Beragam Fakta Covid-19 Varian AY.4.2 yang Dianggap Paling Mudah Menular


Varian terbaru dari Covid-19, AY.4.2, dinilai sebagai varian yang paling mudah menular. Meski begitu, varian ini dianggap dapat dicegah dengan vaksinasi.

0,0
10 Nov 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Virus coronaVarian AY.4.2 dianggap sebagai varian Covid-19 yang paling mudah menular.
Virus corona alias Covid-19 terus bermutasi dan memunculkan varian baru. Salah satu varian teranyar yang dinilai mengkhawatirkan adalah AY.4.2.
Covid-19 varian AY.4.2 adalah turunan dari varian Delta. Dikenal juga dengan sebutan Delta Plus, varian ini dipercaya sebagai varian virus corona yang paling mudah menular. Simak berbagai fakta seputar Covid-19 varian AY.4.2 dalam penjelasan berikut ini.

Varian AY.4.2 dianggap paling mudah menular

Menurut World Health Organization (WHO), varian AY.4.2 telah ditemukan di 42 negara, seperti di Inggris, India, Israel, Amerika Serikat, hingga Rusia.  Per 8 November silam, News Week melaporkan kalau kasus dari varian terbaru virus corona ini mencapai angka sekitar 32.000.  Dikutip dari Kompas, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa varian AY.4.2 sudah terdeteksi di Malaysia, tetapi belum masuk ke Indonesia.Sebagaimana yang dilansir dari Healthline, varian AY.4.2 dianggap 10 persen lebih mudah menular dibandingkan varian Delta lain yang ada di Inggris, yaitu AY.4.Selain itu, varian Covid-19 AY.4.2 disebut lebih ganas sekitar 10-15 persen dibandingkan Delta. Jika hal ini benar, varian AY.4.2 bisa menjadi varian virus corona yang paling mudah menyebar.Meski lebih mudah menyebar, bukan berarti varian AY.4.2 paling berbahaya dibandingkan varian lainnya.Dilansir dari Healthline, menurut Len Horovitz, dokter spesialis penyakit dalam dan paru-paru di Lenox Hill Hospital, Amerika Serikat, fakta itu menunjukkan bahwa varian AY.4.2 memiliki masa inkubasi yang lebih pendek sehingga bisa ditularkan lebih cepat dan mudah, dibandingkan varian lain yang memiliki masa inkubasi lama.Maka dari itu, masih belum bisa dipastikan apakah varian tersebut lebih berbahaya atau tidak.

Apakah varian AY.4.2 kebal terhadap vaksin corona?

Vaksin virus corona yang ada saat ini dipercaya tetap efektif untuk mencegah varian AY.4.2. Alasannya, dibutuhkan lebih banyak mutasi pada varian AY.4.2 supaya bisa kebal terhadap vaksin corona.Akan tetapi, bukan berarti varian terbaru tersebut boleh diremehkan. Jika memang varian ini lebih mudah menyebar, kasus virus corona bisa saja melonjak dan lebih banyak lagi orang-orang yang mengalami gejala parah dari Covid-19.Pasalnya, semakin banyak kasus virus corona, semakin besar juga kemungkinan komplikasi dan orang-orang yang perlu dirawat di rumah sakit akibat Covid-19.Maka dari itu, penting bagi kita untuk melakukan vaksinasi agar terhindar dari gejala parah Covid-19.Menurut Profesor Christina Pagel dari UCL Clinical Operational Research Unit, acara-acara besar seperti festival, kompetisi olahraga, hingga konferensi internasional, diyakini bertanggung jawab atas peningkatkan frekuensi varian AY.4.2.Berdasarkan skenario di atas, varian Delta Plus ini tidak lebih mudah menular, tetapi ia berada di tempat dan waktu yang tepat sehingga bisa menular lebih cepat.

Upaya pemerintah Indonesia untuk mencegah masuknya varian AY.4.2

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, varian AY.4.2 kemungkinan belum masuk ke Indonesia. Pemerintah pun terus berupaya untuk mencegah masuknya varian terbaru virus corona itu ke Tanah Air dengan berbagai cara.Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, salah satu cara yang mungkin dapat dilakukan untuk mencegah masuknya varian AY.4.2 adalah menaikkan masa karantina bagi orang yang masuk ke Indonesia.Ia menjelaskan bahwa masa karantina orang-orang yang melakukan perjalanan ke Indonesia mungkin dapat naik sampai 7 hari untuk menghadang masuknya varian Delta Plus.Untuk itu tetaplah kita melakukan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Jangan lupa juga untuk vaksin jika Anda belum mendapatkannya.Jika Anda ingin bertanya seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
penyakitcoronavirusvaksin corona
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/the-delta-plus-ay-4-2-coronavirus-variant-is-rising-in-the-u-k#Possibly-more-infectious
Diakses pada 10 November 2021
Al Jazeera. https://www.aljazeera.com/news/2021/10/31/hld-new-delta-mutation-ay-4-2-here-is-what-we-know-so-far
Diakses pada 10 November 2021
News Week. https://www.newsweek.com/covid-ay42-delta-variant-30000-spread-faster-1647330
Diakses pada 10 November 2021
Kompas. https://www.kompas.com/tren/read/2021/11/09/130000865/mengenal-varian-corona-ay-4.2-yang-sudah-menyebar-di-malaysia?page=all.
Diakses pada 10 November 2021
Contagion Live. https://www.contagionlive.com/view/what-is-known-about-the-new-ay-4-2-delta-plus-variant
Diakses pada 10 November 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/covid-19-how-worried-should-we-be-about-the-ay-4-2-delta-variant#Superspreader-event?
Diakses pada 10 November 2021
Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2021/11/09/06043901/antisipasi-varian-ay42-tak-tertutup-kemungkinan-masa-karantina-jadi-7-hari.
Diakses pada 10 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait