Jika berat badan bayi susah naik, orangtua tentunya akan merasa khawatir
Ada beberapa penyebab berat badan bayi susah naik

Memiliki bayi merupakan kebahagiaan yang tak terhingga. Oleh sebab itu, berbagai perkembangan yang terjadi pada bayi pun tak luput dari perhatian orangtua, termasuk berat badan bayi.

Seiring bertambahnya usia, berat badan bayi biasanya naik. Namun, jika berat badan bayi tidak naik, orangtua mungkin akan mulai khawatir dan panik. Sebenarnya apa penyebab berat badan bayi susah naik?

Penyebab berat badan bayi susah naik

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan berat badan bayi susah naik. Pada bayi berusia di bawah 1 tahun, faktor-faktor penyebab umumnya berkaitan dengan bayi tidak cukup mendapat ASI atau tidak mampu menyerap ASI dengan baik. Beberapa penyebab berat badan bayi susah naik, di antaranya:

  • Posisi bayi menyusu tidak benar

Ketika bayi menyusu dengan benar, bayi dapat mengisap ASI dengan mudah dan efektif sehingga mendapat cukup nutrisi dan berat badannya bertambah. Namun, jika bayi tidak menyusu dengan benar atau hanya menempel pada puting payudara, maka bayi sulit mendapatkan cukup ASI sehingga berat badannya susah naik.

  • Bayi jarang menyusu

Jika bayi jarang menyusu, tentunya mereka tidak akan mendapatkan cukup nutrisi dari ASI sehingga berat badannya sulit naik. Padahal setidaknya bayi harus menyusu setiap 2-4 jam, bahkan bisa lebih sering.

  • Durasi menyusu terlalu singkat

Bayi yang menyusu terlalu sebentar juga akan kesulitan meningkatkan berat badannya karena nutrisi yang diterimanya tidak mencukupi. Durasi menyusu yang terlalu singkat dapat disebabkan oleh bayi lelah dan sering tidur, bayi berhenti menyusu tiba-tiba, ibu melepaskan puting dari mulut bayi tiba-tiba, dan sebagainya.

  • Penakaran susu formula yang salah

Jika bayi diberikan susu formula, penakaran susu formula yang salah dapat membuat bayi kekurangan nutrisi. Hal ini bisa menyebabkan berat badan bayi sulit untuk naik.

  • Ibu kesulitan menyusui

Jika ibu mengalami kesulitan dalam menyusui bayi, maka kebutuhan ASI bayi tidak terpenuhi sehingga membuat berat badannya susah naik. Ibu bisa mengalami kesulitan dalam menyusui bayi karena payudaranya sakit, tidak menghasilkan cukup ASI, terkena mastitis, posisi yang salah sehingga menyebabkan nyeri, ataupun masalah lainnya.

  • Tidak menyusui bayi sesuai keinginannya

Sebagian bayi hanya disusui sesuai dengan jadwal yang ditentukan, bukan atas permintaannya (ketika menunjukkan tanda lapar). Kebiasaan ini bisa menyebabkan bayi kekurangan nutrisi yang dibutuhkannya sehingga tidak terjadi kenaikan berat badan.

  • Ibu mengalami depresi pascamelahirkan

Ibu yang mengalami depresi pascamelahirkan mungkin tidak dapat memberi perhatian yang cukup pada bayi, sehingga kebutuhan nutrisi bayi tidak bisa terpenuhi. Hal ini dapat membuat berat badan bayi susah naik.

  • Bayi sakit

Jika bayi sakit atau merasa tidak nyaman, misalnya karena sariawan di mulut, maka bayi tidak dapat menyusu dengan baik atau kehilangan nafsu makan. Hal ini tentu bisa membuat berat badan bayi sulit naik, atau bahkan malah berkurang.

  • Bayi memiliki masalah pencernaan

Masalah pencernaan kronis, seperti diare, penyakit celiac, atau intoleransi laktosa, dapat membuat pencernaan mereka sulit menyerap asupan ASI sehingga bayi tidak mendapat cukup nutrisi dan berat badannya susah naik.

Selain penyebab, terdapat pula faktor risiko berat badan bayi susah naik. Faktor risiko ini terkait dengan kesulitan bayi dalam menyusu sehingga peluang berat badannya bertambah menjadi lambat.

Faktor risiko yang menyebabkan berat badan bayi susah naik, yaitu bayi prematur, terkena penyakit kuning, refluks, atau memiliki masalah neurologis.

Bagaimana mengatasi berat badan bayi susah naik?

Jika Anda merasa berat badan bayi tidak naik, sebaiknya periksakan mereka ke dokter. Dokter akan mencari penyebabnya, dan menentukan penanganan yang tepat untuk bayi Anda agar berat badannya bisa kembali naik.

Di samping itu, Anda juga dapat mencoba beberapa cara ini untuk mengatasi berat badan bayi susah naik:

  • Pastikan bayi menempel pada puting susu dengan benar. Jika Anda tidak mengetahui bagaimana perlekatan yang benar, maka Anda dapat bertanya pada dokter atau konselor laktasi.

  • Susui bayi setiap 2-3 jam sekali dan kapanpun saat bayi menunjukkan tanda-tanda lapar.

  • Jagalah bayi agar tetap terjaga selama menyusu. Anda dapat membuat bayi terjaga selama menyusu dengan mengubah posisi menyusu, menggelitik kakinya sesekali, dan lainnya.

  • Jika bayi diberi susu formula dan tidak diberi ASI, maka selalu ikuti petunjuk penyajian dalam kemasan produk. Jangan menyajikan susu formula untuk bayi terlalu sedikit ataupun terlalu banyak.

  • Jangan terlalu cepat menghentikan bayi menyusu. Biarkan bayi menyusu dengan tenang hingga ia kenyang.

  • Jika ASI yang dihasilkan sedikit, cobalah untuk lebih sering menyusui dan memompa payudara sebelum menyusui. Ini dapat meningkatkan produksi ASI. Selain itu, Anda juga dapat mencoba beberapa makanan penambah ASI.

Selalu konsultasikan pada dokter mengenai apa pun yang terasa ganjil pada bayi Anda, sehingga jika ada masalah dapat terdeteksi lebih dini dan segera mendapat penanganan yang tepat.

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/breastfed-baby-is-gaining-weight-slowly-4114196
Diakses pada 16 Oktober 2019

Baby Center. https://www.babycenter.com/0_failure-to-gain-weight-in-babies_1621.bc
Diakses pada 16 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed