Bentuk Mata Normal dan Tidak Normal yang Harus Anda Waspadai

(0)
09 Jun 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bentuk mata dapat mencerminkan masalah kesehatanBentuk mata dapat mengindikasikan kesehatan Anda
Bentuk mata kerap dihubungkan dengan dunia kecantikan karena sangat memengaruhi cara seorang wanita mengaplikasikan riasan matanya. Namun, kadang kala, bentuk mata juga dapat mengindikasikan kondisi kesehatan indera penglihatan Anda tersebut.Untuk mengetahui bentuk mata, Anda dapat melakukannya langsung di depan cermin dengan langkah-langkah yang akan dijelaskan berikut ini. Namun, untuk mengetahui pengaruh bentuk tersebut pada kesehatan mata Anda, periksakan diri ke klinik atau dokter mata terlebih dahulu untuk melakukan tes.

Bentuk mata yang normal

Bentuk mata setiap orang berbeda-beda karena banyak hal, mulai dari ras, usia, hingga perlakuan yang didapat oleh mata tersebut (misalnya operasi). Meski berbeda, bentuk mata masih dapat digolongkan normal jika memiliki bentuk seperti di bawah ini:
  • Mata monolid: bentuk mata ini dapat dilihat dari kelopak mata yang tidak memiliki lipatan sehingga terlihat datar.
  • Mata dalam: bentuk mata ini membuat tulang alis tampak lebih menonjol karena bola mata terlihat lebih dalam dan lebih besar di tengkorak.
  • Mata menonjol: bentuk mata ini akan membuat kelopak mata tampak menonjol keluar di area rongga mata.
  • Mata almond: seperti namanya, bentuk mata jenis ini terlihat seperti kacang almond, yakni sedikit mengangkat pada bagian sudut luar mata.
  • Mata menurun: berkebalikan dengan mata almond, bentuk mata ini justru terlihat sedikit menurun pada bagian sudut luar.
  • Mata bulat: memiliki bentuk mata yang lebih bulat daripada mata almond. Bagian bola mata lebih terlihat dan bagian putihnya lebih jelas.
  • Hooded eyes: kelopak mata hampir tak terlihat karena lapisan kulit menutupi. Sekilas ini mirip dengan mata monolid.
  • Mata dekat: terjadi ketika jarak antara kedua mata kurang dari satu bola mata.
  • Mata lebar: terjadi ketika jarak di antara kedua mata lebih dari satu bola mata.
Bentuk mata di atas tidak serta-merta memengaruhi kualitas penglihatan. Daftar di atas biasanya hanya dijadikan patokan untuk menentukan jenis make-up dan riasan yang cocok sehingga akan menghadirkan mata yang terkesan lebih tajam maupun lebih sayu tergantung keinginan Anda.

Bentuk mata yang mengindikasikan penyakit

Di samping bentuk mata yang normal di atas, ada pula bentuk mata yang mengindikasikan masalah kesehatan tertentu pada pemiliki mata, di antaranya:
  • Ptosis (kelopak mata turun)

Bentuk mata ini ditandai dengan adanya kulit kelopak mata yang seperti bergelambir atau dalam bahasa medis disebut juga ptosis alias blefaroptosis. Pada kasus yang parah, kulit kelopak mata ini sangat terkulai ke bawah sehingga menutupi sebagian atau seluruh pupil mata sehingga mengganggu penglihatan.Ptosis dapat merupakan kondisi bawaan lahir (kongenital) atau tumbuh seiring bertambahnya usia. Penyakit ini juga bisa terjadi pada salah satu atau kedua belah mata Anda, namun bisa jadi pertumbuhannya tidak terlalu signifikan sehingga tidak memengaruhi kesehatan mata secara keseluruhan.Meskipun demikian, ptosis yang berkembang cepat dalam hitungan jam atau hari bisa jadi mengindikasikan masalah medis yang serius. Apalagi jika jaringan kulit itu sampai memengaruhi otot dan saraf mata, bahkan sampai mengganggu kinerja otak (ditandai dengan seringnya Anda mengalami sakit kepala) maupun kondisi fisik bola mata Anda.Mayoritas kasus pada kelainan bentuk mata ini dapat diatasi dengan jalan operasi. Kulit kelopak mata yang bergelambir akan diambil dengan pembedahan untuk membuatnya tak lagi menutupi pupil sehingga kualitas penglihatan Anda akan berangsur-angsur kembali normal.
  • Astigmatisme

Normalnya, bola mata berbentuk bulat sempurna sehingga cahaya yang masuk ke mata akan dipantulkan sempurna ke retina yang akhirnya membuat Anda dapat melihat dengan jelas. Namun jika bentuk mata Anda oval, maka cahaya tidak akan jatuh tepat di retina dan Anda akan mengalami kondisi yang disebut astigmatisme.Astigmatisme bisa dibarengi dengan rabun jauh (miopi) atau rabun dekat (hiperopia). Kondisi tersebut dikatakan sebagai kesalahan refraktif dan dapat mengakibatkan kualitas penglihatan jarak jauh maupun jarak dekat berkurang.Diagnosis astigmatisme hanya bisa ditegakkan setelah Anda melakukan tes optik, misalnya dengan cover test atau slit lamp exam. Kualitas penglihatan yang terganggu akibat astigmatisme dapat ditangani dengan penggunaan kacamata, lensa kontak, hingga operasi.Itulah beberapa bentuk mata yang dapat menggambarkan kondisi kesehatan Anda. Apabila Anda memiliki masalah terhadap bentuk mata, konsultasikan masalah tersebut ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan.
kesehatan mata
Nvision Centers. https://www.nvisioncenters.com/eye-shapes/
Diakses pada 18 Mei 2020
Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/drooping-eyelid-ptosis
Diakses pada 18 Mei 2020
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/astigmatism-eyes
Diakses pada 18 Mei 2020
AAO. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-ptosis
Diakses pada 18 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait