Berapa Suhu Penyimpanan Obat Agar Tidak Mudah Rusak?

Suhu penyimpanan obat harus diperhatikan agar kualitas obat tetap terjaga
Hindari menyimpan obat di lemari kamar mandi atau di dapur karena perubahan suhu akan merusak obat

Perihal kualitas obat, suhu penyimpanan obat memegang peranan yang sangat penting. Pasalnya, jika kita tidak memerhatikan suhu sesuai dengan karakteristik obat tersebut, bisa-bisa obat menjadi rusak sehingga tidak aman dan tidak lagi efektif untuk dikonsumsi. Lantas, seperti apakah suhu penyimpanan obat yang benar?

Pengaruh suhu penyimpanan obat terhadap kualitas

Setiap obat memiliki kondisi penyimpanan yang spesifik. Oleh sebab itu, setiap obat harus disimpan sesuai arahan produsen yang biasanya telah disesuaikan dengan standar kualitas obat. 

Suhu penyimpanan obat dapat memengaruhi sifat dan stabilitas atau ketahanan bentuk dan kualitas obat tersebut. Suhu yang tidak sesuai dapat memengaruhi efek zat aktif yang terkandung dalam obat. Struktur obat tersebut dapat berubah sehingga berpotensi membuat obat-obatan menjadi kurang manjur dan bahkan dapat menghasilkan efek yang berbeda dari yang seharusnya. 

Selain itu, masa penyimpanan obat atau waktu kedaluwarsa obat pun dapat berubah bila obat tidak ditaruh di suhu yang sesuai. Suatu penelitian mengungkapkan antibiotik seperti ampisilin, eritromisin, dan furosemida dalam bentuk injeksi yang disimpan pada suhu yang tidak sesuai menunjukkan perubahan waktu kedaluwarsa hingga satu tahun lebih cepat. Akibatnya, label tanggal kadaluarsa obat bisa menjadi tidak tepat sehingga obat pun bisa jadi tidak lagi efektif untuk mengobati bahkan tidak aman untuk dikonsumsi.

Suhu penyimpanan obat 

Lihat kemasan obat untuk menentukan suhu spesifik penyimpanan obat yang benar. Jika Anda tidak mendapatkan kemasan yang memuat keterangan penyimpanannya, tanyakan pada apoteker tempat Anda membeli obat tersebut. 

Berdasarkan buku panduan resmi standarisasi sediaan obat, Farmakope Indonesia, suhu penyimpanan maupun suhu yang harus diperhatikan pada obat memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Dingin: suhu tidak boleh melebihi 8 °C
  • Sejuk: suhu harus berkisar antara 8 – 15 °C
  • Suhu kamar: suhu harus berkisar antara 8 – 30 °C
  • Lemari pendingin/kulkas: suhu lemari pendingin atau kulkas harus berkisar antara 2 – 8 °C
  • Lemari pembeku/freezer: suhu lemari pembeku atau freezer harus berkisar antara 2 hingga -10 °C
  • Hangat: suhu harus berkisar antara 8 – 30 °C
  • Panas berlebih: suhu lebih dari 40 °C

Berdasarkan panduan di atas, penyimpanan obat kemudian dibagi sesuai bentuk obat-obatannya dengan kategori sebagai berikut:

1. Tablet dan kapsul

Obat dalam bentuk tablet dan kapsul harus disimpan di tempat yang sejuk, kering, serta terlindung dari cahaya dan kelembaban.

2. Emulsi

Emulsi adalah obat dalam kemasan botol yang berisi bubuk yang harus dicampur dengan cairan tertentu sebelum dikonsumsi. Emulsi harus disimpan dalam wadah kedap udara serta terlindung dari cahaya dan suhu tinggi. Beberapa emulsi juga diminta disimpan dalam suhu beku atau di tempat yang dingin. 

3. Suspensi

Suspensi adalah obat cair namun partikelnya tidak mudah larut air.  Suspensi harus disimpan di tempat yang dingin tetapi bukan di lemari es. Pembekuan di suhu yang sangat rendah harus dihindari karena dapat menyebabkan penggumpalan serbuk yang terdapat pada obat berjenis suspensi.

4. Salep/krim/gel

Sediaan topikal seperti salep, krim atau, gel harus disimpan di tempat yang dingin dengan wadah tertutup agar zat yang terkandung tidak mudah rusak maupun hilang karena udara. Sediaan jenis ini juga harus selalu terlindung dari suhu tinggi dan sinar matahari langsung.

5. Pasta

Jika mendapati obat dalam bentuk pasta, pastikan obat tersebut disimpan dalam wadah yang tertutup rapat di tempat yang dingin untuk mencegah terjadinya penguapan akibat kelembapan.

6. Sirup

Sirup harus disimpan dalam botol yang tertutup rapat dan berada di tempat gelap yang dingin. Suhu penyimpanan sirup tidak boleh melebihi 25 ºC.

7. Sirup drop/sirup tetes

Simpan pada suhu tidak melebihi 30 ºC di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung. 

8. Injeksi

Untuk sediaan obat injeksi, penyimpanannya harus berada pada suhu di bawah 30 ºC dan terlindung dari cahaya.

Bagaimana cara menyimpan obat yang benar?

Setelah mengetahui berapa suhu penyimpanan berdasarkan jenis obat, Anda juga harus memerhatikan hal-hal berikut ini:

  • Untuk menghindari kontaminasi, tempat penyimpanan obat harus dipastikan bersih, kering, serta bebas dari hama rumah seperti tikus, kecoa, maupun binatang pengganggu sejenis. Bersihkan setiap debu, sampah, dan kotoran lainnya yang mungkin ada di tempat penyimpanan. Perbaiki segera bila ada kebocoran yang memungkinkan air masuk pada wadah penyimpanan obat tersebut. 
  • Simpan obat pada suhu dan tempat yang disarankan oleh kemasan obat. Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan yang spesifik.
  • Hindari menyimpan obat di lemari kamar mandi karena panas dan kelembapan dari pancuran, bak mandi, dan wastafel Anda dapat merusak obat. 
  • Hindari menyimpan obat di dapur. Jauhkan kotak obat dari kompor dan semua peralatan yang mengeluarkan panas.
  • Selalu simpan obat dalam kemasan aslinya.
  • Jika ada bola kapas dari botol obat, segera keluarkan. Bola kapas pasalnya dapat menarik kelembapan ke dalam botol.
  • Selalu simpan obat Anda jauh dari jangkauan anak-anak. Jika perlu, simpan obat di lemari dengan kait atau kunci.
  • Jangan konsumsi obat yang sudah terlihat rusak meskipun belum kedaluwarsa. Obat yang rusak biasanya ditandai dari berubahnya warna, tekstur, atau baunya, 
  • Jangan konsumsi tablet yang sudah saling menempel, retak, mengelupas, lebih keras atau lebih lembut dari bentuk aslinya.
  • Singkirkan obat-obatan yang tidak lagi dikonsumsi.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa obat. Segera buang obat-obatan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Jangan membuang obat ke toilet karena dapat mencemari saluran air.
  • Jika Anda membuang obat ke tempat sampah, campurkan obat terlebih dahulu dengan sesuatu yang dapat merusaknya. Misalnya campur dengan bubuk kopi atau sisa makanan. Masukkan seluruh campuran ke dalam kantong plastik tertutup.
  • Pisahkan obat yang memiliki nama yang hampir sama agar tidak tertukar, misalnya paracetamol dan piracetam. Untuk tenaga medis, mungkin nama ini terdengar jauh berbeda, tapi untuk orang awam bisa jadi membingungkan.

Dengan melakukan langkah di atas, obat-obatan Anda dapat tersimpan dengan aman. Jangan lupa untuk mengecek juga kotak penyimpanan obat secara berkala untuk memastikan tidak ada obat kedaluwarsa yang tersimpan. 

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000534.htm
Diakses Pada 29 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1079525/
Diakses Pada 29 April 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/258833887_AN_OVERVIEW_STORAGE_OF_PHARMACEUTICAL_PRODUCTS
Diakses Pada 29 April 2020

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia (edisi IV). Jakarta. 

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-temperature-can-affect-medication-stability-3233264
Diakses Pada 29 April 2020

Artikel Terkait