logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

6 Jenis Protein yang Diperlukan oleh Tubuh

open-summary

Jenis protein yang diperlukan setiap individu dapat berbeda-beda. Hal ini bergantung pada kondisi tubuh, usia, berat badan, dan gaya hidup yang sedang Anda jalani.


close-summary

4.33

(3)

26 Apr 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Telur merupakan salah satu jenis protein yang dibutuhkan oleh tubuh

Telur adalah salah satu makanan dari jenis protein komplet

Table of Content

  • Apa saja jenis-jenis protein?
  • Sumber protein yang baik bagi tubuh
  • Perlukah protein suplemen?
  • Catatan dari SehatQ

Jenis protein yang paling populer dikenal hanya protein nabati atau protein hewani saja, sebenarnya ada yang jauh lebih kompleks dari itu. 

Advertisement

Tentu Anda sudah tahu bahwa protein nabati adalah sumber protein yang berasal dari tumbuhan. Sementara, protein hewani bersumber dari hewan yang bisa dikonsumsi.

Ada juga olahan protein dalam bentuk bubuk yang membantu mencukupi kebutuhan tiap individu.

Begitu pentingnya zat gizi ini untuk tubuh, fungsi protein meliputi banyak hal. Menurut Kementerian Kesehatan RI, protein berfungsi untuk pembentukan antibodi, enzim, komponen struktural, menghasilkan hormon, hingga distribusi molekul ke seluruh tubuh. Semakin tercukupi kebutuhan protein seseorang, akan semakin optimal pula fungsi tubuh.

Apa saja jenis-jenis protein?

Setiap jenis protein dalam tubuh memberikan fungsi yang berbeda-beda. Lantas, apa yang membedakan satu jenis protein dan protein lainnya? Perbedaan utamanya adalah urutan asam amino yang tersusun.

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis protein dalam tubuh beserta fungsinya yang perlu Anda ketahui:

1. Protein hormon

Protein hormon merupakan salah satu jenis protein yang berfungsi sebagai bahan kimia dasar pembentuk hormon. 

Hormon ini bertindak sebagai pembawa pesan kimia yang diantarkan melalui aliran darah. 

Setiap hormon ini akan memengaruhi sel tertentu di dalam tubuh yang dikenal dengan sebutan sel target.

Contohnya, pankreas menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin ini akan diproduksi sebagai respons adanya kadar gula darah (misalnya habis makan). 

Hormon insulin akan dikeluarkan pankreas khusus untuk menarik gula yang ada di dalam darah menuju sel targetnya. Sehingga di darah tidak penumpukan gula.

2. Protein enzim

Salah satu dari jenis-jenis protein lain yang terdapat di dalam tubuh bertugas sebagai pembentuk enzim. Enzim berfungsi untuk mendukung terjadinya reaksi kimia di dalam tubuh.

Contohnya, di dalam tubuh semua sumber zat gizi seperti karbohidrat, protein, dan lemak harus diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana agar lebih mudah diserap oleh tubuh. 

Baca Juga

  • 16 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Menyehatkan
  • Ingin Berhenti Khawatir Berlebihan? Coba 6 Cara Ini
  • Mencuci Sayuran dan Buah yang Tepat, Caranya? (Plus 3 Alternatif Pencuci Alami)

Untuk mengubah zat tersebut, diperlukan beberapa reaksi kimia yang rumit di dalam tubuh. Reaksi kimia tersebut akan berjalan dengan baik jika terdapat enzim di dalam tubuh.

3. Protein struktural

Jenis protein paling besar di dalam tubuh adalah protein struktural. Protein struktural berfungsi sebagai komponen yang penting untuk membangun konstruksi tubuh dari tingkat sel.

Contoh protein struktural yang paling umum adalah keratin dan kolagen. Protein jenis keratin adalah protein yang kuat dan berserat untuk dapat membentuk struktur kulit, kuku, rambut, dan juga gigi. 

Sementara, protein struktural berbentuk kolagen berfungsi sebagai pembentukan tendon, tulang, otot, tulang rawan, dan juga kulit.

4. Protein antibodi

Protein antibodi adalah protein yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari adanya zat asing atau organisme asing yang memasuki tubuh. 

Dengan terpenuhinya kebutuhan protein, maka pembentukan antibodi juga akan semakin optimal dan bersifat semakin protektif terhadap suatu penyakit.

5. Protein transport

Jenis protein di dalam tubuh juga berfungsi sebagai pengantar molekul dan zat-zat gizi di dalam tubuh, contohnya adalah hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein pembentuk sel darah merah.

Hemoglobin akan mengikat oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke jaringan yang membutuhkan. 

Contoh protein transport lainnya adalah serum albumin yang bekerja untuk mengantarkan lemak ke aliran darah.

6. Protein penggerak

Jenis protein mengatur kekuatan dan kecepatan jantung bergerak, serta otot saat berkontraksi. 

Saat tubuh bergerak, akan terjadi kontraksi otot, dan pada kontraksi inilah peran protein penggerak dibutuhkan.

Contohnya, saat Anda menekuk kaki, hal ini akan melibatkan serabut-serabut otot Anda bergerak. Saat serabut otot bergerak ini sebenarnya terjadi reaksi kimia yang berjalan sangat cepat.

Sumber protein yang baik bagi tubuh

Komponen protein terdiri dari asam amino, ibarat potongan puzzle yang menyusun suatu kesatuan. Setidaknya ada 20 asam amino dengan fungsi spesifik dalam tubuh. Kebutuhan akan asam amino ini bisa tercukupi lewat:

1. Protein komplet

Dalam makanan yang mengandung protein komplet, artinya mengandung seluruh asam amino esensial. Sumbernya dari protein hewani. Jenis makanan yang mengandung protein hewani adalah telur, daging, atau produk olahan susu.

2. Protein tidak komplet

Protein tidak komplet mengandung setidaknya satu asam amino esensial, artinya belum seimbang untuk mencukupi kebutuhan protein.

Biasanya, ini didapat dari protein nabati. Jenis makanan yang mengandung protein nabati adalah makanan dari tumbuhan, seperti biji-bijian dan kacang-kacangan.

3. Protein komplementer

Sementara dalam protein komplementer, artinya ada kombinasi antara kedua sumber protein di atas demi mendapatkan asupan maksimal.

Perlukah protein suplemen?

Terkadang ada orang seperti atlet yang perlu suplemen protein dalam bentuk bubuk. Manfaat protein ini adalah untuk memaksimalkan massa otot. 

Selain itu, orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan proteinnya dari makanan juga memerlukan suplemen ini. Contohnya mereka yang sakit, lansia, atau vegetarian dan vegan.

Beberapa jenis-jenis protein suplemen dalam bentuk bubuk (protein powder) yang umum dikonsumsi adalah:

1. Kasein

Kasein adalah protein yang ditemukan dalam susu, namun penyerapannya lebih lambat. Ketika bertemu dengan asam lambung, kasein akan berubah menjadi gel sehingga proses pengosongan perut menjadi lebih lambat.

2. Telur

Sebagai salah satu sumber protein paling populer, telur menyandang skor tertinggi sebagai makanan dengan kualitas protein dan penyerapan asam amino tertinggi.

Berarti, jenis protein yang lebih mudah dicerna oleh tubuh berasal dari protein telur, tepatnya bagian putih telur.

Tak hanya itu, telur juga dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama.

Sementara jika diolah dalam bentuk protein, biasanya yang digunakan hanya putih telur saja. Jenis protein ini memberi asupan 9 asam amino esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

3. Whey protein

Whey mengandung protein tinggi, tetapi rentan menyebabkan alergi laktosa pada orang-orang tertentu. 

Umumnya, orang banyak mengonsumsi whey protein untuk membantu menjaga massa otot, memaksimalkan pemulihan setelah olahraga berat, hingga meningkatkan kekuatan otot.

4. Hemp protein

Untuk jenis protein dari tumbuhan, hemp protein termasuk yang paling populer. Kandungannya kaya akan asam lemak omega-3 dan beberapa asam amino esensial. 

Namun, hemp sangat rendah kandungan asam amino lysine dan leucine sehingga disebut protein yang tidak komplet.

5. Protein dari campuran tumbuhan

Jenis protein lain yang bisa jadi alternatif para vegan maupun vegetarian adalah mixed plant proteins atau protein dari campuran tumbuhan. 

Biasanya, campurannya terdiri dari beras cokelat, hemp, alfalfa, chia seed, flax seed, tunas bunga thistle, atau quinoa. Ini dapat dikategorikan sebagai contoh protein nabati.

Catatan dari SehatQ

Tentu saja jenis protein nabati tinggi akan serat sehingga proses cernanya lebih lama ketimbang protein hewani. 

Mungkin tidak masalah bagi sebagian orang, tetapi ini juga berarti asam amino yang bisa langsung digunakan tubuh setelah berolahraga lebih terbatas.

Dari beberapa jenis di atas, tentu bukan berarti ada yang lebih diunggulkan. 

Semuanya bergantung pada kebutuhan setiap individu, apakah untuk menambah massa otot, mengurangi berat badan, hingga jenis-jenis protein yang cocok bagi vegetarian dan vegan. 

Tidak semua orang memerlukan protein bubuk, tetapi suplemen ini bisa sangat membantu mereka yang tidak mendapat cukup asupan protein hanya dari makanan.

Idealnya, orang dewasa mengonsumsi 50 gram protein setiap harinya sebagai bagian dari asupan kalori sebanyak 2.000. Kebutuhan ini bisa berbeda, bergantung pada kondisi tubuh masing-masing. 

Jika mengacu pada berat badan, perhitungannya adalah 0,8 gram protein per kilogram berat badan.

Faktor lain seperti usia, jenis kelamin, aktivitas, hingga kondisi sedang hamil atau tidak juga turut memegang peran. 

Jika ingin mengetahui berapa kebutuhan protein bagi diri Anda, konsultasikan pada ahli gizi atau dokter, sembari mempertimbangkan apakah perlu tambahan jenis-jenis protein berupa suplemen.

Anda juga bisa konsultasi gratis dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

proteinhidup sehatpola hidup sehatmakanan sehat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved