logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Beragam Tanda Bahaya Masa Nifas yang Wajib Diwaspadai Para Ibu Baru

open-summary

Selama masa nifas, tubuh wanita akan mengalami sejumlah perubahan, dan hal ini normal terjadi. Namun ada pula sederet perubahan yang patut Anda waspadai karena bisa menjadi gejala komplikasi. Untuk itu, penting mengetahui tanda bahaya nifas yang harus segera diperiksakan ke dokter.


close-summary

3.36

(25)

22 Des 2019

| Rieke Saraswati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sembelit dengan kram perut bisa menjadi tanda bahaya masa nifas yang perlu diwaspadai

Sembelit maupun wasir bisa saja terjadi selama masa nifas

Table of Content

  • Apa sajakah tanda bahaya masa nifas?

Masa nifas umumnya berlangsung hingga enam minggu setelah melahirkan. Dalam jangka waktu tersebut, tubuh wanita akan mengalami sejumlah perubahan, dan proses ini termasuk wajar. Meski begitu, tetap ada sejumlah perubahan yang harus Anda waspadai. Pasalnya, kondisi ini bisa saja terkait dengan komplikasi pascapersalinan dan menjadi tanda bahaya masa nifas.

Advertisement

Baca Juga

  • Keluar Cairan Kuning dan Berbau Setelah Nifas, Apa Penyebabnya?
  • Masa Nifas Lebih dari 40 Hari, Normal atau Tidak?
  • Mengenal Depresi Postpartum, Kondisi Stres Setelah Melahirkan yang Berbahaya

Apa sajakah tanda bahaya masa nifas?

Selama beberapa minggu pascamelahirkan, wajar jika Anda merasa nyeri di area perut atau tidak nyaman pada luka jahitan. Umumnya, keluhan-keluhan ini akan berkurang seiring waktu.

Namun ada baiknya Anda tetap cermat mengamati tanda-tanda bahaya masa nifas yang mungkin terjadi. Pasalnya, masalah kesehatan usai melahirkan dapat menghambat pemulihan sang ibu serta mengganggu ikatan ibu-bayi.

Terlebih bagi, sebagian wanita juga terkadang sulit untuk membedakan antara gejala nifas yang normal dan keluhan yang merupakan komplikasi masa nifas.

Agar selalu waspada, mari kenali tanda bahaya masa nifas yang paling umum berikut ini:

1. Perdarahan yang berlebih

Perdarahan setelah melahirkan adalah hal yang normal. Kondisi ini bisa berlangsung selama dua hingga enam minggu, dan akan berkurang seiring waktu.

Namun para ibu baru patut memeriksakan diri ke dokter jika perdarahan yang terjadi terasa berlebih. Berikut gejalanya:

  • Perdarahan tidak kunjung berkurang.
  • Ada gumpalan darah yang tampak lebih besar di antara darah.
  • Darah yang keluar terus-menerus berwarna merah terang meski sudah lewat dari 3-4 hari.
  • Volume darah sempat berkurang, tapi mendadak kembali banyak.
  • Darah kembali berwarna merah terang, padahal sebelumnya sudah berubah menjadi gradasi merah yang lebih gelap.
  • Muncul nyeri atau kram seiring dengan peningkatan aliran darah.
  • Lemas dan pucat.

Terlalu banyak beraktivitas atau kurang istirahat juga bisa membuat volum darah semakin banyak. Tapi perdarahan biasanya akan berkurang setelah Anda beristirahat.

Baca juga: Komplikasi Perdarahan Post Partum, Penyebab Utama Kematian Ibu Setelah Melahirkan

2. Infeksi masa nifas

Pascamelahirkan, ibu punya risiko mengalami infeksi, yaitu infeksi postpartum. Meskipun jarang terjadi, infeksi ini dapat terjadi pada rahim, serviks, vagina, atau perineum.

Usai persalinan, ada kemungkinan terjadinya robekan pada jalan lahir atau perineum, luka terbuka pada rahim di tempat menempelnya plasenta, atau luka operasi setelah operasi caesar. Daerah yang mengalami luka tersebut menjadi lebih rentan terkena infeksi perineum pada masa nifas.

Pada masa nifas atau infeksi post partum, baik setelah persalinan normal maupun operasi Caesar, robekan atau jahitan dapat terasa tidak nyaman. Hal ini tentu saja termasuk wajar.

Anda patut waspada jika jahitan terasa makin sakit. Keluhan ini bisa saja menjadi tanda adanya infeksi maupun tanda bahaya masa nifas.

Selain jahitan yang sakit, gejala infeksi lainnya yang mesti diperhatikan meliputi:

  • Demam.
  • Kemerahan pada luka bekas jahitan.
  • Kulit bekas jahitan dan di sekitarnya yang terasa hangat saat disentuh.
  • Keluar cairan atau lendir dari luka jahitan.
  • Nyeri atau perih saat buang air kecil, apabila Anda melahirkan normal.

Cara mengobati infeksi nifas yang baru mencapai tahap awal dapat ditangani dengan pemberian obat antibiotik dari dokter. Tapi jika infeksinya sudah parah, Anda mungkin butuh pengobatan yang lebih agresif atau bahkan rawat inap.

3. Nyeri payudara

Nyeri payudara adalah komplikasi masa nifas yang sering terjadi. Biasanya, keluhan ini muncul karena Anda baru belajar menyusui. Misalnya, belum menemukan posisi menyusui dan mulut bayi belum bisa menempel dengan pas pada puting.

Sebagai akibatnya, puting juga bisa mengalami lecet-lecet hingga berdarah. Apabila terjadi perdarahan pada puting, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter maupun konsultan laktasi Anda untuk mengatasinya.

Jika Anda tidak menyusui, nyeri payudara bisa diredakan dengan kompres hangat atau dingin. Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyari.

Namun baik ibu baru menyusui maupun tidak, sama-sama harus mewaspadai tanda bahaya masa nifas yang berupa mastitis.

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara. Kondisi ini terutama muncul pada awal-awal produksi Air Susu Ibu (ASI).

Ketika nyeri payudara disertai kuilt payudara yang kemerahan, terasa hangan saat disentuh, demam, pegal-pegal, atau tidak enak badan seperti gejala flu, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

4. Depresi pascamelahirkan

Mudah merasa sedih setelah melahirkan adalah hal yang wajar dan sering dialami oleh para ibu. Tapi jika kondisi ini berlangsung lebih dari dua minggu dan mengganggu ikatan ibu-bayi, bisa jadi Anda mengalami depresi pascamelahirkan (postpartum depression) yang menjadi salah satu tanda bahaya masa nifas.

Segeralah temui dokter atau psikolog apabila Anda merasa mengalami baby blues atau depresi pascamelahirkan. Jika terlambat dideteksi atau terus dibiarkan, tanda bahaya pada masa nifas yang satu ini akan semakin buruk dan berbahaya.

Jangan anggap ramah kondisi ini, karena bisa membahayakan nyawa ibu bahkan bayi, kondisi depresi pascamelahirkan yang tidak ditangani bisa berakibat munculnya gejala psikosis seperti adanya suara-suara atau ajakan-ajakan menyakiti diri sendiri dan bayi, tidak jarang Anda mendengar berita perihal ibu menyakiti bayi nya, bisa jadi disebabkan oleh kondisi ini.

Para ahli juga menemukan bahwa anak-anak bisa terkena dampak dari kondisi mental orangtua yang tak tertangani dengan baik, termasuk depresi pascamelahirkan ini. Anak-anak tersebut diduga lebih rentan untuk mengamuk (temper tanrtum), tidak bisa merasa nyaman, serta mengalami gangguan tidur dan masalah perkembangan kognitif.

Sebagian besar kasus depresi pascamelahirkan berhasil ditangani dengan obat-obatan atau kombinasi obat-obatan dan psikoterapi.

5. Inkontinensia urine

Usai melahirkan, wanita kerap mengalami inkontinensia urine atau sulit menahan keinginan buang air kecil. Akibatnya, Anda bisa mengompol karena tak mampu menahan pipis. Meski tak berbahaya, komplikasi ini dapat membuat Anda tidak nyaman dan malu.

Melakukan senam Kegel bisa membantu Anda dalam menangani masalah inkontinensia urine. Latihan otot dasar panggul ini bisa dilakukan dengan seolah-olah menahan buang air kecil selama beberapa detik. Ulangi proses ini selama beberapa kali dalam sehari.

Otot yang Anda gunakan saat menahan buang air tersebut merupakan otot dasar panggul yang perlu dikencangkan agar Anda tidak lagi mengompol.

Jika inkontinensia urine disertai tanda bahaya masa nifas di bawah ini, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter:

  • Sulit berjalan
  • Ada bagian tubuh tertentu yang lemas atau kesemutan
  • Gangguan bicara
  • Tidak bisa melihat
  • Kebingungan atau linglung
  • Penurunan kesadaran atau pingsan
  • Tidak bisa menahan buang air besar

Baca juga: Seperti Apa Warna Darah Nifas yang Normal?

6. Inkontinensia tinja

Inkontinensia tinja adalah kondisi sulit menahan buang air besar (BAB), sehingga Anda bisa mengalami cepirit. Bila terjadi setelah melahirkan, kondisi ini bisa disebabkan oleh melemahnya otot maupun cedera saat persalinan.

Jangan cemas, kesulitan menahan BAB biasanya akan membaik seiring waktu. Namun segera temui dokter bila inkontinensia tinja semakin sering atau parah serta mengganggu aktivitas, karena ini bisa menjadi tanda bahaya masa nifas.

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan beberapa latihan otot dasar panggul. Tindakan medis atau operasi juga bisa dianjurkan jika dinilai perlu.  

7. Konstipasi atau sembelit

Tak jarang, ibu baru bisa pula mengalami sembelit atau konstipasi selama masa nifas. Anda dapat mengatasi kesulitan BAB ini dengan menambah asupan serat dan lebih sering minum air putih.

Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika kondisi-kondisi berikut juga menyertai konstipasi Anda:

  • Sakit atau kram perut
  • Terjadi lebih dari dua minggu
  • Terdapat darah di tinja
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri atau perih saat buang air besar

8. Wasir

Sembelit bisa memicu kondisi wasir atau hemoroid. Pasalnya, tinja yang keras akan menyebabkan Anda refleks mengejan terlalu kuat, sehingga pembuluh darah anus akan membesarkemudian terbentuklah wasir.

Untuk menangani hemoroid, Anda juga bisa menggunakan salep khusus wasir. Anda juga dapat memakai obat pencahar, namun selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dulu.

Periksakan kondisi wasir Anda ke dokter jika disertai dengan gejala-gejala yang meliputi:

  • Rasa nyeri
  • Perdarahan pada dubur
  • Tinja berwarna merah karena gejala ini bisa menandakan perdarahan
  • Tak kunjung sembuh meski Anda sudah menggunakan salep wasir

9. Komplikasi nifas lainnya

Ada beberapa komplikasi yang jarang terjadi pada masa nifas, namun tetap harus diwaspadai. Contoh tanda bahaya nifas ini meliputi sepsis atau infeksi darah, deep vein thrombosis (DVT), masalah kardiovaskular, stroke, serta emboli baru yang ditandai dengan nyeri dada hingga sesak napas.

Baca juga: Masa Nifas Lebih dari 40 Hari, Normal atau Tidak?

Di samping memerhatikan buah hatinya, para ibu baru juga diharapkan mencermati kondisi tubuhnya sendiri maupun tanda-tanda bahaya masa nifas yang mungkin terjadi. Pasangan dan keluarga pun diharapkan bisa memberikan dukungan.

Dikutip dari Mayo Clinic, guna mencegah komplikasi pascamelahirkan, upayakan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter, khususnya pada tiga minggu pertama setelah persalinan. Selain memeriksakan kondisi fisik, Anda juga dapat menceritakan kesulitan yang Anda alami pada dokter. Dengan ini, dokter bisa memberikan saran yang sekiranya bisa membantu Anda.

Jangan sungkan juga untuk bercerita dan meminta bantuan pada pasangan maupun anggota keluarga agar perawatan pascamelahirkan menjadi lebih mudah. Dengan adanya dukungan dari pasangan dan keluarga, Anda niscaya akan cepat pulih.

Persiapkan pula masa nifas sejak Anda masih hamil, tambah pengetahuan dengan membaca informasi yang akurat atau rajin bertanya ke dokter kandungan Anda. Misalnya, tentang mitos dan fakta seputar persalinan, pemberian ASI dan serba-serbi ibu baru.

Konsultasi ke dokter akan memberikan pengetahuan mengenai hal yang harus diingat, serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika Anda sudah melahirkan. Dengan ini, Anda takkan mudah terkena mitos yang justru keliru dan malah membahayakan Anda.

Jika Anda ingin berkonsultasi pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

pendarahan pasca melahirkandepresi pascapersalinaninfeksi postpartum

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved