Alasan Pentingnya Program ASI Eksklusif untuk Kesehatan Bayi dan Ibu

(0)
03 May 2019|Anita Djie
ASI ekslusif sebaiknya diberikan selama enam bulan pertamaWHO menyarankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama usia bayi
Air susu ibu (ASI) adalah asupan nutrisi paling mudah dicerna bayi dengan sistem pencernaan yang belum sempurna. Sebab, ASI mengandung gizi seimbang, yang dibutuhkan bayi, terutama untuk tumbuh kembang selama enam bulan pertamanya.Oleh karena itu, seorang ibu disarankan untuk memberikan program ASI eksklusif pada enam bulan pertama usia bayi. Program ASI eksklusif adalah tidak memberikan makanan maupun minuman lain kepada bayi, termasuk air minum sekalipun.Lalu, berapa lama masa menyusui bayi yang ideal? Apa saja manfaat memberikan program ASI eksklusif bagi bayi? 

Manfaat ASI eksklusif berdasarkan jangka waktu pemberiannya

Pada dasarnya, jangka waktu menyusui tergantung pada kondisi ibu dan anak. Meski demikian, berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO), seorang ibu disarankan melakukan program ASI eksklusif selama 6 bulan pertama usia bayi, dan dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun, dengan disertai makanan pendamping ASI (MPASI).Selain membantu si Kecil mencapai perkembangan bayi yang ideal, berikut ini manfaat lain dari pemberian ASI eksklusif berdasarkan jangka waktu pemberiannya.

1. Beberapa hari pascapersalinan

Jika seorang ibu menyusui dalam waktu beberapa hari pertama kehidupan bayi, maka sang bayi akan menerima kolostrum ibu. Kolostrum akan menjadi antibodi dan membangun sistem imunitas alami bagi bayi.

2, Selama 4-6 minggu pertama

Pemberian program ASI eksklusif dalam rentang waktu ini sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi dan memperlancar pencernaannya.

3. Selama 3-4 bulan pertama

Menyusui selama periode ini akan membuat sistem pencernaan bayi menjadi lebih matang. Dengan ini, bayi lebih menerima makanan asing yang masuk ke tubuh.

4. Selama 6 bulan pertama

Menyusui bayi selama 6 bulan pertama tanpa menambahkan makanan atau minuman apapun, dapat mengurangi risiko infeksi pada bayi, seperti: infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, gastrointestinal, bahkan kanker.

5. Selama 9 bulan pertama

Salah satu manfaat ASI untuk bayi tak hanya baik untuk fisiknya namun juga otak si Kecil. Menyusui selama 9 bulan pertama usia bayi dapat meningkatkan perkembangan otak bayi.

6. Selama 1 tahun pertama

Jika bayi diberi asupan ASI eksklusif selama tahun pertamanya, maka sistem imunitas tubuhnya akan semakin kuat.

7. Selama 18 bulan pertama

Bayi yang mendapat asupan ASI selama rentang waktu ini akan lebih banyak mendapatkan nutrisi, kenyamanan, dan perlindungan penyakit dibanding bayi yang telah disapih.Rentang masa menyusui bayi juga dipengaruhi oleh kondisi dan jumlah produksi ASI. Jumlah produksi ASI bergantung pada frekuensi menyusui.Semakin sering menyusui, maka hormon prolaktin yang dilepaskan akan semakin banyak. Hormon ini berpengaruh pada produksi ASI. Produksi ASI yang tidak lancar pada awal-awal masa menyusui dapat diatasi dengan meningkatkan frekuensi menyusui.Lalu, apa saja manfaat menyusui secara rutin?

Manfaat ASI bagi ibu dan bayi

ASI sangat kaya akan sari-sari makanan dan gizi yang bermanfaat bagi bayi. Beberapa manfaat ASI bagi bayi, misalnya:
  • Meningkatkan kecerdasan bayi
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi
  • Membuat berat badan bayi ideal karena ASI memiliki kadar leptin atau hormon yang berperan penting dalam metabolisme lemak
  • Memperkuat tulang bayi
  • Menurunkan risiko terserang sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) 
  • Mengurangi risiko penyakit jantung
  • Mengurangi risiko obesitas
  • Mengurangi risiko kanker
  • Mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan dan saluran pencernaan
  • Membuat bayi lebih tenang dan tidak mudah gelisah untuk waktu yang lama
  • Mengurangi kemungkinan alergi
Sementara itu manfaat ASI bagi ibu menyusui di antaranya:
  • Menjadi alternatif kontrasepsi alami karena dapat menunda masa subur
  • Menurunkan berat badan pasca melahirkan dan menjadi metode diet yang efektif
  • Mengurangi risiko terkena kanker leher rahim dan kanker payudara
  • Mengurangi risiko terserang human papilloma virus (HPV), yang dapat menyebabkan kanker serviks
  • Alat kontrasepsi alami karena dapat memperlambat proses ovulasi
  • Mengurangi stres
  • Mengatasi trauma dan baby blues syndrome

Tips pemberian ASI eksklusif

Pilihan gaya hidup selama menyusui sama pentingnya seperti saat Anda hamil untuk menjaga kualitas ASI. Berikut adalah tips gaya hidup yang baik selama ASI eksklusif:

1. Makan makanan yang sehat

Untuk menjaga energi Anda, tetaplah mengonsumsi makan yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Dokter Anda juga mungkin akan merekomendasikan untuk mengonsumsi multivitamin setiap hari.

2. Minum banyak cairan

Meminum air, jus, dan susu dapat membantu Anda tetap terhidrasi. Kafein dalam jumlah sedang juga umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi ibu menyusui. Jika Anda mencurigai terlalu banyak kafein  turut mengganggu tidur bayi Anda, sebaiknya hindari konsumsi kafein terlebih dahulu. 

3. Beristirahat sebanyak mungkin

Saat bayi sedang tidur, sebaiknya Anda juga menyempatkan diri untuk beristirahat. Istirahat yang cukup dapat memberbanyak ASI dan memperbaiki kesehatan Anda.

4. Berhenti merokok

Merokok saat menyusui dapat membuat bayi terpapar nikotin, dan mengganggu tidur nyenyaknya. Bayi Anda juga bisa berisiko terbakar rokok jika Anda merokok di sekitarnya. Efek samping perokok pasif yang bisa saja diderita bayi Anda dapat meningkatkan risiko SIDS dan serta penyakit pernapasan.

5. Berhati-hatilah dengan obat-obatan

Banyak obat-obatan medis yang aman dikonsumsi saat Anda menyusui. Namun sebaiknya Anda tetap membeli obat-obatan sesuai dengan resep dokter. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan kronis, tanyakan kepada dokter Anda, apakah ASI eksklusif masih aman untuk diberikan pada bayi Anda.Apabila masih menemukan kendala dalam memberikan program ASI eksklusif kepada bayi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, konsultan laktasi maupun bidan.
produksi asiasi eksklusifmanfaat asi
Australian Breastfeeding Association. https://www.breastfeeding.asn.au/bfinfo/how-long-should-i-breastfeed-my-baby
Diakses pada Januari 2019
National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2323059/
Diakses pada Januari 2019
Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-asi.pdf
Diakses pada 27 Februari 2019
Kemenkes RI. https://promkes.kemkes.go.id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi Diakses pada 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait