Keputihan Saat Hamil Muda: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya


Keputihan saat hamil muda perlu Anda ketahui ciri-cirinya untuk mencegah kemungkinan keputihan abnormal atau biasa juga disebut dengan vaginal discharge yang abnormal.

(0)
03 May 2019|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Keputihan saat hamil muda yang normalKeputihan yang tidak normal saat hamil muda bisa jadi indikasi adanya infeksi atau penyakit
Keputihan, yang dalam dunia medis disebut dengan istilah fluor albus atau vaginal discharge, dapat dialami setiap wanita bahkan ketika sedang hamil muda. Masalahnya, tak semua kondisi keputihan saat hamil muda tergolong normal.Normal tidaknya kondisi ini dapat diukur dari konsistensi cairan, frekuensi, dan volumenya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mari cermati karakteristik dan faktor penyebab keputihan berikut!

Faktor penyebab perubahan fluor albus

Faktor paling umum penyebab perubahan fluor albus sepanjang siklus menstruasi wanita akibat fluktuasi kadar hormon. Hormon memegang peranan penting dalam kondisi tubuh terutama ketika sedang hamil.Perubahan pada leher rahim selama kehamilan juga memengaruhi kondisi fluor albus. Ketika serviks dan dinding rahim melunak, tubuh memproduksi cairan berlebih untuk membantu mencegah infeksi. Cairan berlebih ini bisa jadi faktor meningkatnya volume fluor albus.

Ciri-ciri keputihan saat hamil muda yang normal

Keputihan pada ibu hamil muda umumnya normal terjadi. Biasanya fase ini akan terjadi pada usia kehamilan muda atau trimester pertama dengan jumlah keputihan yang cukup banyak. Penyebab keputihan normal saat hamil adalah peningkatan kadar estrogen dan aliran darah ke vagina.Peningkatan keputihan (baik frekuensi maupun volumenya) merupakan satu dari sekian indikasi awal kehamilan dan hal ini akan berlanjut sepanjang masa kehamilan. Keputihan normal, atau disebut juga leukorrhea, memiliki beberapa karakteristik yang meliputi:
  • Berwarna bening atau putih susu.
  • Encer.
  • Tidak berbau tajam.
Cairan keputihan tanda hamil cenderung berwarna putih susu, bertekstur tebal, dan memiliki aroma yang cenderung ringan. Perbedaan keputihan tanda hamil 1 minggu dengan keputihan saat periode menstruasi dapat Anda dilihat dari perbedaan volumenya.Perubahan keputihan dapat dimulai setiap satu sampai dua minggu setelah fertilisasi. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa jadi berubah-ubah hingga tibanya persalinan. Lalu, bagaimana dengan kondisi keputihan saat hamil muda yang abnormal?

Karakteristik vaginal discharge yang abnormal

Penting untuk memahami sejak dini ciri-ciri vaginal discharge yang abnormal. Bisa jadi, kondisi ini mengindikasikan infeksi atau masalah pada kehamilan. Berikut beberapa tanda vaginal discharge abnormal:
  • Berwarna kuning, hijau, atau abu-abu.
  • Bau yang tajam dan busuk.
  • Disertai dengan bercak kemerahan, gatal, atau pembengkakan vulva.
Keputihan saat hamil muda yang tidak normal merupakan gejala suatu infeksi. Infeksi ragi (yeast infection) adalah salah satu infeksi paling umum terjadi selama kehamilan. Infeksi ragi dapat diatasi dengan menggunakan krim vagina atau suppositoria. Sebagai tindakan pencegahan, berikut beberapa tips untuk menghindari infeksi ragi:
  • Kenakan pakaian longgar.
  • Kenakan pakaian berbahan dasar katun.
  • Keringkan organ reproduksi setelah mandi, berenang, atau berolahraga.
  • Konsumsi yogurt dan makanan fermentasi lainnya agar tubuh dapat mempromosikan bakteri sehat dan mampu mencegah infeksi.

Vaginal discharge abnormal akibat penyakit menular seksual (PMS)

Keputihan saat hamil muda yang abnormal juga bisa disebabkan oleh Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS hanya dapat diketahui lewat proses skrining.Proses skrining ini biasanya dilakukan saat konsultasi prenatal pertama. Atau, jika Anda yakin telah mengidap PMS, beri tahu dokter sesegera mungkin untuk membantu mengurangi risiko penurunan PMS pada bayi.Vaginal discharge yang tidak normal juga bisa mengindikasikan terjadinya komplikasi pada kehamilan. Oleh sebab itu, segera hubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya jika terdapat cairan merah terang dengan volume lebih dari satu ounce. Kondisi ini bisa menjadi tanda plasenta previa atau abrupsi plasenta (lepasnya plasenta sebelum waktunya).

Berapa lama biasanya keluar keputihan saat hamil muda?

Keputihan saat hamil muda umumnya berlangsung satu hingga dua minggu setelah pembuahan. Cairan vagina biasanya akan kembali keluar di trimester akhir kehamilan.Di akhir minggu kehamilan, Ibu akan mengeluarkan lendir tebal yang disertai dengan bercak darah dan terkadang dianggap sebagai tanda awal persalinan.

Apakah keputihan saat hamil berbahaya bagi janin?

Keputihan saat hamil dianggap berbahaya jika Anda mengalami ciri-ciri keputihan yang abnormal di atas. Jika Anda mengalami keputihan yang disertai dengan cairan merah terang dengan volume lebih dari satu ounce, segera hubungi dokter kandungan atau unit layanan kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.Hal ini tak boleh diabaikan, karena kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda plasenta previa atau abrupsi plasenta (lepasnya plasenta sebelum waktunya).

Cara mengatasi keputihan saat hamil

Keputihan saat hamil disebut leukorrhea. Hampir semua wanita mengalami keputihan selama masa kehamilan. Hal ini cukup normal dan biasa terjadi karena beberapa faktor.Selama masa kehamilan, leher rahim dan dinding vagina akan berubah menjadi lebih lunak, tak jarang hal ini juga akan disertai dengan keluarnya cairan untuk membantu cegah infeksi dari vagina ke rahim. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk mengatasi keputihan saat hamil:
  • Membuat jadwal mandi yang teratur
  • Ganti pakaian dalam jika terasa lembap atau basah
  • Selalu menyediakan tisu saat buang air kecil
  • Selalu menyiapkan celana dalam cadangan saat bepergian
  • Hindari toilet yang Kotor
  • Pastikan Anda menjalani gaya hidup sehat
  • Pilih pakaian dalam yang menyerap keringat dan berbahan katun
  • Ganti pakaian seusai berolahraga maupun berenang
  • Hindari pemakaian celana yang ketat dan berbahan sintetik
  • Gunakan pembalut tipis atau pantyliner jika cairan keputihan terlalu banyak
  • Ganti pantyliner setiap 2-3 jam atau setiap kali lembab
  • Jangan gunakan tisu, pembalut, atau sabun berpewangi di dareah kewanitaan Anda
  • Hentikan kebiasaan mencuci vagina (vaginal douching), karena akan mengganggu derajat keasaman area kewanitaan Anda
  • Bilas area kewanitaan dari arah depan ke belakang setiap habis buang air kecil. Keringkan dengan arah yang sama
  • Bersihkan area kewanitaan 2-3 kali sehari dengan air hangat dan pembersih yang mengandung asam laktat
  • Batasi konsumsi makanan tinggi gula untuk mengurangi pertumbuhan jamur
  • Konsumsi air putih yang cukup dan hindari menahan buang air kecil
  • Konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan dan sumber probiotik seperti yoghurt untuk membantu menjaga keasaman vagina
  • Kontrol berat badan
  • Gunakan kondom jika ingin berhubungan seksual
Setiap gejala terjadinya keputihan bisa jadi tidak berbahaya. Untuk memastikannya, silakan berkonsultasi dan memeriksakannya ke dokter keluarga Anda.
kesehatan organ intimkesehatan kandungankeputihan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-discharge-during-pregnancy#1
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2099568/
BMJ. https://www.bmj.com/content/328/7451/1306
Diakses pada September 2018
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/vaginal-discharge-during-pregnancy-1025
Diakses pada 4 Oktober 2020
Pregnancy Baby Birth. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vaginal-discharge-during-pregnancy Diakses pada 4 November 2020 NCred
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait