Beragam Obat Asam Urat Ini Bisa Anda Temukan di Apotek

Obat asam urat di apotek bisa digunakan untuk meredakan gejala nyeri gout maupun menurunkan kadar asam urat
Obat asam urat umumnya digunakan untuk mengurangi gejala nyeri

Penyakit akibat asam urat tinggi umumnya menimbulkan masalah di ginjal dan nyeri sendi atau disebut juga artritis gout. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi dengan penggunaan obat asam urat di apotek.

Obat-obatan tersebut bertujuan mengatasi nyeri sendi, menurunkan kadar asam urat, hingga mencegah kambuhnya penyakit. Namun jangan asal menggunakannya.

Kenapa penyakit asam urat terjadi?

Penyakit asam urat muncul karena ginjal tidak dapat mengeluarkan asam urat. Akibatnya, terjadi penumpukan asam urat dalam sendi.

Nyeri tak tertahankan hingga pembengkakan (terutama pada area jempol kaki) biasa mendera penderitanya. Oleh sebab itu, obat asam urat di apotek umumnya bertujuan mengurangi gejala ini.  

Di samping mengundang nyeri, ada pula jenis obat asam urat di apotek yang berfungsi menurunkan kadar asam urat dalam tubuh penderita sekaligus mencegah risiko kambuhnya gejala gout.

Meski begitu, penggunaan obat penyakit asam urat harus sesuai dengan anjuran dokter. Pasalnya, dosis dan jenis obatnya tidak boleh sembarangan dan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan penderita gout secara keseluruhan.

Obat asam urat di apotek untuk atasi nyeri sendi

Terdapat berbagai jenis obat penyakit asam urat yang bisa dianjurkan oleh dokter dalam mengatasi nyeri sendi. Beberapa di antaranya meliputi: 

1. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

OAINS tergolong sebagai obat penghilang nyeri, rasa sakit, hingga peradangan. Beberapa jenis OAINS yang umum diberikan untuk mengatasi gejala penyakit asam urat adalah ibuprofen, indomethacin, celecoxib, dan naproxen sodium.

Dokter mungkin akan meresepkan dosis obat yang lebih tinggi untuk menghentikan nyeri dan peradangan ketika penderita memiliki kadar asam urat yang tinggi. Dosis lalu disesuaikan dan diikuti oleh dosis harian yang lebih rendah untuk mencegah kekambuhan penyakit di kemudian hari. 

Efek samping obat OAINS yang ringan adalah sakit perut. Namun pada kasus yang lebih parah, obat ini bisa memicu efek samping yang parah, seperti perdarahan pada usus hingga penurunan fungsi ginjal. 

2. Colchicine

Colchicine juga termasuk obat asam urat di apotek, yang direkomendasikan oleh dokter. Fungsinya sama seperti OAINS, yaitu meredakan rasa nyeri akibat penyakit asam urat sekaligus mencegah kekambuhan serangan gejala gout. 

Jika Anda mengalami gejala asam urat, seperti pembengkakan sendi yang parah dan demam, dokter bisa menganjurkan Anda untuk mengonsumsi colchicine sebanyak 2 tablet dalam satu waktu. Kemudian Anda perlu meminum 1 tablet lagi pada 1 jam setelahnya. 

Untuk mencegah kambuhnya asam urat, colchicine selanjutnya dapat dikonsumsi sebanyak 1-2 tablet dalam sehari.

Namun sebelum menggunakan colchicine, perlu diketahui bahwa konsumsi obat ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping tertentu. Mulai dari mual, muntah, diare, sampai gangguan fungsi ginjal. 

3. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid umumnya akan diberikan pada penderita penyakit asam urat apabila OAINS dan colchicine tidak mampu mengurangi nyeri sendi akibat gout. Obat-obatan yang mengandung kortikosteroid dapat diberikan dalam bentuk oral (minum) maupun suntikan.

Jika diberikan dalam bentuk oral, dokter mungkin memberikan dosis tinggi pada tahap awal. Kemudian dokter mengurangi dosisnya secara bertahap dalam beberapa minggu. 

Sementara injeksi kortikosteroid bisa diberikan melalui intravena atau disuntikkan langsung ke sendi yang mengalami pembengkakan.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan kortikosteroid meliputi perubahan suasana hati (mood), peningkatan tekanan darah, dan peningkatan kadar gula darah. 

Tak hanya nyeri sendi yang menjadi masalah bagi penderita gout, kadar asam urat yang tinggi dalam darah mereka juga harus dikurangi.

Obat asam urat di apotek untuk turunkan kadar asam urat 

Selain bertujuan menurunkan kadar asam urat dalam tubuh penderita, obat-obatan penurun asam urat ini juga bisa membantu dalam mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari. Kendati demikian, harap diingat bahwa jenis obat-obatan di bawah ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter:

1. Probenecid

Probenecid adalah jenis obat penyakit asam urat yang membantu tubuh untuk mengeluarkan asam urat berlebih melalui urine. Bagi Anda yang mengonsumsinya, dianjurkan untuk minum setidaknya 2 liter air dalam sehari. Langkah ini akan mencegah terbentuknya endapan kristal asam urat. 

Sebelum menggunakan probenecid, beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah pada ginjal atau riwayat batu ginjal. Demikian pula bila Anda sedang minum aspirin maupun jenis obat-obatan lainnya. 

2. Allopurinol

Mirip dengan probenecid, allopurinol juga berfungsi mengurangi kadar asam urat dalam darah. Beritahukan pada dokter jika Anda pernah atau sedang mengidap gangguan ginjal.

Penderita penyakit ginjal umumnya masih boleh mengonsumsi allopurinol. Tetapi dosis penggunaannya mungkin perlu disesuaikan. 

Efek samping penggunaan allopurinol meliputi sakit perut, sakit kepala, diare, dan ruam-ruam. Hentikan penggunaan obat ini bila Anda mengalami ruam atau demam, lalu segera hubungi dokter.

3. Febuxostat

Febuxostat adalah obat yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan asam urat dalam tubuh. Karena itu, jenis obat ini kerap digunakan untuk mencegah serangan gout pada penderita.

Jenis obat asam urat ini dapat digunakan oleh pasien dengan gangguan ginjal ringan hingga sedang. Namun febuxostat tidak dianjurkan untuk diminum bersamaan dengan 6-mercaptopurine (6-MP) dan azathioprine.

Ketika mengonsumsi febuxostat, efek samping yang bisa terjadi meliputi pusing, ruam, serta nyeri, kaku, atau bengkak pada sendi.

Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping yang serius, seperti sakit dada (khususnya yang menyebar hingga ke lengan dan bahu), pingsan, linglung, demam, serta sakit perut dan rasa mual yang parah.

4. Pegloticase

Obat gout pegloticase akan diberikan pada penderita apabila jenis obat-obatan lain tidak efektif dalam mengatasi penyakit asam urat. Penderita penyakit asam urat kronis termasuk golongan orang yang umumnya memerlukan pegloticase melalui suntikan intravena. 

Bagi penderita gout yang memiliki alergi terhadap obat pegloticase, sebaiknya menghindari obat ini. Pasalnya, pegloticase berpotensi memicu reaksi anafilaksis yang dapat mengancam nyawa. 

Catatan dari SehatQ

Penyakit asam urat ditandai dengan nyeri sendi yang parah sehingga menghalangi penderitanya beraktivitas. Untuk mengatasi gejala ini dan mencegah serangan kembali terjadi, Anda bisa menggunakan beragam obat asam urat di apotek. Mulai dari OAINS, kortikosteroid, allopurinol, probenecid, dan banyak lagi.

Namun penggunaan obat-obatan penyakit asam urat tidak boleh sembarangan. sebelum menggunakan obat-obat asam urat di apotek tersebut, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Dengan ini, dokter bisa menyesuaikan dosis obat-obatan penyakit asam urat dengan kondisi gout yang Anda derita.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/diagnosis-treatment/drc-20372903
Diakses pada 24 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/high-uric-acid-level/basics/causes/sym-20050607
Diakses pada 24 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/arthritis/understanding-gout-treatment#1
Diakses pada 24 September 2019

EMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/gout/article_em.htm#what_are_gout_treatments_and_medications
Diakses pada 24 September 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/arthritis/basics/gout.html
Diakses pada 24 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed