Beragam Risiko Jika Anda Memakai Air Liur untuk Pelumas Seks


Penggunaan air liur sebagai pelumas seks dinilai praktis. Namun hal ini tidak disarankan karena berpotensi menyebabkan iritasi hingga membahayakan kesehatan.

(0)
14 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penggunaan air liur sebagai pelumas seks dinilai cepat dan praktisPenggunaan air liur sebagai pelumas seks dinilai praktis
Pelumas seks kerap digunakan untuk memperlancar hubungan intim. Meski demikian, bagaimana jika pelumas yang digunakan adalah air liur?Bagi sebagian orang, penggunaan air liur sebagai pelumas saat berhubungan intim dinilai praktis dan mudah. Pasalnya, ludah dianggap bahan alami, gampang didapat, serta tersedia kapan saja.Terlebih lagi jika Anda lupa membeli produk pelumas dan ingin cepat-cepat melakukan hubungan intim. Tapi bagaimanakah keamanan pemakaian air liur untuk pelumas seks tersebut?

Risiko menggunakan air liur sebagai pelumas seks

Penggunaan air liur sebagai pelumas seks ternyata tidak disarankan dari sisi kesehatan. Apakah alasannya?
  • Dapat menularkan penyakit

Berbagai penyakit, termasuk penyakit menular seksual, dapat ditularkan melalui air liur. Salah satu contohnya adalah herpes.Bila pasangan Anda mengalami herpes yang sedang aktif dan memberikan air liurnya sebagai pelumas di kemaluan Anda, Anda mungkin saja terkena herpes genital.Hal ini patut diwaspadai karena beberapa jenis herpes bisa tidak memiliki gejala meski sedang aktif. Bila menyebabkan keluhan, gejala herpes bisa berupa luka pada bibir atau area mulut.Di samping herpes, ada pula sederet infeksi menular seksual yang bisa menyebar melalui ludah penderita. Contohnya, gonore, klamidia, HPV, dan sifilis.
  • Meningkatkan risiko infeksi vagina

Variasi bakteri di air liur berbeda dengan variasi bakteri di vagina. Karena itu, bila bakteri dalam ludah bertemu atau bercampur dengan bakteri pada vagina, kondisi ini bisa mengubah ekosistem atau mikrobioma bakteri di vagina.Perubahan mikrobioma pada vagina berpotensi membuat kaum hawa lebih rentan mengalami infeksi jamur maupun bakteri, seperti vaginosis bakteri. Jadi penggunaan air liur sebagai pelumas seks sebaiknya dihindari.
  • Tidak sebaik pelumas seks komersil

Tekstur air liur tidak sebaik pelumas alami yang memang dihasilkan oleh vagina atau pelumas seks yang dijual di pasaran. Pasalnya, ludah kurang licin dan lebih cepat menguap dari pelumas pada umumnya.Pelumas seks yang bertekstur tidak tepat, seperti air liur, kurang efektif dan berpotensi membuat vagina tetap kering. Berhubungan seks saat vagina kering tidak dianjurkan karena gesekan bisa melukai dinding vagina.

Alternatif pelumas seks komersil yang bisa dipilih

Daripada menggunakan air liur yang berisiko, Anda lebih disarankan untuk merangsang pasangan atau melakukan pemanasan dengan baik. Dengan ini, jumlah pelumas alami dari vagina semakin banyak supaya hubungan intim lebih nikmat.Bila hal tersebut sulit dilakukan, ada baiknya Anda dan pasangan menggunakan pelumas seks yang dijual bebas. Sebagai saran, beberapa jenis pelumas komersil di bawah ini termasuk aman untuk digunakan:
  • Pelumas seks berbahan dasar air

Jenis pelumas seks dengan bahan dasar air paling sering ditemukan. Pelumas ini umumnya mengandung gliserin yang tidak menyebabkan iritasi vagina.Pelumas ini juga kerap tersedia dalam berbagai rasa. Namun pelumas berbahan air dinilai cepat kering dan meningkatkan risiko infeksi jamur.
  • Pelumas seks berbahan dasar silikon

Pelumas ini termasuk tahan lama, tidak berbau, tidak berasa, dan tersedia dalam varian hypoallergenic (tidak menyebabkan alergi). Meski demikian, tekstur silikon membuat pelumas seks ini lebih sulit dibersihkan.
  • Pelumas seks berbahan dasar minyak

Pelumas dengan bahan dasar minyak terbuat dari bahan alami (seperti minyak kelapa) atau bahan sintesis (seperti mineral oil).Pelumas ini aman untuk vagina, bahkan aman untuk ditelan. Namun pelumas berbahan dasar minyak, terutama yang dari bahan sintesis, tidak cocok jika digunakan bersama kondom berbahan lateks.
  • Pelumas seks berbahan dasar alami

Pelumas seks ini terbuat dari ekstrak berbagai tumbuhan, bebas paraben, aman digunakan, dan dinilai baik untuk keberlangsungan lingkungan. Meski begitu, umur simpannya termasuk singkat serta harganya lebih mahal dibanding jenis pelumas lain.

Catatan dari SehatQ

Pemilihan air liur sebagai pelumas seks saat melakukan hubungan intim tidak disarankan. Pasalnya, ludah berpotensi menimbulkan iritasi hingga membahayakan kesehatan.Anda dianjurkan untuk menggunakan pelumas seks komersil yang bisa didapatkan secara bebas di apotek-apotek terdekat. Namun pastikan Anda dan pasangan tetap memilih jenis pelumas dengan bahan yang aman dan cocok untuk Anda.Akan kebih baik lagi apabila Anda melakukan pemanasan atau foreplay yang baik sebelum berhubungan intim. Dengan ini, vagina akan memproduksi banyak pelumas alami sehingga hubungan intim bisa lebih sehat dan tidak menyakitkan.
hubungan seks
Health. https://www.health.com/condition/sexual-health/saliva-as-lubricant
Diakses pada 14 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/vaginal-lubricants
Diakses pada 14 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326450
Diakses pada 14 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/sex-relationships/features/sex-why-foreplay-matters-especially-for-women
Diakses pada 14 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait