Infeksi Saluran Pernapasan Bawah Ini Bisa Merusak Paru-paru Anda

Bronkiektasis, pneumonia, bronkitis, bronkiolitis, dan TBC merupakan infeksi yang menyerang paru-paru atau infeksi saluran pernapasan bawah
Infeksi saluran pernapasan bawah ditandai dengan gejala seperti batuk dan sesak napas

Masyarakat mungkin cukup familiar dengan istilah ISPA, yaitu infeksi saluran pernapasan atas. Namun, tahukah Anda bahwa infeksi saluran pernapasan bukan hanya ISPA saja? Ada juga infeksi saluran pernapasan bawah yang umumnya memengaruhi paru-paru.

Infeksi saluran pernapasan bawah merupakan infeksi yang terjadi di paru-paru atau dimulai dari bawah pangkal tenggorokan (laring). Sementara, infeksi saluran pernapasan atas terjadi di laring atau di atas laring. Salah satu bentuk dari infeksi saluran pernapasan bawah adalah bronkiektasis.

Bronkiektasis sebagai infeksi saluran pernapasan bawah

Bronkiektasis terjadi ketika saluran udara di paru-paru rusak, melebar, dan menebal secara permanen sehingga bakteri dan lendir menumpuk, lalu menyatu di paru-paru yang menyebabkan terjadinya penyumbatan dan infeksi saluran udara. Bronkiektasis dapat disebabkan oleh kondisi genetik, di mana lendir diproduksi secara tidak normal, dan juga bisa diakibatkan oleh hal-hal lain, seperti:

Selain itu, berikut adalah berbagai gejala dari bronkiektasis sebagai salah satu infeksi saluran pernapasan bawah:

  • Batuk kronis harian
  • Batuk berdahak dengan jumlah yang banyak setiap hari
  • Batuk berdarah
  • Mengi ketika bernapas
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Berat badan turun
  • Perubahan dalam struktur kuku

Gejala-gejala ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan, atau bahkan menahun. Jika Anda merasakan gejala di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar infeksi saluran pernapasan ini bisa ditangani segera.

[[artikel-terkait]]

Infeksi saluran pernapasan bawah lainnya

Selain bronkiektasis, berikut adalah beberapa bentuk infeksi saluran pernapasan bawah lainnya yang perlu Anda ketahui:

  • Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi dan peradangan yang terjadi pada paru-paru bagian dalam, tepatnya di kantung udara dan jaringan sekitarnya. Sebagian besar kasus pneumonia disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia. Sementara, sebagian lainnya disebabkan oleh virus flu atau jamur. Jika Anda terkena infeksi saluran pernapasan ini, Anda dapat merasakan gejala, seperti kedinginan, batuk, demam, kelelahan, nyeri dada, sesak napas, mual, dan diare.

  • Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan bronkus yang disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini membuat saluran udara di paru-paru menjadi lebih kecil, dan menghasilkan lebih banyak lendir dari biasanya. Bronkitis dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.

Dalam kebanyakan kasus, bronkitis disebabkan oleh virus yang sama dengan flu. Gejala-gejala bronkitis meliputi batuk berdahak berwarna kuning, abu-abu, atau kehijauan; batuk terus menerus, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, kelelahan, sesak napas, dan mengi.

  • Bronkiolitis

Bronkiolitis adalah infeksi yang menyebabkan saluran udara terkecil di paru-paru (bronkiolus) meradang sehingga mengurangi jumlah udara yang masuk. Infeksi saluran pernapasan ini umumnya menyerang bayi dan anak berusia di bawah 2 tahun.

Bronkiolitis disebabkan oleh virus pernapasan syncytial (RSV) yang menyebar melalui tetesan cairan dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Biasanya kondisi ini hilang dengan sendirinya, namun kondisi parah juga bisa terjadi. Gejala dari bronkiolitis, yaitu sering batuk, pilek, sesak napas, demam, mengi, dan sulit makan.

  • TBC

Tuberkulosis atau TBC adalah infeksi menular yang biasanya menyerang paru-paru. Bakteri yang menyebabkan TBC menyebar dari satu orang ke orang lain melalui batuk atau bersin. Meskipun menular, namun penularan TBC tidak terjadi begitu saja karena sistem kekebalan tubuh akan melakukan perlawanan. Terdapat dua jenis TBC, yaitu TBC tidak aktif yang tidak menimbulkan gejala dan TBC aktif yang menimbulkan gejala.

Gejala yang dapat Anda rasakan dari infeksi saluran pernapasan ini, yaitu batuk selama berminggu-minggu, batuk berdarah, nyeri dada, berkeringat di malam hari, demam, kelelahan, dan turun berat badan. TBC juga dapat memengaruhi bagian tubuh yang lain, seperti tulang, ginjal, dan otak.

Perlu diingat bahwa tidak semua gejala dari infeksi saluran pernapasan dapat Anda rasakan. Batuk menjadi gejala utama yang dirasakan oleh penderita infeksi saluran pernapasan bawah. Sementara itu, penderita infeksi saluran pernapasan atas merasakan gejala di atas leher, seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, dan bersin. Penting untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan agar terhindar dari infeksi yang mengancam kesehatan.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5846264/
Diakses pada Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324413.php
Diakses pada Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/bronchiectasis#symptoms
Diakses pada Juli 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/the-respiratory-tract-and-its-infections
Diakses pada Juli 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/respiratory-tract-infection/
Diakses pada Juli 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/Bronchitis/
Diakses pada Juli 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/Bronchiolitis/
Diakses pada Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed