logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Berat Badan Bayi Susah Naik Bikin Panik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

open-summary

Penyebab berat badan bayi susah naik terdiri dari berbagai faktor seperti tidak menyusui bayi dengan benar. Pilih cara menaikan berat badan yang efektif seperti memperhatikan pola menyusu.


close-summary

16 Okt 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Jika berat badan bayi susah naik, perhatikan penyebabnya mungkin karena ia sedang sakit

Ada beberapa penyebab berat badan bayi susah naik salah satunya karena bayi sakit

Table of Content

  • Penyebab berat badan bayi susah naik
  • Cara mengatasi berat badan bayi susah naik

Memiliki bayi merupakan kebahagiaan yang tak terhingga. Oleh sebab itu, berbagai masalah terkait perkembangan bayi termasuk penyebab berat badan bayi susah naik mudah membuat orangtua khawatir.

Advertisement

Seiring bertambahnya usia, berat badan bayi biasanya naik. Namun, jika berat badan bayi tidak naik, orangtua mungkin akan mulai khawatir dan panik serta harus mencari tahu kenapa bayi susah naik berat badannya agar bisa mengambil langkah penanganan yang tepat.

Jika berat badan bayi Anda tidak memenuhi standar berat badan bayi ideal dan pertumbuhan berat badan normalnya tidak terpenuhi, mungkin dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut.

Penyebab berat badan bayi susah naik

Terdapat banyak faktor yang menjadi pemicu penyebab berat badan bayi susah naik.

Pada bayi kurang dari 1 tahun, secara umum penyebabnya adalah karena tidak cukup mendapat ASI atau tidak mampu menyerap ASI dengan baik. Beberapa penyebab berat badan bayi susah naik lainnya adalah:

1. Posisi bayi menyusu tidak benar

Ketika bayi menyusu dengan benar, bayi dapat mengisap ASI dengan mudah dan efektif sehingga mendapat cukup nutrisi dan berat badannya bertambah.

Namun, jika bayi tidak menyusu dengan benar atau hanya menempel pada puting payudara, maka bayi sulit mendapatkan cukup ASI sehingga berat badannya susah naik.

2. Bayi jarang menyusu

Jika bayi jarang menyusu, tentunya mereka tidak akan mendapatkan cukup nutrisi dari ASI sehingga berat badannya sulit naik. Padahal setidaknya bayi harus menyusu setiap 2-4 jam, bahkan bisa lebih sering.

3. Durasi menyusu terlalu singkat

Bayi yang menyusu terlalu sebentar juga akan kesulitan meningkatkan berat badannya karena nutrisi yang diterimanya tidak mencukupi.

Durasi menyusu yang terlalu singkat dapat disebabkan oleh bayi lelah dan sering tidur, bayi berhenti menyusu tiba-tiba, ibu melepaskan puting dari mulut bayi tiba-tiba, dan sebagainya.

4. Penakaran susu formula yang salah

Jika bayi diberikan susu formula, penakaran susu formula yang salah dapat membuat bayi kekurangan nutrisi. Hal ini bisa menyebabkan berat badan bayi sulit untuk naik.

5. Ibu kesulitan menyusui

Jika ibu mengalami kesulitan dalam menyusui bayi, maka kebutuhan ASI bayi tidak terpenuhi sehingga membuat berat badannya susah naik.

Ibu bisa mengalami kesulitan dalam menyusui bayi karena payudaranya sakit, tidak menghasilkan cukup ASI, terkena mastitis, posisi yang salah sehingga menyebabkan nyeri, ataupun masalah lainnya.

6. Tidak menyusui bayi sesuai keinginannya

Sebagian bayi hanya disusui sesuai dengan jadwal yang ditentukan, bukan atas permintaannya (ketika menunjukkan tanda lapar).

Kebiasaan ini bisa menyebabkan bayi kekurangan nutrisi yang dibutuhkannya sehingga tidak terjadi kenaikan berat badan.

