Benzoil Peroksida Adalah Kandungan Obat Jerawat, Ini Fungsinya


Benzoil peroksida adalah kandungan bahan aktif yang umum digunakan untuk mengobati jerawat. Namun, tidak sembarang jerawat dapat diobati dengan benzoil peroksida. Sebab, hanya jerawat meradang yang bisa diobati dengan bahan aktif ini.

(0)
11 Feb 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Benzoil peroksida adalah kandungan bahan aktif yang umum terdapat obat jerawatJerawat meradang dapat diatasi dengan produk mengandung benzoil peroksida
Benzoil peroksida adalah salah satu kandungan bahan aktif yang umum digunakan untuk mengobati jerawat. Beberapa dari Anda, terutama pemilik kulit berjerawat, mungkin sudah pernah familiar dan mencobanya. Ketahui apa itu benzoil peroksida serta kegunaannya untuk kulit wajah berjerawat selengkapnya dalam artikel berikut ini. 

Apa kegunaan benzoil peroksida?

Benzoil peroksida adalah kandungan bahan aktif untuk mengobati jerawat meradang
Benzoil peroksida bisa digunakan untuk jerawat meradang
Benzoyl peroxide atau benzoil peroksida adalah zat kimia yang dikenal dapat digunakan untuk melawan jerawatZat ini bisa terkandung dalam berbagai produk kecantikan, seperti produk pembersih wajah serta salep jerawat topikal berbentuk gel dan krim.Umumnya, fungsi benzoil peroksida bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat dan mencegah sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori. Adapun kegunaan benzoil peroksida adalah sebagai berikut. 

1. Mengobati jerawat meradang

Salah satu kegunaan benzoil peroksida adalah mengobati jerawat, terutama jenis jerawat yang meradang, bukan jerawat berupa komedo.Jerawat meradang adalah jenis jerawat yang ditandai dengan benjolan merah mengandung nanah di dalamnya, seperti jerawat pustula, jerawat papula, jerawat kistik, dan jerawat nodul. Jerawat papula adalah jenis jerawat berupa benjolan merah kecil yang muncul di permukaan kulit. Jerawat pustula mirip dengan jerawat papula, tetapi ukurannya cenderung lebih besar daripada papula dan biasanya berisi nanah. Sedangkan, jerawat nodul adalah benjolan kecil bernanah yang terletak di bawah permukaan kulit. Benzoil peroksida kurang cocok digunakan pada jenis jerawat non-peradangan. Misalnya, komedo putih (whiteheads) dan komedo hitam (blackheads).

2. Mengatasi jerawat kistik

Berikutnya, kegunaan benzoil peroksida adalah mengatasi jerawat kistik (cystic acne). Jerawat kistik atau cystic acne adalah jenis jerawat meradang yang ditandai dengan benjolan keras di bawah permukaan kulit berisi nanah dan cenderung terasa nyeri saat disentuh.Penyebab jerawat kistik adalah bakteri Propionibacterium acnes. Maka, pengobatannya dapat dibantu dengan mengoleskan benzoil peroksida dan kombinasi penggunaan obat jerawat resep dari dokter. Walau begitu, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter bila mengalami jerawat parah. 

3. Menghilangkan bekas jerawat

Kegunaan benzoil peroksida lainnya diyakini dapat menghilangkan bekas jerawat. Benzoil peroksida dipercaya dapat membantu meluruhkan sel kulit mati sehingga membuat bekas luka jerawat tidak terlalu menonjol. Akan tetapi, belum ada hasil penelitian yang dapat mendukung kegunaan benzoil peroksida satu ini. 

Apa efek samping benzoil peroksida untuk kulit?

Benzoil peroksida untuk jerawat umumnya aman digunakan. Meski demikian, ada sejumlah efek samping penggunaan benzoil peroksida untuk jerawat yang mungkin muncul. Efek samping benzoil peroksida adalah sebagai berikut. 

1. Kulit kering

Salah satu efek samping benzoil peroksida adalah kulit kering, kulit kemerahan, dan kulit mengelupas secara berlebihan. Pada kondisi tertentu, kulit terasa gatal dan kulit iritasi mungkin juga dialami oleh beberapa orang. Namun, tak perlu khawatir karena reaksi tersebut merupakan hal yang normal dan merupakan proses dari penyembuhan jerawat. Hal ini karena benzoil peroksida bekerja dengan mengelupas kulit untuk menyingkirkan sel kulit mati, minyak berlebih, dan bakteri yang terjebak di dalamnya. 

2. Reaksi alergi

Meski jarang terjadi, efek samping benzoil peroksida adalah reaksi alergiJika Anda mengalami kulit kemerahan dan iritasi sesaat setelah menggunakan benzoil peroksida, sebaiknya segera hentikan pemakaiannya dan bilas kulit menggunakan air sampai bersih. Selain itu, jika mengalami pembengkakan dan sulit bernapas, Anda perlu segera mencari bantuan ke rumah sakit. Sebab, gejala tersebut juga dapat menjadi pertanda reaksi alergi terjadi.Pemakaian benzoil peroksida cenderung tidak disarankan bagi pemilik kulit sensitif. Pasalnya, jenis kulit ini lebih rentan untuk mengalami efek samping.Zat ini juga tidak direkomendasikan bagi penderita eksim atau dermatitis seboroik serta bila Anda mengalami sunburn.

Bagaimana cara menggunakan benzoil peroksida untuk jerawat? 

Cara menggunakan benzoil peroksida adalah dengan cara mengoleskan gel atau krim tipis-tipis dan merata pada permukaan kulit yang terdapat jerawat sebanyak 1-2 kali. Pastikan Anda mengoleskannya pada area kulit yang sudah dibersihkan dengan air dan sabun. Jika Anda baru menggunakannya pertama kali, awali pemakaian dengan dosis yang lebih rendah. 
Benzoil peroksida adalah obat jerawat yang harus dioleskan tipis-tipis
Benzoil peroksida bisa membuat kulit kering dan mengelupas
Bila Anda memiliki jenis kulit yang sangat sensitif, Anda bisa meminimalisasi kulit kering dan mengelupas dengan cara mengoleskan pelembap terlebih dahulu baru menggunakan obat oles jerawat benzoil peroksida. Kemudian, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya setelah mengoleskan benzoyl peroxide, terutama jika Anda hendak ke luar rumah. Pasalnya, penggunaan benzoyl peroxide dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet (UV).Gunakan ketiga lapisan produk tersebut dengan jarak waktu sekitar 10 menit agar dapat meresap ke dalam kulit secara sempurna.

Benzoil peroksida adalah kandungan pada obat jerawat, siapa yang tidak boleh menggunakannya?

Benzoil peroksida untuk jerawat boleh saja digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun. Namun, tidak semua orang di atas usia tersebut cocok dengan zat kimia satu ini.Beberapa kriteria orang yang tidak disarankan menggunakan benzoil peroksida adalah sebagai berikut.
  • Memiliki reaksi alergi terhadap benzoil peroksida atau obat-obatan lainnya.
  • Memiliki kulit yang sangat rusak sehingga membutuhkan perawatan kulit ekstra.
  • Memiliki jerawat yang cukup parah (keras, terasa sakit, dan cukup besar).
  • Memiliki jerawat kistik.
Alih-alih menggunakan benzoil peroksida untuk jerawat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit terlebih dahulu agar mendapat rekomendasi produk perawatan kulit berjerawat yang tepat. 

Mana yang lebih efektif di antara benzoil peroksida dan asam salisilat?

Benzoil peroksida adalah kandungan bahan aktif yang utamanya digunakan untuk menangani jerawat akibat peradangan. Apabila Anda memiliki jenis jerawat lain yang tidak meradang, seperti komedo hitam dan komedo putih, sebaiknya pertimbangkan penggunaan asam salisilat untuk mengobati jerawat.Baik benzoil peroksida maupun asam salisilat dapat membantu membersihkan pori-pori. Akan tetapi, manfaat asam salisilat adalah untuk menyingkirkan sel kulit mati.Seperti benzoil peroksida, asam salisilat juga bisa memicu kulit kering, kemerahan, dan mengelupas. Efek samping tersebut dapat terjadi ketika Anda pertama kali menggunakan produk yang mengandung asam salisilat.Apabila Anda memiliki jerawat yang meradang dengan kulit berminyak dan tidak terlalu sensitif, produk yang mengandung benzoil peroksida dapat menjadi pilihan yang lebih baik.Selain benzoil peroksida dan asam salisilat, sebenarnya ada pilihan kandungan lain untuk membasmi jerawat, seperti tea tree oil, sulfur, retinol atau adapalene. 

Catatan dari SehatQ

Benzoil peroksida adalah salah satu kandungan dalam produk antijerawat yang paling mudah dicari, di samping harganya juga murah. Walau begitu, setiap jenis kulit tentu berbeda, termasuk perbedaan hasil dari aplikasi produk benzoil peroksida untuk jerawat. Penting untuk diingat bahwa tidak ada produk dan kandungan yang mampu menghilangkan jerawat dengan cepat, termasuk benzoil peroksida. Pasalnya, benzoil peroksida untuk jerawat juga butuh waktu hingga 6 minggu lamanya agar memberikan hasil yang diinginkan.Apabila setelah 6 minggu jerawat tak kunjung hilang setelah mengoleskan salep jerawat di apotek yang mengandung benzoil peroksida, Anda boleh mempertimbangkan untuk menemui dokter kulit. Dokter dapat memberikan krim racikan dan obat untuk menangani jerawat, terlebih jika jerawat Anda cukup parah.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut seputar benzoil peroksida untuk jerawat melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh sekarang melalui App Store dan Google Play.
jerawatpengobatan jerawatperawatan kulitmasalah kulitperawatan wajah
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/cystic-acne
Diakses pada 11 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/benzoyl-peroxide-for-acne
Diakses pada 11 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/inflamed-acne
Diakses pada 11 Februari 2020
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. http://pionas.pom.go.id/monografi/benzoil-peroksida
Diakses pada 11 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait