logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

15 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif yang Menakjubkan untuk Ibu dan Bayi

open-summary

ASI eksklusif merupakan program pemberian nutrisi khusus pada bayi sebelum masa MPASI. Manfaat ASI ekslusif adalah agar bayi mendapatkan nutrisi yang tepat untuk perkembangan serta pertumbuhannya.


close-summary

3.72

(18)

13 Apr 2022

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

manfaat ASI ekslusif

WHO menyarankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif yang bermanfaat selama 6 bulan pertama usia bayi

Table of Content

  • Apa itu ASI ekslusif?
  • Manfaat ASI ekslusif untuk bayi
  • Manfaat menyusui ASI ekslusif bagi ibu
  • Tips pemberian ASI eksklusif

Apa saja manfaat memberikan ASI eksklusif bagi bayi? Air susu ibu (ASI) adalah asupan nutrisi paling ideal untuk bayi baru lahir, mengingat sistem pencernaannya pun belum sempurna.

Advertisement

Selain itu, ASI kaya akan gizi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, ibu sangat disarankan untuk menyusui ASI eksklusif pada enam bulan pertama usia bayi.

Simak penjelasan lengkap mengenai manfaat menyusui secara ekslusif bagi ibu serta bayi.

Apa itu ASI ekslusif?

ASI ekslusif menurut WHO dan Kementerian Kesehatan adalah makan yang ideal sejak bayi baru lahir. Ibu perlu memberikan asupan nutrisi secara ekslusif, yaitu pada usia 0-6 bulan.

Alasan rekomendasi pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan adalah agar bayi mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan optimal.

Setelah itu, pemberian ASI pun terus berlanjut hingga bayi berusia 2 tahun, yang disertai dengan memberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Perlu Anda ketahui bahwa ASI mengandung antibodi yang dapat membantu melindungi si kecil dari penyakit anak pada umumnya. Bahkan, bayi yang diberi ASI ekslusif selama 6 bulan, cenderung lebih cerdas.

Baca Juga

  • Penyebab Diare pada Bayi ASI Eksklusif, Apakah Bisa Dihindari?
  • Tak Hanya Nasi, Ini 5 Macam Karbohidrat yang Baik untuk MPASI Bayi
  • Susu Penggemuk untuk Ibu Menyusui, Apakah Anda Membutuhkannya?

Manfaat ASI ekslusif untuk bayi

ASI bermanfaat untuk cegah alergi pada bayi
Berbagai manfaat ASI untuk bayi

Ada manfaat jangka panjang saat bayi menyusu ASI ekslusif. Semakin lama Anda menyusui pada perkembangan bayi, kemungkinan semakin besar pula perlindungan dan manfaatnya.

1. Tidak berpotensi alergi

Setiap bayi unik, begitu pula dengan reaksi mereka terhadap berbagai jenis alergen.

Jika ada keturunan orang tua atau saudara kandung yang memiliki alergi, besar kemungkinan alergi pada bayi sama seperti anggota keluarganya.

Meski demikian, sebagian besar bayi mudah mencerna ASI walaupun saluran pencernaannya masih dalam proses adaptasi. Berbeda dengan susu formula, susu sapi, atau susu kedelai yang rentan menyebabkan reaksi alergi, ASI tidak menyebabkan alergi.

2. Nutrisi paling ideal

Ketika baru lahir, ibu akan memproduksi kolostrum yang sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi.

Beberapa hari kemudian, volume ASI akan meningkat seiring dengan pertumbuhan perut bayi.

ASI adalah cairan yang diproduksi secara alami pada tubuh wanita. Manfaat ASI bagi bayi adalah mendapatkan nutrisi dasar selama beberapa bulan pertama kehisupannya.

Lalu, nutrisi dalam ASI ekskusif pun bermanfaat untuk pertumbuhan bayi. Jika memungkinkan, berikan ASI sampai usianya 6 bulan atau 2 tahun.

3. Mengandung antibodi penting

Manfaat bayi menyusu ASI lainnya yang tidak kalah penting adalah ia bisa mendapatkan antibodi yang mampu melindungi bayi dari virus dan bakteri.

Ketika ibu terkena virus atau bakteri tertentu, tubuhnya akan memproduksi antibodi. Lewat ASI, antibodi ini masuk ke tubuh bayi.

4. Melindungi dari penyakit

Lalu, bayi yang menyusu secara ekslusif juga bisa mendapatkan manfaat jangka panjang hingga ia dewasa nanti. Salah satunya, mengurangi risiko bayi mengalami penyakit tertentu, seperti:

  • Infeksi telinga, tenggorokan, dan sinus.
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Pilek atau infeksi serius lainnya.
  • Infeksi atau kerusakan jaringan usus.
  • Mencegah sindrom kematian mendadak (SIDS).
  • Penyakit alergi, seperti asma, dermatitis, dan eksim.
  • Penurunan risiko diabetes.
  • Leukimia.
  • Obesitas pada bayi.

5. Mencapai berat badan ideal

Manfaat ASI ekslusif lainnya adalah untuk membantu bayi mencapai berat badan ideal.

Tak hanya untuk mencegah stunting, tetapi juga mencegah bayi mengalami obesitas. Umumnya, tingkat obesitas bayi yang mengonsumsi ASI 30% lebih rendah dibandingkan dengan bayi minum susu formula.

6. Membantu perkembangan otak

Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa manfaat ASI bagi bayi adalah memiliki skor intelegensi tinggi.

Hal ini nantinya mengurangi risiko masalah pembelajaran saat tumbuh besar.

Selain itu, ada dampak positif jangka panjang pada perkembangan otak bayi yang mendapatkan ASI ekslusif. Tentunya, sebelumnya orangtua juga perlu memanfaatkan periode emas perkembangan anak hingga usia 2 tahun.

Manfaat menyusui ASI ekslusif bagi ibu

no caption

Tak hanya bayi, ibu juga bisa mendapatkan berbagai manfaat dalam menyusui ASI ekslusif, di antaranya adalah:

1. Mencegah kanker

Ibu menyusui memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker, seperti kanker ovarium dan kanker payudara dalam jangka panjang. Sebenarnya, menyusui tidak serta merta mencegah kanker payudara.

Namun, saat menyusui kadar hormon estrogen dalam tubuh pun menurun. Diketahui, estrogen adalah hormon yang menyebabkan risiko peningkatan kanker payudara.

2. Membantu mengembalikan berat badan

Produksi ASI secara terus menerus dapat membakar 300-500 kalori setiap harinya.

Itulah mengapa sebagian ibu yang memberikan ASI ekslusif, dapat lebih cepat kembali ke berat badan ideal. Menariknya lagi, hal ini terjadi secara alami tanpa perlu menjalani diet apapun.

3. Mengurangi risiko osteoporosis

Ibu menyusui memiliki risiko lebih rendah mengalami osteoporosis pasca-menopause.

Hal ini terjadi karena saat hamil dan menyusui, tubuh perempuan menyerap kalsium lebih efisien. Berarti, manfaat menyusui ASI ekslusif bagi ibu adalah mampu mempertahankan kalsium pada tulang agar tetap kuat.

4. Pemulihan pascapersalinan

Saat menyusui ASI ekslusif, tubuh ibu akan melepaskan hormon oksitosin yang membantu kontraksi uterus, sehingga perdarahan lekas berhenti dan lebih cepat kembali ke bentuk semula.

Perbandingannya, wanita menyusui akan mengalami penyusutan ukuran uterus dalam periode 6 minggu. Sedangkan pada wanita yang tidak menyusui, perlu waktu 10 minggu.

5. Membangun ikatan dengan bayi

Menjadi hal yang umum, jika ibu merasa belum ada ikatan di hari-hari awal kehadiran bayi.

Maka dari itu, saat menyusui ASI ekslusif Anda bisa merasakan manfaat berupa bonding ibu dan bayi, yang akan terjalin dengan cara-cara yang tidak bisa dirasakan orang lain.

Saat menyusui, ada komunikasi lewat tatapan mata, sentuhan tangan, hingga isapan yang berarti sejuta makna. Bagi ibu menyusui, ini adalah kemewahan untuk membangun kedekatan.

6. Mengurangi risiko depresi pascapersalinan

Riset dalam jurnal Depression Research and Treatment, apabila ibu berniat menyusui sejak masih mengandung dan segera menyusui setelah melahirkan, manfaat menyusui bagi ibu adalah berkurangnya risiko depresi pascapersalinan.

Hal ini pun berlaku sebaliknya. Jika ibu tidak berniat dan enggan menyusui, maka kemungkinan depresi postpartum pun meningkat.

Alasannya, karena saat menyusui, oksitosin dan hormon prolaktin diproduksi secara aktif. Selain berfungsi menjaga produksi ASI agar tetap lancar, kedua hormon ini memiliki efek memperbaiki suasana hati.

Terlebih, oksitosin bekerja dengan cara meningkatkan rasa kasih sayang terhadap buah hati.

Selain itu, oksitosin turut memberikan efek relaksasi selama menyusui. Ditambah lagi, menyusui juga mengurangi aktivitas hormon stres, yaitu hormon kortisol.

7. Kontrasepsi alami

Rupanya, jika ibu ingin menunda kehamilan, manfaat ASI ekslusif lainnya untuk ibu adalah sebagai kontrasepsi alami. Hal ini juga kerap disebut metode amenore laktasi.

Studi dari Journal of Midwifery & Women's Health menyebutkan, manfaat menyusui bagi ibu berupa kontrasepsi alami cukup efektif selama enam bulan setelah kelahiran.

Namun, efek menunda kehamilan ini akan efektif apabila ibu menyusui melakukan program ASI eksklusif dan memberikan air susu dengan rutin, termasuk saat malam hari.

Saat hormon prolaktin meningkat, hormon ini akan menghambat hormon kesuburan, yaitu hormon gonadotropin. Hal ini membuat produksi estrogen melambat dan menunda ovulasi.

Namun, jika Anda ingin menjadikan menyusui sebagai kontrasepsi alami, coba tiga aspek berikut:

  • Berikan ASI dalam jangka waktu empat jam sekali dalam sehari.
  • Jangan sampai ada jeda lebih dari 4 jam sebanyak dua kali dalam sehari.
  • Bayi harus berumur di bawah 6 bulan.
  • Ibu belum menstruasi.

8. Mengurangi risiko diabetes

Terakhir, kemungkinan manfaat menyusui ASI ekslusif bagi ibu adalah untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Penelitian ini melihat, pemberian ASI selama kurang dari satu bulan nida meningkatkan risiko diabetes, terlepas dari indeks massa tubuhnya serta aktivitas fisiknya.

Fungsi pemberian ASI bagi ibu ini bisa terjadi, karena menyusui mampu meningkatkan metabolisme glukosa dan kadar lemak pada tubuh.

Selain itu, menyusui juga mampu mengurangi kadar lemak yang ada pada perut. Terbukti, lemak pada perut mampu meningkatkan risiko diabetes.

Tips pemberian ASI eksklusif

Pilihan gaya hidup selama menyusui sama pentingnya seperti saat Anda hamil untuk menjaga kualitas ASI. Berikut adalah tips gaya hidup yang baik selama ASI eksklusif:

1. Makan makanan yang sehat

Untuk menjaga energi Anda, tetaplah mengonsumsi makan yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.

Dokter Anda juga mungkin akan merekomendasikan untuk mengonsumsi multivitamin setiap hari.

2. Minum banyak cairan

Meminum air, jus, dan susu dapat membantu Anda tetap terhidrasi. Kafein dalam jumlah sedang juga umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi ibu menyusui.

Jika Anda mencurigai terlalu banyak kafein  turut mengganggu tidur bayi Anda, sebaiknya hindari konsumsi kafein terlebih dahulu. 

3. Beristirahat sebanyak mungkin

Saat bayi sedang tidur, sebaiknya Anda juga menyempatkan diri untuk beristirahat. Istirahat yang cukup dapat memberbanyak ASI dan memperbaiki kesehatan Anda.

4. Berhenti merokok

Merokok saat menyusui dapat membuat bayi terpapar nikotin, dan mengganggu tidur nyenyaknya. Bayi Anda juga bisa berisiko terbakar rokok jika Anda merokok di sekitarnya.

Efek samping perokok pasif yang bisa saja diderita bayi Anda dapat meningkatkan risiko SIDS dan serta penyakit pernapasan.

5. Berhati-hatilah dengan obat-obatan

Banyak obat-obatan medis yang aman dikonsumsi saat Anda menyusui. Namun sebaiknya Anda tetap membeli obat-obatan sesuai dengan resep dokter.

Jika Anda memiliki kondisi kesehatan kronis, tanyakan kepada dokter Anda, apakah ASI eksklusif masih aman untuk diberikan pada bayi Anda.

Apabila masih menemukan kendala dalam memberikan program ASI eksklusif kepada bayi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, konsultan laktasi maupun bidan.

Advertisement

produksi asiasi eksklusifmanfaat asitumbuh kembang bayimenyusuiibu menyusuimerawat bayibayi & menyusui

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved