan bisa berbeda pada setiap orang.

Oleh karena itu, dokter bahkan bisa saja salah melakukan diagnosis, terutama dalam mendiagnosis autisme pada anak perempuan. Sebab, gangguan spektrum autisme lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Selain itu, gejala autisme pada anak perempuan seakan-akan "tersembunyi".

Apa saja gejala autisme pada anak perempuan?

Meski begitu, diagnosis autisme pada anak perempuan tetaplah penting. Dengan demikian, anak bisa segera mendapatkan dukungan yang diperlukan. Berikut ini sejumlah gejala autisme pada anak yang penting untuk diperhatikan.

1. Memiliki ketergantungan pada teman

Anak selalu bergantung pada teman sekolahnya (biasanya perempuan), untuk membantunya berkomunikasi dan beraktivitas selama di sekolah.

2. Mempunyai minat yang sangat spesifik

Anak memiliki minat yang begitu spesifik, misalnya pada tayangan tertentu di stasiun televisi. Seorang anak perempuan dengan gangguan spektrum autisme, akan terus-menerus mengumpulkan informasi dan membicarakan tentang karakter, lokasi, bahkan hal-hal kecil mengenai tayangan tersebut.

3. Sensitif terhadap kondisi tertentu

Anak perempuan dengan gangguan spektrum autisme biasanya sensitif terhadap suara keras, cahaya terang, maupun aroma yang menusuk. Sebenarnya, gejala autisme ini juga muncul pada anak laki-laki.

4. Hanya senang membicarakan topik tertentu

Anak hanya senang membicarakan topik tertentu, yang menjadi kesukaannya. Anak pun cenderung mengabaikan respons dari lawan bicara. Karena hal inilah, anak kemudian kesulitan dalam menjalin pertemanan, atau bergabung dalam suatu kelompok.

5. Kesulitan mengendalikan perasaan

Gejala autisme lainnya pada anak perempuan adalah kesulitan mengendalikan perasaan ketika sedang frustrasi. Akibatnya, anak menghadapi berbagai persoalan dengan para guru di sekolah, yang berisiko membuatnya terkena hukuman termasuk skorsing.

Anak juga mengalami depresi, kecemasan, dan perubahan mood. Namun, gejala autisme ini bukan kondisi unik pada individu dengan kondisi autistik. Namun tetap saja, autisme sering dikaitkan dengan gangguan mood dan gangguan obsesif-kompulsif.

6. Kesulitan berteman

Kesulitan berteman merupakan salah satu gejala autisme pada anak perempuan.

Anak sulit untuk menggunakan dan memahami bahasa non-verbal, misalnya dalam hal ekspresi wajah. Ia juga akan kesulitan mengikuti perilaku, gaya berpakaian maupun tatanan rambut teman-temannya, sehingga tak mudah untuk diterima dalam kelompok pertemanan tertentu.

7. Sering dianggap pendiam dan pemalu

Anak kerap dipandang sebagai sosok pendiam dan pemalu di sekolah. Perilaku ini bukanlah gejala autisme, melainkan kesulitan memahami bahasa ekspresi. Sehingga, tak mudah bagi anak untuk terlibat dalam percakapan, atau mengangkat tangan saat ingin menjawab pertanyaan guru di kelas.

8. Cenderung pasif

Perilaku pasif bisa menandakan anak tidak yakin dengan hal yang ingin dilakukan atau dikatakannya. Akhirnya, anak memutuskan berada di zona aman, dengan membatasi perkataan dan perbuatan sebisa mungkin.

9. Mengalami kejang

Gejala autisme yang satu ini memang lebih sering terjadi pada anak perempuan, dibandingkan anak laki-laki.

10. Cenderung menyakiti diri sendiri

Autisme bisa menyebabkan stres. Kondisi stres ini bisa memicu perbedaan perilaku pada anak perempuan dan anak laki-laki. Anak perempuan cenderung menyakiti dirinya sendiri saat mengalami stres sebagai akibat dari gangguan spektrum autisme. Perilaku ini bisa terlihat dan akhirnya menjadi gejala autisme pada anak perempuan.

Anak perempuan dengan autisme kerap tidak terdiagnosis

Dibandingkan anak laki-laki, autisme memang lebih jarang terjadi pada anak perempuan. Sejumlah gejala autisme pada anak perempuan mungkin juga tidak mudah diamati seperti anak laki-laki.

Bahkan, anak-anak perempuan autistik tidak memperlihatkan gejala autisme dengan jelas. Akibatnya, mereka mungkin baru saja terdiagnosis saat beranjak dewasa.

Catatan dari SehatQ:

Apabila mencurigai adanya gangguan spektrum autisme pada anak perempuan Anda, berkonsultasilah pada dokter tumbuh kembang anak, psikiater anak, maupun psikolog. Biasanya, dokter akan merekomendasikan skrining tumbuh kembang anak sebelum melakukan diagnosis.

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/325574
Diakses pada 18 Maret 2020

Verywell Health.
https://www.verywellhealth.com/signs-of-autism-in-girls-260304
Diakses pada 18 Maret 2020

Artikel Terkait