Berapa Usia Anak TK yang Ideal, Apa Indikator Kesiapannya?


Usia ideal anak masuk TK harus dilihat dari beberapa faktor. Mulai dari kemampuannya untuk mendengarkan instruksi, mengenali kebutuhan untuk ke toilet, hingga berinteraksi sosial dengan baik.

(0)
06 Feb 2021|Azelia Trifiana
Usia anak masuk TKUsia bukan satu-satunya faktor yang menentukan anak sudah pantas masuk TK
Masuk ke pre-school atau PAUD adalah pilihan, namun berbeda dengan sekolah TK. Ada orangtua yang ingin memasukkan anak mereka ke TK untuk mempersiapkan ke jenjang sekolah dasar. Berapa usia anak TK yang ideal bisa mulai dari 4-5 tahun, bergantung pada kesiapan anaknya.Kapan anak masuk TK tidak bisa disamakan antara satu anak dan lainnya. Bahkan, adik kakak pun bisa memiliki kesiapan yang berbeda. Jadi, tak perlu memaksakan dan tugas orangtua adalah mengenali indikator kesiapannya.

Usia ideal anak masuk TK

Bukan ulang tahun ke berapa yang menjadi indikator utama anak siap masuk TK. Justru, ada indikator lain yang perlu dilihat terutama berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi.Masuk TK bukan berarti mewajibkan anak belajar begitu banyak hal. Sebenarnya, alasan utama anak masuk TK agar ketika mereka berada di usia itu, bisa terwadahi untuk berinteraksi dengan teman sebayanya.Di Indonesia, usia ideal anak masuk TK adalah 4-5 tahun. Jika dilihat ke persyaratan masuk SD, aturan yang berlaku saat ini adalah berusia 7 tahun saat masuk SD negeri. Sementara untuk SD swasta, sudah bisa menerima anak berusia 6 tahun.Perhitungan itu juga bisa menjadi salah satu indikator kapan memasukkan anak ke jenjang TK. Apabila ingin memasukkan anak ke SD negeri, sebaiknya masukkan anak setelah berusia 5 tahun.Di sisi lain, apabila targetnya adalah masuk SD swasta, maka usia 4 tahun juga tidak masalah.Tapi lagi-lagi, yang lebih penting bukanlah aturan pemerintah terkait rentang usia masuk TK dan SD. Justru, kesiapan anak adalah hal paling krusial.

Indikator kesiapan anak masuk TK

Beberapa hal ini bisa membantu orangtua mengenali apakah anak mereka sudah siap masuk TK atau belum:

1. Interaksi sosial

Anak yang siap masuk TK bisa bermain dan berinteraksi dengan baik bersama teman-temannya. Mereka tidak segan berbagi banyak hal, baik objek fisik seperti mainan maupun pikiran atau ide.Namun, jangan sampai terjebak dengan anggapan tentang anak pemalu. Tidak ada anak yang pemalu, hanya butuh waktu lebih lama untuk observasi situasi baru di sekitarnya alias slow to warm. Selama mereka pada akhirnya mau mencoba bergabung dalam aktivitas kelompok, artinya mereka telah siap.

2. Bisa mendengarkan instruksi

Anak yang siap masuk TK sudah bisa memahami instruksi dan menjalankannya. Semakin bertambahnya usia, kemampuan mereka meningkat dengan memahami instruksi berlapis seperti 2-3 perintah sekaligus.Lebih jauh lagi, anak bisa mendengarkan guru dan teman-temannya. Bahkan, mereka bisa fokus pada hal yang sedang disampaikan orang lain. Ketika berada dalam kelompok pun, mereka bisa mengendalikan diri.

3. Bekerja secara mandiri

Walaupun anak berada dalam situasi sosial berinteraksi dengan teman sekelas dan guru-gurunya, mereka tetap harus bisa bekerja secara mandiri. Indikatornya sederhana, mulai dari bisa memegang pensil, mewarnai dengan krayon, atau menuntaskan tugas yang diajarkan oleh guru.Semua ini tentu tidak terwujud secara instan. Perlu waktu bagi anak untuk bisa mengerjakan sesuatu, dari yang tadinya bisa free play setiap saat. Selama anak menunjukkan ketertarikan dan mau mencoba, itu sudah bisa menjadi indikator kesiapan.

4. Mengenali emosinya

Sangat penting bagi anak untuk mengetahui emosi apa yang tengah dirasakannya. Jadikan ini sebagai salah satu indikator kesiapan mereka masuk TK, apakah sudah bisa mengenali apa yang tengah dirasakannya atau belum? Jika belum, ajarkan bagaimana validasi emosi sehingga si kecil menjadi terbiasa.Ingat bahwa ketika masuk ke dalam lingkungan baru, sangat wajar jika anak merasakan kecemasan. Bahkan orang dewasa pun masih bisa mengalami hal ini seperti ketika masuk ke lingkungan kerja baru. Melatih mereka validasi emosi sekaligus bercerita akan memudahkan proses adaptasi ini.

5. Mengenali kebutuhan ke toilet

Tak kalah penting, idealnya kapan anak masuk TK juga dikaitkan dengan kesuksesan toilet training mereka. Bukan hanya tidak lagi memakai popok, tapi juga tahu kapan mereka butuh buang air kecil dan buang air besar. Anak harus bisa menyampaikan kebutuhan mereka ini meski orangtuanya tidak berada di sekitarnya.Ini penting karena nanti ketika mereka berada di sekolah, anak harus berkomunikasi kepada guru atau orang dewasa lain saat ingin buang air kecil atau besar. Belum lagi, si kecil harus berada di toilet yang berbeda dengan di rumah. Jadi, indikator ini perlu diketahui juga.

6. Kemampuan motorik

Biasanya sebelum anak masuk TK, sekolah akan mengadakan tes untuk melihat kemampuan motorik halus dan motorik kasar mereka. Orangtua juga bisa menganalisis hal ini di rumah dengan melihat bagaimana anak memegang alat tulis hingga beraktivitas fisik yang perlu koordinasi otot.

Terpenting, jangan membandingkan anak dengan teman sebayanya yang mungkin terlihat lebih siap untuk masuk TK. Setiap anak berbeda, ketertarikan dan gaya belajar pun berlainan. Ada yang tertarik duduk diam menyimak apa yang diajarkan, ada pula yang lebih menikmati aktivitas motorik kasar.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kesiapan anak masuk ke jenjang sekolah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/typical-social-expectations-in-kindergarten-1449034
Diakses pada 23 Januari 2021
Scholastic. https://www.scholastic.com/parents/school-success/school-life/grade-by-grade/preparing-kindergarten.html
Diakses pada 23 Januari 2021
Understood. https://www.understood.org/en/learning-thinking-differences/signs-symptoms/academic-readiness/skills-kids-need-going-into-kindergarten
Diakses pada 23 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait