Berapa pH Urine Normal? Ini Jawaban serta Prosedur Pemeriksaannya

Mengukur nilai pH normal urine bisa dilakukan di laboratorium kesehatan
Nilai pH normal urine adalah 4,5-8,0

Pengukuran pH normal urine adalah tes yang dilakukan untuk melihat tingkat asam dan basa urine. Dari situ, akan terlihat informasi mengenai kesehatan seseorang. Orang yang sehari-harinya lebih sering mengonsumsi daging, misalnya, maka pH urinenya akan terbaca lebih asam daripada para vegetarian.

Pemeriksaan pH normal urine biasanya dilakukan untuk mendeteksi penyakit yang berhubungan dengan kelainan kadar asam di tubuh. Selain itu, kadar pH urine yang terlalu asam atau terlalu basa, juga akan memengaruhi tingkat risiko Anda terkena batu ginjal.

Berapa nilai pH urine normal?

Nilai pH urine normal berkisar antara 4,5- 8,0. Namun, nilai rata-ratanya adalah 6,0 dan nilai pH urine yang netral adalah 7,0. Urine yang memiliki pH di bawah 5,0 adalah asam, sedangkan pH di atas 8,0 adalah basa.

Meski begitu, tiap laboratorium bisa saja memiliki nilai normal tersendiri. Namun, hal itu tidak akan berbeda jauh dari rentang yang telah disebutkan di atas.

Salah satu faktor yang paling memengaruhi pH urine adalah pola makan. Sehingga, sebelum menilai hasil laboratorium dari pemeriksaan urine tersebut, dokter akan menanyakan tentang pola makan Anda sehari-hari.

Jika pH urine tidak normal, tandanya ada penyakit ini

Jika dari hasil pemeriksaan, nilai pH urine di bawah normal, maka itu tandanya Anda lebih mudah terkena batu ginjal. Risiko penyakit lain yang juga meningkat apabila pH urine asam adalah:

Sementara itu, apabila pH urine terbaca lebih tinggi dari nilai normal, maka ada indikasi bahwa Anda mengalami gangguan di bawah ini:

  • Gagal ginjal
  • Asidosis tubulus ginjal
  • Obstruksi pilorus atau penyempitan katup yang terletak di antara lambung dan usus halus
  • Alkalosis respiratori
  • Infeksi saluran kemih
  • Muntah-muntah

Kadar pH urine juga bisa lebih tinggi dari angka normal jika Anda baru saja menjalani gastric suctioning.

Nilai pH urine bukanlah satu-satunya acuan untuk mendiagnosis penyakit. Sehingga, dokter tetap akan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan. Apabila pola makan menyebabkan pH urine menjadi tidak normal, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengubah pola makan menjadi yang lebih sehat dan seimbang.

Kapan pemeriksaan pH urine perlu dilakukan?

Pemeriksaan pH urine akan dilakukan apabila dokter menilai Anda berisiko terkena batu ginjal. Beberapa jenis batu ginjal bisa terbentuk di tubuh, tergantung dari tingkat keasaman urine.

Selain itu, pemeriksaan ini juga disarankan apabila Anda perlu mengonsumsi obat untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Dokter biasanya menggunakan hasil pemeriksaan ini untuk memilih jenis obat yang paling efektif dan sesuai dengan kondisi Anda.

Beberapa obat ada yang lebih efektif apabila diberikan pada kondisi pH urine asam. Namun sebagian lagi sebaliknya, yaitu lebih efektif bekerja saat kondisi pH urine basa.

Prosedur pemeriksaan pH urine

Sebelum prosedur pemeriksaan pH urine dilakukan, dokter akan menginstruksikan Anda untuk memberhentikan sementara konsumsi obat-obatan yang bisa memengaruhi kadar pH. Meski begitu, Anda sebaiknya tidak mengubah pola makan harian Anda sebelum pemeriksaan, kecuali memang disarankan oleh dokter.

Jika Anda tiba-tiba mengubah pola makan, maka hasil yang didapatkan dari pemeriksaan pH urine bisa saja tidak akurat. Sehingga, dokter akan sulit untuk mengetahui penyebab perubahan pH atau nilai pH urine yang memang sehari-harinya Anda miliki.

Untuk mengambil sampel yang digunakan dalam pemeriksaan, biasanya dokter akan menginstruksikan Anda untuk membersihkan area genital terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mencegah urine terkontaminasi oleh bakteri yang ada di sektiar area genital.

Setelah urine dikeluarkan, petugas laboratorium akan mengambil sampel dari urine Anda dan mulai melakukan pemeriksaan. Analisis urine memiliki tiga komponen utama yang dilakukan saat pemeriksaan, yaitu:

• Pemeriksaan visual

Pemeriksaan pertama yang akan dilakukan pada sampel urine adalah pemeriksaan visual. Dokter akan melihat warna dari urine serta memeriksa kemungkinan adanya komponen lain, seperti darah, yang bercampur di dalamnya. Dokter juga akan memeriksa konsistensi urine, yang pada beberapa orang, bisa saja terlihat berbusa.

Dipstick test

Sesuai namanya, yaitu dipstick, pemeriksaan ini dilakukan dengan mencelupkan kertas sebesar tusuk gigi ke dalam sampel urine. Kertas tersebut akan berubah warna, dan menunjukkan urine memiliki pH yang asam atau basa.

• Pemeriksaan mikroskopis

Terakhir, dokter akan melakukan pemeriksaan mikroskopis untuk melihat kemungkinan adanya partikel-partikel sel darah merah, sel darah putih, atau kristal di dalam urine. Ketiga komponen ini dalam kondisi normal tidak ada dalam urine. Sehingga ketika ditemukan, maka kondisi tersebut menandakan gangguan kesehatan yang perlu dikenali.

Bagi pasien yang menjalaninya, prosedur pemeriksaan urine sangatlah sederhana. Sebab, Anda cukup buang air kecil seperti biasa saat hendak memberikan sampel. Tidak ada efek samping yang akan terjadi setelah pemeriksaan ini dilakukan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323957
Diakses pada 21 Februari 2020

Healhtline. https://www.healthline.com/health/urine-ph#procedure
Diakses pada 21 Februari 2020

Mayo Clinic Laboratories. https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/Clinical+and+Interpretive/9312
Diakses pada 21 Februari 2020

USCF Health. https://www.ucsfhealth.org/medical-tests/003583
Diakses pada 21 Februari 2020

Artikel Terkait