7. Ibu mengalami depresi pascamelahirkan

Ibu yang mengalami depresi pascamelahirkan mungkin tidak dapat memberi perhatian yang cukup pada bayi sehingga kebutuhan nutrisi bayi tidak terpenuhi. Hal ini dapat membuat berat badan bayi susah naik.

8. Bayi sakit

Jika bayi sakit atau merasa tidak nyaman, misalnya karena sariawan di mulut, maka bayi tidak dapat menyusu dengan baik atau kehilangan nafsu makan.

Hal ini tentu bisa membuat berat badan bayi sulit naik, atau bahkan malah berkurang.

9. Bayi memiliki masalah pencernaan

Masalah pencernaan kronis, seperti diare, penyakit celiac, atau intoleransi laktosa, dapat membuat pencernaan mereka sulit menyerap asupan ASI sehingga bayi tidak mendapat cukup nutrisi dan berat badannya sulit naik.

Selain penyebab, terdapat pula faktor risiko berat badan bayi susah naik. Faktor risiko ini terkait dengan kesulitan bayi dalam menyusu sehingga peluang berat badannya bertambah menjadi lambat.

Faktor risiko yang menyebabkan berat badannya susah naik, yaitu bayi prematur, terkena penyakit kuning, refluks, atau memiliki masalah neurologis.

Baca Juga

  • Bayi Baru Lahir Tidur Terus, Normalkah?
  • Daftar Cemilan Pelancar ASI yang Lezat dan Bernutrisi, Bagus Buat Ibu!
  • Pemeriksaan Antropometri, Penting untuk Menilai Status Gizi dan Pertumbuhan Bayi Baru Lahir

Cara mengatasi berat badan bayi susah naik

Jika Anda merasa berat badan bayi tidak naik, sebaiknya periksakan mereka ke dokter. Dokter akan mencari penyebabnya, dan menentukan penanganan yang tepat untuk bayi Anda agar berat badannya bisa kembali naik.

Di samping itu, Anda juga dapat mencoba beberapa cara ini untuk mengatasi berat badan bayi susah naik:

  • Pastikan bayi menempel pada puting susu dengan benar. Jika Anda tidak mengetahui bagaimana perlekatan yang benar, maka Anda dapat bertanya pada dokter atau konselor laktasi.

  • Susui bayi setiap 2-3 jam sekali dan kapanpun saat bayi menunjukkan tanda-tanda lapar.

  • Jagalah bayi agar tetap terjaga selama menyusu. Anda dapat membuat bayi terjaga selama menyusu dengan mengubah posisi menyusu, menggelitik kakinya sesekali, dan lainnya.

  • Jika bayi diberi susu formula dan tidak diberi ASI, maka selalu ikuti petunjuk penyajian dalam kemasan produk. Jangan menyajikan susu formula untuk bayi terlalu sedikit ataupun terlalu banyak.

  • Jangan terlalu cepat menghentikan bayi menyusu. Biarkan bayi menyusu dengan tenang hingga ia kenyang.

  • Jika ASI yang dihasilkan sedikit, cobalah untuk lebih sering menyusui dan memompa payudara sebelum menyusui. Ini dapat meningkatkan produksi ASI. Selain itu, Anda juga dapat mencoba beberapa makanan penambah ASI.

Jika bayi sudah memasuki masa MPASI, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orangtua harus memperhatikan tipe makanan yang disajikan. Untuk bayi usia 6-8 bulan, disarankan pemberian makanan pendamping 2 kali sehari dan ASI 6 kali sehari.

Sedangkan untuk anak usia 9-11 bulan disarankan pemberian makanan pendampingnya adalah 4 kali MPASI dan 4 kali ASI. Untuk anak 12 bulan ke atas, disarankan pemberian 6 kali MPASI dan 2 kali susu.

Selalu konsultasikan pada dokter mengenai apa pun yang terasa ganjil pada bayi Anda, sehingga jika ada masalah dapat terdeteksi lebih dini dan segera mendapat penanganan yang tepat.

Advertisement

merawat bayiberat badan bayi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved