7 Bakat Anak dan Cara Mengembangkan Potensinya

Bakat anak bisa dikembangkan lewat permainan.
Anda bisa mengasah bakat anak melalui berbagai permainan.

Setiap anak pada dasarnya dilahirkan dengan bakat yang beragam. Bakat anak dapat dipengaruhi banyak hal, seperti faktor keturunan, pola asuh orangtua, asupan nutrisi hingga lingkungan pergaulan. Deretan faktor tersebut dapat memengaruhi cara kerja dan perkembangan otak Si Kecil.

Bakat anak dibagi menjadi 7 kategori ini

Secara umum, bakat anak dapat dibagi ke dalam tujuh jenis kategori, yaitu keterampilan verbal, keterampilan kognitif, keterampilan fisik, kreativitas, keterampilan interpersonal, keterampilan intrapersonal, dan keterampilan natural.

1. Keterampilan verbal

Mengenali bakat anak yang memiliki keterampilan verbal dapat diketahui melalui kemampuan Si Kecil mengolah bahasa. Umumnya, anak yang memiliki keterampilan verbal gemar berbicara, bercerita dan menyampaikan banyak hal pada orang tua kendati kalimat yang diutarakan belum sempurna.

Untuk mengasahnya, Anda dapat berkomunikasi secara sering bersama Si Kecil. Perbanyaklah mendengar hal yang ingin Si Kecil ungkapkan.

Asah bakatnya dengan berbagi pengetahuan baru melalui kegiatan membacakan dongeng, ensiklopedi anak dan bacaan menarik lainnya. Ajak pula ia mengunjungi perpustakaan, taman pengetahuan dan toko buku. Minta Si Kecil untuk menceritakan kembali buku yang ia baca maupun pengalaman yang ia alami dalam sehari.

Secara perlahan, Anda dapat mengajaknya berdiskusi, mengasah keterampilannya dalam memecahkan masalah dan menelurkan ide-ide baru yang juga dapat dituangkan melalui tulisan. Ketika mulai bisa menulis, Anda dapat mengejak Si Kecil menulis surat untuk anggota keluarga maupun menuliskan pengalaman bahkan cerita fiksi yang ada di pikirannya.

Anak yang berbakat dalam keterampilan verbal juga dapat diarahkan untuk bernyanyi dan mengenali perbendaharaan kata melalui lagu.

2. Keterampilan kognitif

Mengenali bakat anak yang terampil secara kognitif dapat diketahui dari kecepatan Si Kecil menangkap dan mengolah informasi, termasuk berhitung. Anak dengan keterampilan kognitif yang baik memiliki ketertarikan pada bidang akademis. Ia pun tampak begitu mudah mencerna dan menganalisis pelajaran yang mengasah otak.

Untuk mengarahkan keterampilannya, Anda dapat mengajak Si Kecil melakukan permainan menyenangkan seperti IQ Set, hingga matematika sederhana yang dibumbui cerita sehari-hari, serta membaca buku pengetahuan umum.

3. Keterampilan fisik

Anak yang berbakat dalam keterampilan fisik tidak selalu memiliki fisik yang ideal. Banyak atlet profesional yang memiliki ukuran badan tidak proporsional sewaktu kecil, tapi sepanjang hidupnya berhasil mengembangkan bakatnya dalam keterampilan fisik.

Anak yang berbakat dalam keterampilan fisik atau kinestetik biasanya menikmati dan menguasai gerakan dalam bidang olahraga yang diajarkan. Cobalah ajak Si Kecil melakukan olahraga seperti bermain bola di lapangan, berenang, bersepeda di taman, badminton, berlari dan olahraga lain yang menarik minatnya.

4. Kreativitas

Anak yang kreatif memiliki kecenderungan senang berkreasi dan membuat sesuatu. Ia dapat mengembangkan dengan cepat kegemarannya dalam membuat kue, membuat origami dan jenis prakarya menggunakan keterampilan tangan lainnya, bermain musik, bernyanyi maupun menggambar.

Untuk mengasah potensinya, Anda dapat mengajaknya menciptakan lagu, menggambar, membuat prakarya, menjahit maupun membuat kue dengan resep sederhana.

5. Keterampilan interpersonal

Mengenali bakat anak yang memiliki keterampilan interpersonal dapat diketahui melalui kecakapan Si Kecil dalam bergaul, yang pandai memahami dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk mengasahnya, Anda dapat mengajak Si Kecil bertemu teman-teman baru, mengajarkan ia berkomunikasi di keramaian hingga melakukan permainan beregu.

Selain sebagai komunikator ulung, anak dengan keterampilan interpersonal memiliki potensi sebagai calon pemimpin masa depan.

6. Keterampilan intrapersonal

Anak dengan keterampilan intrapersonal memiliki kemampuan analisis dan refleksi yang baik. Sedari dini, Si Kecil mampu memahami hubungan sebab akibat secara cepat. Bakat anak dengan keterampilan intrapersonal juga tampak saat Si Kecil dapat memahami kejadian di sekitarnya melalui pendekatan emosional. Anak dengan keterampilan intrapersonal juga cenderung menyukai buku-buku teori.

Anda dapat mengasah kepekaan Si Kecil dengan mengajaknya mengikuti berbagai kegiatan sosial, seperti mengunjungi panti asuhan hingga berbagi makanan dengan para tunawisma di jalanan.

7. Keterampilan natural

Anak dengan keterampilan natural memiliki kepekaan terhadap alam, tumbuhan, hewan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan isu pelestarian lingkungan. Anda dapat mengarahkan potensi Si Kecil dengan mengajaknya menyambangi destinasi agrowisata, memperkenalkannya pada kehidupan di perkebunan dan pertanian, hingga mengajaknya ke pusat konservasi alam dan hewan.

Cara mengenali bakat anak

Mengenali bakat anak tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu dan proses yang panjang untuk memahami potensi dan kemauan Si Kecil.

Umumnya, bakat anak dapat terlihat pada usia 2-4 tahun. Ayah dan Bunda pun dapat menggunakan beberapa indikator untuk mengetahui bakat Si Kecil.

Beberapa indikator tersebut antara lain kecakapan menangkap dan mengembangkan informasi, mengingat, fokus, memiliki motivasi untuk belajar serta punya rasa ingin tahu yang besar terhadap hal yang diminati Si Kecil.

Verywell Mind.
https://www.verywellmind.com/gardners-theory-of-multiple-intelligences-2795161
Diakses pada 22 Maret 2020

Cornerstone.
https://www.cornerstone.edu/blogs/lifelong-learning-matters/post/what-are-multiple-intelligences-and-how-do-they-affect-learning
Diakses pada 22 Maret 2020

Encyclopedia on Early Childhood Development.
http://www.child-encyclopedia.com/parenting-skills/according-experts/role-parents-early-childhood-learning
Diakses pada 22 Maret 2020

Peace Health.
https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/te6269
Diakses pada 22 Maret 2020

Artikel Terkait