5 Bentuk Menstruasi Tidak Lancar yang Patut Anda Waspadai

Penanganan yang tepat dapat membantu masalah menstruasi tidak lancar agar tidak menganggu kesuburan
Menstruasi tidak lancar perlu ditangani dengan saksama agar tidak memengaruhi kesuburan di kemudian hari

Menstruasi erat kaitannya dengan kesuburan wanita. Pasalnya, haid terjadi akibat adanya ovulasi dan penebalan dinding rahim oleh hormon estrogen dan progesteron, yang kemudian meluruh.

Ketika proses ini tidak berlangsung sempurna, wanita dapat mengalami menstruasi tidak lancar. Mulai dari volume perdarahan yang parah, sakit yang tidak tertahankan, hingga haid yang tidak datang tiap bulan secara teratur.

[[artikel-terkait]]

Mengalami kulit berjerawat maupun perubahaan mood yang drastis adalah hal yang normal bagi wanita yang sedang haid, asalkan tidak sampai mengganggu aktivitas. .

Kapan Anda dianggap mengalami menstruasi tidak lancar?

Pada umumnya, wanita akan mengalami menstruasi setiap bulan dengan durasi yang berlangsung empat hingga tujuh hari. Sementara siklus menstruasi akan berjalan selama 21 hingga 35 hari. Menstruasi bisa dikatakan tidak lancar apabila:

  • Siklus menstruasi di bawah 21 hari atau lebih lama dari 35 hari.
  • Darah haid yang sangat banyak atau sebaliknya sangat sedikit dari normal.
  • Tidak haid dalam tiga periode atau lebih secara berturut-turut.
  • Menstruasi yang dibarengi dengan rasa nyeri, kram, mual, bahkan muntah.
  • Keluar darah dari vagina yang tidak berhubungan dengan siklus haid, misalnya di antara siklus menstruasi, setelah menopause, atau sehabis berhubungan seks.

Apa saja bentuk gangguan menstruasi?

Menstruasi tidak lancar bukan hanya berarti darah haid yang tersendat. Lebih jauh, kondisi ini dapat dikategorikan dalam beberapa jenis gangguan haid berikut.

1. Menorrhagia

Menorrhagia adalah kondisi di mana perdarahan menstruasi sangat banyak hingga mengganggu aktivitas, dan berlangsung lebih dari tujuh hari. Bagaimana Anda tahu bahwa Anda tengah mengalami?

Salah satu indikasinya adalah ketika Anda harus mengganti pembalut setiap dua jam sekali. Selain itu, gumpalan-gumpalan darah juga bisa terdapat dalam darah haid Anda.

Ketika Anda menderita menorrhagia, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Jika tidak segera ditangani, Anda bisa mengalami anemia. Kondisi kekurangan darah ini bisa ditandai oleh rasa lemas dan pusing.

2. Amenorrhea

Ketika menstruasi tidak datang lagi setidaknya dalam kurun 90 hari padahal Anda masih berada dalam usia reproduktif, bisa jadi Anda mengalami amenorrhea. Sebagai gambaran, orang yang tidak haid dalam kurun waktu ini seharusnya hanya:

  • Wanita hamil atau menyusui.
  • Wanita lanjut usia yang sudah menopause.
  • Remaja wanita yang belum menstruasi meski sudah menginjak usia 16 tahun atau tiga tahun setelah payudaranya mulai berkembang.

Amenorrhea memang bukan tergolong sebagai penyakit. Kondisi menstruasi tidak lancar ini juga tidak otomatis menandakan bahwa Anda mengalami infertilitas. Tapi amenorrhea tetap merupakan kelainan medis yang sebaiknya segera dicari penyebab dan solusinya.

3. Dysmenorrhea

Kaum hawa mungkin familiar dengan sakit perut dan kram saat menstruasi. Dalam dunia medis, kondisi ini dinamakan dengan dysmenorrhea. Terdapat dua tipe dari dymenorrhea, yaitu primer dan sekunder.

Dymenorrhea primer adalah kram yang datang hampir di tiap masa menstruasi dan tidak terkait dengan penyakit lain. Sementara jenis dysmenorrhea sekunder merupakan kram yang diakibatkan oleh kelainan pada organ reproduksi wanita, misalnya adenomiosis, fibroid rahim (mioma), endometriosis, maupun infeksi tertentu.

4. Oligomenorrhea

Masalah haid berikutnya adalah oligomenorrhea. Kondisi ini menggambarkan masa haid yang tidak datang secara teratur sesuai siklusnya.

Normalnya, menstruasi datang setiap 21 hingga 35 hari sekali. Tapi Anda bisa saja mengalami siklus haid yang berlangsung lebih dari batas akhir tersebut, meski Anda belum mengalami menopause, tidak sedang hamil atau menyusui, maupun tidak sedang memakai alat kontrasepsi tertentu.

5. Metrorrhagia

Menstruasi tidak lancar selanjutnya adalah metrorrhagia. Kondisi ini merupakan keluarnya darah seperti haid di luar siklus menstruasi.

Metrorrhagia bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius dalam tubuh Anda. Misalnya, hormon yang tidak seimbang, fibroid rahim, endometriosis, atau bahkan kanker rahim.

Jika Anda mengalami gejala-gejala gangguan menstruasi seperti di atas, konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Menstruasi tidak lancar juga bisa memengaruhi kondisi kesuburan Anda jika terus dibiarkan tanpa penanganan. Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed