logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Berapa Kadar Oksigen dalam Darah Normal? Ketahui Cara Mengukurnya

open-summary

Cara mengukur kadar oksigen dalam darah bisa dengan analisa gas darah atau menggunakan pulse oximetry. Kadar gula darah normal berada pada kisaran 80-100 mm Hg atau punya tingkat SpO2 pada rentang 95-100 persen.


close-summary

24 Feb 2021

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Cara mengukur kadar oksigen dalam darah normal menggunakan pulse oximetry

Kadar oksigen dalam darah normal bisa diukur dengan pulse oximetry

Table of Content

  • Apa itu saturasi oksigen?
  • Cara mengukur saturasi oksigen dalam darah
  • Berapa saturasi oksigen dalam darah yang normal?
  • Apa yang terjadi saat saturasi oksigen dalam darah tidak normal?
  • Cara meningkatkan saturasi oksigen menjadi normal
  • Catatan dari SehatQ

Kadar oksigen dalam darah adalah ukuran berapa banyak oksigen yang dibawa sel darah merah dalam tubuh. Menjaga saturasi oksigen agar tetap normal sangatlah penting.

Advertisement

Jika terlalu rendah, kondisi tersebut bisa memicu gejala serius. Terutama bagi Anda yang menderita penyakit seperti asma, sakit jantung, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Apa itu saturasi oksigen?

Saturasi atau kadar oksigen mengacu pada persentase oksigen dalam darah. Ini adalah peran tubuh dalam mengatur tingkat oksigen.

Perlu Anda perhatikan bahwa menjaga keseimbangan oksigen sangat penting untuk kesehatan tubuh. .

Walaupun tidak perlu memantau saturasi oksigen normal terlalu sering, dokter akan melakukan pemeriksaan jika seseorang menunjukkan tanda-tanda masalah, seperti sesak napas atau nyeri dada.

Baca Juga

  • Berbagai Fungsi Faring pada Sistem Pernapasan dan Pencernaan Manusia
  • Masalah Kesehatan yang Disebabkan Naik Motor Malam Hari
  • Fungsi Laring yang Ternyata Berbeda dengan Tenggorokan

Cara mengukur saturasi oksigen dalam darah

Sebelum membahas berapa kadar oksigen dalam darah yang normal, ada baiknya Anda mengetahui cara cek saturasi oksigen terlebih dahulu.

Hal ini penting agar Anda memahami satuan yang dipakai untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah berdasarkan masing-masing metode.

Mengutip dari Healthline, ada dua metode yang bisa dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya kadar saturasi atau kadar oksigen dalam darah.

1. Tes gas darah

Cara yang pertama adalah analisa gas darah (AGD). Selain mengukur tingkat oksigen, AGD dapat membantu mendeteksi kadar pH dalam darah Anda.

Untuk menganalisa, dokter akan melakukan pengambilan darah lewat pembuluh arteri. Pengambilan darah melalui pembuluh arteri dipilih karena mempunyai denyut nadi dan mengandung oksigen.

Cara ini mengukur oksigen dalam darah memakai satuan mmHg. Analisa atau tes darah ini tergolong sangat akurat, tetapi invasif. Ini bisa memengaruhi keutuhan jaringan tubuh seseorang.

2. Alat pulse oximeter

Sementara itu, metode lain yang untuk mengukur tingkat saturasi oksigen di dalam darah adalah dengan menggunakan alat bernama pulse oximetry.

Alat ini mengukur kadar oksigen dengan memancarkan sinar inframerah ke kapiler di jari tangan. Cara penggunaannya adalah dengan menjepitkan jari tangan.

Nantinya, pulse oximeter akan menunjukkan persentase kadar oksigen dalam darah, yaitu SpO2.

Meskipun begitu, hasil yang ditunjukkan pada layar kemungkinan tidak sepenuhnya akurat, karena mempunyai margin error sekitar 2 persen.

Berapa saturasi oksigen dalam darah yang normal?

Kadar oksigen dalam darah normal tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing orang.

Apabila Anda mempunyai paru-paru yang sehat, tingkat oksigen dalam hasil analisa gas darah akan berada pada rentang 80 dan 100 mm Hg.

Jika pengukuran dilakukan menggunakan pulse oximeter, tingkat SpO2 umumnya antara 95 hingga 100%.

Namun, apabila Anda menderita penyakit paru, tingkat Sp02 akan ada di kisaran 88 hingga 92%.

Apa yang terjadi saat saturasi oksigen dalam darah tidak normal?

Jika AGD menunjukkan hasil di bawah 80 mm Hg atau hasil pengukuran menggunakan pulse oximetry kurang dari 95%, maka kadar oksigen dalam darah Anda tidak normal.

Tingkat oksigen yang berada di bawah batas normal dapat memicu kemunculan sejumlah gejala. Bahkan, kondisi tersebut dapat mengakibatkan komplikasi pada jaringan dan organ tubuh jika tidak segera ditangani.

Berikut ini beberapa gejala yang mungkin muncul saat kadar oksigen dalam darah, khususnya di arteri, di bawah batas normal atau hipoksemia:

  • Linglung,
  • Sakit kepala,
  • Kegelisahan,
  • Sesak napas,
  • Nyeri pada dada,
  • Detak jantung cepat,
  • Bernapas dengan cepat,
  • Gangguan penglihatan.

Lantas, apakah kadar oksigen dalam darah bisa melebihi batas normal? Bisa, tetapi kondisi tersebut sangat jarang terjadi.

Dalam beberapa kasus, penderita kondisi ini umumnya adalah orang-orang yang menggunakan oksigen tambahan sebagai alat bantu pernapasan.

Cara meningkatkan saturasi oksigen menjadi normal

Penyebab rendahnya saturasi oksigen dalam darah dapat terjadi karena berbagai hal. Beberapa faktor yang bisa menjadi pemicunya seperti:

  • Tidak adanya cukup oksigen di udara,
  • Paru-paru tak mampu menghirup dan mengirim oksigen,
  • Ketidakmampuan darah untuk bersirkulasi dengan baik, hingga
  • Penyakit seperti asma, anemia, sakit jantung juga COVID-19.

Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah, seperti:

  • Berjalan kaki sebentar ke luar rumah.
  • Berhenti merokok.
  • Latihan pernapasan perut.
  • Melakukan posisi proning.

Proning atau posisi tengkurap adalah metode medis untuk membantu menenangkan pasien dengan kondisi tertentu. Sebagai contoh, orang dengan kondisi gangguan pernapasan.

Walaupun perlu penelitian lebih lanjut, dokter menemukan bahwa teknik proning dapat membantu pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga parah.

Apabila kadar oksigen terlalu rendah, Anda juga bisa menggunakan alat bantu pernapasan supaya mendapatkan asupan oksigen tambahan.

Penggunaan alat bantu pernapasan juga membantu mengurangi risiko Anda mengalami komplikasi. Meskipun begitu, cara ini hanya boleh dilakukan sesuai dengan anjuran dokter. 

Catatan dari SehatQ

Kadar oksigen dalam darah yang normal berada pada kisaran 80-100 mm Hg atau memiliki tingkat SpO2 pada rentang 95%-100%.

Namun, jumlah tersebut tidak berlaku bagi yang mengalami penyakit pernapasan seperti PPOK maupun asma. Saat jumlah oksigen dalam darah berada di bawah batas normal, bisa memicu timbulnya gejala.

Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, risiko komplikasi akan semakin meningkat.

Jika Anda mengalami gejala hiposekmia, segera berkonsultasi dengan dokter. Penangan sedini mungkin mencegah kondisi yang Anda derita semakin parah.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai saturasi oksigen yang normal? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

asmakekurangan oksigenppoksesak napassaluran pernapasan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved