Warna Kulit Manusia Bisa Beragam Karena Ini


Warna kulit manusia berbeda-beda. Para penduduk di negara beriklim dingin, cenderung mempunyai warna kulit terang. Sementara itu, masyarakat di wilayah tropis, biasanya memiliki kulit dengan warna lebih gelap. Mengapa demikian?

(0)
28 Jun 2020|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Warna kulit manusia bisa beragam, tergantung tempat tinggalnya.Melanin berperan dalam warna kulit manusia yang berbeda-beda.

Mengapa warna kulit manusia dari setiap negara bisa berbeda-beda?

Biasanya, kelompok individu yang berasal dari negara tropis, cenderung memiliki kulit yang berwarna lebih gelap daripada mereka yang berasal dari negara dengan iklim lebih dingin. Ternyata, warna kulit berhubungan erat dengan kondisi geografis dan radiasi sinar ultraviolet (UV).Para ilmuwan percara, faktor genetik berperan penting dalam fisiologi manusia. Mereka menemukan, faktor genetik berhubungan dengan pigmen kulit. Gen tersebut termasuk gen yang memengaruhi respons terhadap sinar UV dan risiko melanoma.

Warna kulit manusia penghuni wilayah tropis Vs. wilayah beriklim dingin

Penduduk negara tropis cenderung memiliki kulit dengan warna lebih gelap.
Sepanjang waktu, para ilmuwan yang mempelajari tubuh manusia menemukan bahwa variasi warna kulit bersifat adaptif, dan bisa diturunkan dari orangtua pada anak.Karakteristik ini berkaitan erat dengan kondisi geografis dan paparan sinar UV dari matahari.Berdasarkan wilayah geografisnya, berikut ini perbedaan warna kulit manusia penduduk wilayah tropis dan wilayah beriklim dingin.

1. Warna kulit manusia penduduk wilayah tropis:

Para penduduk wilayah tropis lebih berisiko terpapar sinar radiasi UV matahari yang berbahaya. Oleh karena itu, warna kulit mereka cenderung menjadi lebih gelap. Sebab, tubuh memproduksi lebih banyak melanin untuk menangkal efek buruk sinar UV.Selain itu dari generasi ke generasi, muncul kecenderungan produksi melanin dalam jumlah tertentu pada tubuh anak, yang diturunkan dari orangtuanya.

2. Warna kulit manusia penduduk wilayah dingin:

Sebaliknya para penduduk di negara-negara belahan utara bumi, biasanya memiliki kulit berwarna terang. Sebab, mereka tidak banyak terpapar sinar UV matahari yang berbahaya. Akibatnya, tubuh tidak memproduksi banyak melanin dan warna kulit pun akhirnya cerah.Kulit yang berwarna cerah ini memungkinkan lebih banyak sinar UV masuk ke kulit, dan mebantu tubuh memproduksi vitamin D esensial yang diperlukan.

Apa itu melanin dan peran pentingnya bagi kulit manusia?

Dalam jumlah tertentu, sinar UV sebenarnya bisa memperkuat tulang.
Warna kulit manusia dipengaruhi oleh jumlah melanin pada kulit. Melanin adalah pigmen berwarna cokelat gelap hingga hitam, yang diproduksi sel bernama melanosites. Melanin berguna dalam menjaga kulit dari bahaya sinar UV, yang bisa menyebabkan kanker kulit.Melanin, pigmen cokelat pada kulit ini, sebenarnya merupakan tabir surya alami yang melindungi manusia dari berbagai efek berbahaya. sinar UV. Seberapa bahayakah paparan sinar UV pada kulit?Sinar UV bisa menhilangkan asam folat, nutrisi penting untuk pertumbuhan janin yang sehat. Dalam jumlah tertentu, sinar UV yang masuk ke dalam kulit bsia membantu tubuh menggunakan vitamin D dalam menyerap kalsium untuk memperkuat tulang.Itulah sebabnya, orang-orang yang bermigrasi dari wilayah tropis ke negara dengan paparan sinar matahari minim, akhirnya memiliki warna kulit yang lebih terang. Kondisi ini memungkinan sinar UV masuk ke kulit dan memproduksi vitamin D.Sementara itu, kulit berwarna lebih gelap yang dimiliki para penduduk di sekitar Khatulistiwa, ternyata berperan penting dalam mencegah kekurangan asam folat.

Warna kulit manusia dan potensi penyakitnya

Warna kulit manusia juga ternyata bisa memberikan petunjuk tentang proses terjadinya suatu penyakit. Misalnya, bercak merah pada kulit atau eritematosa menandakan pertumbuhan jaringan abnormal pada kulit atau lesi.Meski demikian, penting untuk memastikan perkembangan eritema tersebut, termasuk memucat, maupun hilang ketika ditekan. Sebab, kondisi ini ternyata bisa mengindikasikan bahwa eritema terjadi karena pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi), atau peradangan pembuluh darah kecil (purpura), yang memicu perdarahan di dalam kulit.Yang juga berpengaruh pada pigmen pada kulit adalah hipoksia, penggunaan obat oles, konsumsi obat minum, atau bahkan infeksi.

Tipe warna kulit manusia berdasarkan respons terhadap sinar matahari

Lebih lanjut, ternyata ada variasi dalam warna kulit normal, pada populasi penduduk secara umum. Variasi warna kulit ini bisa muncul akibat perbedaan jumlah melanin dan pendistribusiannya di dalam epidermis atau lapisan terluar kulit.Terkadang, istilah warna kulit dipakai untuk merujuk warna kulit yang lebih gelap dibandingkan warna kulit terang. Namun, dokter spesialis kulit biasanya menggunakan skala Fitzpatrick seperti berikut ini, yang mengelompokkan warna kulit berdasarkan responsnya terhadap paparan sinar matahari.
  • Tipe I: sangat mudah terbakar, tapi tidak pernah berubah menjadi kecokelatan
  • Tipe II: biasanya terbakar, kemudian menjadi kecokelatan
  • Tipe III: mungkin terbakar, kemudian berubah menjadi kecokelatan dengan baik
  • Tipe IV: jarang terbakar, tapi bisa berubah menjadi kecokelatan
  • Tipe V: sangat jarang terbakar, bisa berubah menjadi kecokelatan
  • Tipe VI: sangat jarang terbakar, bisa berubah menjadi kecokelatan gelap

Lalu, apakah warna kulit manusia bisa diubah?

Krim dengan kandungan molekul serupa hormon seksual wanita, bisa mengubah warna kulit.
Para ilmuwan telah menemukan mekanisme sel-sel kulit manusia dalam mengontrol pigmentasi. Temuan ini berpotensi dikembangkan menjadi cara yang aman untuk membuat warna kulit manusia lebih terang atau lebih gelap.Berdasarkan temuan para ilmuwan, ternyata hormon estrogen dan progesteron sebagai hormon seksual utama pada wanita, bisa memengaruhi warna kulit. Estrogen bisa membuat warna kulit lebih gelap, sedangkan progesteron dapat menjadikannya lebih terang.Meski hasil riset tersebut masih terbatas, ada penelitian lain yang mengungkapkan adanya dua reseptor sel yang bisa memengaruhi perubahan warna pada sel kulit bernama melaosit.Lebih lanjut, para peneliti juga menemukan dua molekul serupa estrogen dan progesteron yang bisa membuat reseptor tersebut aktif, sehingga memicu perubahan warna kulit menjadi lebih gelap maupun semain cerah, tanpa memicu perubahan lain pada tubuh.Dengan demikian, krim yang mengandung kedua molekul tersebut, dipercaya bisa mengubah warna kulit, untuk tujuan kecantikan.Selain itu, krim tersebut pun diharapkan mampu mengatasi gangguan pigmen pada penderita vitiligo. Yang dimaksud vitiligo adalah sebuah kondisi autoimun penyebab sebagian kulit tidak mampu memproduksi melanin.

Catatan dari SehatQ:

Sebagai penduduk yang tinggal di sekitar Khatulistiwa, warna kulit masyarakat Indonesia kebanyakan sawo matang. Tingginya produksi melanin dalam kulit kita berguna untuk menangkal paparan sinar UV dari matahari.Untuk membantu mengurangi risiko buruk akibat paparan sinar UV tersebut, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan di waktu pagi hingga sore hari.
kesehatan kulitkulit dan kecantikanpenyakit kulit
National Center for Families Learning.
https://www.wonderopolis.org/wonder/why-are-people-all-different-colors
Diakses pada 15 Juni 2020
ScienceDirect.
https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/skin-color
Diakses pada 15 Juni 2020
Smithsonian National Museum of Natural History.
https://humanorigins.si.edu/evidence/genetics/human-skin-color-variation/modern-human-diversity-skin-color
Diakses pada 15 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait