Masakan serba santan saat lebaran memiliki kandungan kalori dan lemak yang sangat tinggi
Hidangan Lebaran seperti opor dan ketupat ternyata menyimpan kalori yang tak sedikit

Lebaran, saatnya merayakan kemenangan! Biasanya, momen ini juga ditandai dengan melimpahnya hidangan Lebaran di rumah. Opor ayam, rendang, ketupat, belum lagi deretan stoples berisi kue kering yang menggiurkan.

Namun di balik itu semua, ada kalori tinggi, biang keladi yang membuat timbangan Anda semakin ke kanan!

Jadi, ada baiknya kalau Anda mengetahui berapa kalori yang terkandung dalam hidangan Lebaran Anda. Jangan sampai rasa kalap usai berpuasa satu bulan, plus euforia hari kemenangan, justru membuat berat badan naik drastis.

Hidangan Lebaran = masakan serba santan

Di Indonesia, sebagian besar hidangan Lebaran identik dengan olahan santan. Jelas, santan adalah salah satu faktor yang membuat negara-negara Asia Tenggara memiliki makanan-makanan lezat. Tapi, apakah hidangan itu cukup sehat jika dikonsumsi berlebihan?

Apalagi, kebanyakan hidangan Lebaran biasanya terbuat dari santan. Kandungan kalori dalam santan sangat tinggi. Sekitar 93% kalorinya adalah lemak. Sebagai analogi, satu cangkir santan saja mengandung sebanyak 552 kalori.

Memang, santan tidak meningkatkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), namun santan bisa meningkatkan level high-density lipoprotein cholesterol atau HDL. Itu sebabnya, kita sebaiknya mengonsumsi santan secara bijak.

Berapa batasan konsumsi kalori?

Sebelum mulai menghitung kalori hidangan Lebaran, ada baiknya kita melihat berapa batasan konsumsi kalori setiap harinya. Kalori adalah jumlah energi yang diperlukan untuk meningkatkan temperatur 1 gram air sebesar 1 derajat Celsius.

Jenis dan banyaknya makanan yang dikonsumsi menentukan berapa banyak kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Dalam sehari, rata-rata kalori yang diperlukan wanita adalah 1.600 hingga 2.400 kalori, sementara pria memerlukan 2.000 hingga 3.000 kalori per hari.

Penting pula untuk diingat bahwa semakin menua usia, semakin pelan pula kemampuan metabolisme tubuh. Artinya, kebutuhan kalori pun ikut menurun.

Yuk, hitung-hitung kalori dalam hidangan Lebaran!

Sekarang saatnya mulai menghitung berapa kalori dari setiap hidangan Lebaran yang biasa ditemui saat hari raya Idulfitri. Berikut ini di antaranya:

  • Rendang

    Umumnya, rendang terbuat dari daging sapi. Dalam setiap penyajian, rendang mengandung 468 kalori. Apabila dibedah lebih jauh lagi, kalori ini terdiri dari 26,57 gram lemak, 10,78 gram karbohidrat, dan 47,23 gram protein.
  • Opor Ayam

    Hidangan selanjutnya yang juga lezat dinikmati dengan ketupat adalah opor ayam. Dalam setiap satu porsi opor ayam, ada 320 kalori. Jumlah ini terdiri dari 11 gram karbohidrat, 15 gram protein, dan porsi terbesar berupa 25 gram lemak.
  • Lontong Sayur

    Berikutnya adalah sajian yang juga diolah dengan santan yaitu lontong sayur. Dalam setiap porsinya, jumlah kalorinya adalah 389 kalori. Porsi terbesar adalah karbohidrat sebesar 57 gram, protein 14,5 gram, dan lemak 11 gram.

Tak hanya hidangan utama saja, sajian lain yang juga bisa membuat kecolongan adalah kue kering lezat yang ada di rumah. Belum lagi jika Anda mencicipi kue kering setiap kali berkunjung ke rumah saudara atau rekan. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi tumpukan kalori.

Berikut beberapa contoh kalori kue kering:

  • Nastar

    Si kuning bulat yang biasanya berisi selai nanas ini ternyata kecil-kecil mengandung kalori cukup tinggi, yaitu 26 kalori per butirnya. Tapi, sangat jarang orang hanya makan satu butir, kan?
    Faktanya, dalam 50 gram kue nastar yaitu sekitar 10 buah, ada kandungan kalori sebesar 512 kkal. Hmm, kalau melihat komposisi bahannya, angka ini masuk akal, ya.
  • Kaastengels

    Bagi pecinta kue dengan rasa gurih, kaastengels alias kue kering keju tentu jadi menu wajib saat Lebaran. Mencicipi satu kaastengels saja, Anda telah mengonsumsi 20 kalori. Artinya, dalam 50 gram kaastengels ada 406 kalori.
  • Putri Salju

    Kue yang satu ini juga mengandung sekitar 23 kalori di setiap butirnya. Belum lagi putri salju sangat manis dengan taburan gula halus.

Tidak ada yang salah dengan menyantap hidangan Lebaran. Namun ingat, tetap batasi asupan kalori yang masuk dalam tubuh. Jika terlalu banyak, kelebihannya akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.

Ekstra kalori ini biasanya tersimpan dalam bentuk trigliserida yang bisa membahayakan jantung jika terakumulasi. Jadi, selamat merayakan hari raya dengan bijak tanpa kalori berlebih, ya!

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/478687-the-effects-of-too-many-calories/
Diakses 8 Mei 2019

Fat Secret. https://www.fatsecret.com/calories-nutrition/generic/beef-rendang Diakses 8 Mei 2019

My Fitness Pal. https://www.myfitnesspal.com/food/calories/indonesian-opor-ayam-19514730
Diakses 8 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323743.php
Diakses 8 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed