Bentol Berair pada Kulit Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

(0)
09 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bentol berair pada kulit bayi bisa karena infeksi bakteri, virus, maupun faktor keturunanBentol berair pada kulit bayi bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya cacar air
Bentol berair pada kulit bayi bisa muncul karena berbagai sebab, mulai dari infeksi virus, bakteri, maupun kondisi kulit lainnya. Benjolan ini tentu akan membuat Si Kecil merasa terganggu, karena kemunculannya sering disertai juga dengan gejala lain seperti gatal.Karena penyebabnya beragam, orangtua perlu mengetahui asal muasal munculnya bentol berair tersebut sebelum memberikan perawatan yang tepat. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga merupakan penyakit menular, sehingga perlu segera diperiksakan ke dokter.

Penyebab bentol berair pada kulit bayi

Orangtua perlu tahu, berikut ini penyebab bentol berait pada kulit bayi beserta cara mengobatinya yang paling tepat dan aman.
Cacar air bisa menyebabkan bentol berair pada bayi
Cacar air memicu bentol berair pada bayi

1. Cacar air

Cacar air biasanya menyerang anak usia sekolah. Namun kondisi ini juga bisa menular ke bayi. Infeksi yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini bisa menyebabkan munculnya bentol berair pada kulit bayi.Bentol berair akibat cacar bisa menyebar di seluruh tubuh, mulai dari badan, kaki, tangan, hingga kepala. Selain bentol, bayi yang terserang cacar air juga akan mengalami gejala lain, seperti:
  • Demam
  • Rewel
  • Batuk-batuk
  • Lemas
  • Tidak mau makan
  • Kelenjar getah beningnya bengkak

Cara mengobati cacar air pada bayi:

Untuk mengurangi gatal dan gejala-gejala lain yang timbul pada bayi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua, seperti:
  • Memandikan bayi menggunakan air hangat yang dicampur bahan pereda gatal khusus dari dokter
  • Mengoleskan bentol berair yang sudah pecah dengan losion calamine
  • Memberikan paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam dan nyeri badan, agar bayi tidak rewel dan merasa lebih nyaman

2. Impetigo

Impetigo adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus dan Streptococcus. Luka di kulit bayi yang tidak kunjung sembuh dan justru semakin membesar, berisiko terinfeksi oleh bakteri.Munculnya impetigo biasanya diawali dengan bentol berair pada kulit bayi yang nantinya akan pecah dan membentuk luka hingga keropeng.Jika bentol tersebut pecah karena digaruk dan cairan di dalamnya menyebar ke bagian kulit lain, maka impetigo bisa meluas.

Cara mengobati impetigo pada bayi:

Karena kondisi ini merupakan infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik untuk diminum oleh bayi. Namun jika luka yang muncul tidaklah luas maupun banyak, dokter biasanya hanya akan meresepkan salep antibiotik.Selama proses penyembuhan, mandikan bayi dengan air hangat dan sabun antibakteri.Dengan pengobatan yang tepat, kondisi ini akan sembuh dalam waktu satu minggu. Namun, bekasnya mungkin masih akan terlihat hingga berbulan-bulan kemudian.Baca Juga: Gejalanya Mirip, Ini Perbedaan Impetigo dengan Cacar

3. Eksim

Eksim merupakan salah satu penyebab bentol berair pada kulit bayi yang paling sering terjadi. Penyebab eksim sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, amun kondisi ini biasanya menurun di keluarga.Eksim adalah kondisi kambuhan yang tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikurangi frekuensi kekambuhannya.
Penyakit ini biasanya akan muncul saat kulit terkena bahan penyebab alergi, virus maupun bakteri, hingga saat anak kepanasan dan stres.
Selain menimbulkan bentol berair, kondisi ini juga akan membuat kulit bayi kering, gatal, dan mengelupas.

Cara mengobati eksim pada bayi:

Meski eksim tidak bisa diobati, ada langkah yang biasa dilakukan dokter untuk mempercepat hilangnya gejala, seperti:
  • Memberikan salep yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi keparahannya
  • Meresepkan obat antihistamin untuk membantu meredakan gatal dan membuat anak lebih nyaman
  • Meresepkan antibiotik, jika ada infeksi pada luka eksim
Di rumah, Anda juga bisa melakukan cara untuk mempercepat penyembuhannya, seperti memandikan bayi dengan air hangat tanpa sabun, rutin memberikan pelembap di kulit bayi, dan mencegah anak menggaruk kulitnya.
Anak terkena hand foot and mouth disease sehingga bentol berair
HFMD menimbulkan bentol berair di tangan, kaki, dan mulut

4. Hand, foot, and mouth disease

Hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau flu singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Coxsackie A16. Penyakit ini lebih sering muncul pada bayi berusia di atas 6 bulan hingga anak-anak berumur 4 tahun.Gejala HMFD biasanya akan terjadi 3-6 hari setelah bayi terpapar. Berikut ini beberapa kondisi yang termasuk sebagai gejala HFMD.
  • Demam dengan suhu antara 37,8°-38,9°C selama 3-4 hari
  • Sariawan di rongga mulut yang terasa nyeri
  • Bentol berair pada kulit bayi di bagian telapak tangan, telapak kaki, dan di sela-sela jari
  • Bentol berair berwarna kemerahan di pantat, pada beberapa kasus

Cara mengobati hand, foot, dan mouth disease pada bayi:

Karena adanya sariawan di rongga mulut, bayi biasanya jadi susah untuk makan dan minum, sehingga rentan mengalami dehidrasi. Sehingga, pertolongan yang paling penting pada HFMD adalah mencukupi asupan cairannya.Jika memungkinkan, berikan bayi air atau ASI tanpa menggunakan botol, karena kegiatan mengisap akan membuat sariawan semakin parah dan nyeri.Anda bisa menyuapi anak asupan cairan menggunakan sendok, atau langsung memberikannya dengan gelas jika Si Kecil sudah bisa minum langsung dari gelas.Setelah itu, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Anda juga bisa melakukan beberapa langkah berikut ini untuk membantu mempercepat proses penyembuhan HMFD pada bayi.
  • Jika anak sudah mulai mengonsumsi makanan semi padat, ganti makanannya untuk sementara waktu menjadi makanan halus
  • Berikan es atau minum dingin (apabila sudah bisa mengonsumsinya), untuk membantu meredakan nyeri di rongga mulut
  • Hindari memberikan makanan yang asam atau bahkan pedas
  • Jika demamnya cukup tinggi, berikan obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen

5. Ruam popok

Pada bayi, ruam popok sebenarnya bukanlah hal yang aneh dan biasa terjadi.Dalam kondisi ringan, ruam popok hanya menimbulkan kemerahan pada kulit. Namun pada kondisi yang cukup parah, bentol berair pada kulit bayi bisa muncul disertai luka dan rasa nyeri.Ruam popok bisa muncul apabila bayi punya alergi dengan bahan di popok, iritasi karena urine dan tinja yang mengumpul di popok dan tidak segera diganti, gesekan antara popok dan kulit, hingga infeksi jamur.

Cara mengobati ruam popok pada bayi:

Langkah utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi ruam popok adalah menjaga kulit di area yang sering ditutupi popok tetap bersih dan kering.Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa cara mempercepat penyembuhan ruam popok pada bayi, berikut ini.
  • Hindari penggunaan tisu basah yang mengandung alkohol atau pewangi untuk membersihkan area genital bayi, karena bisa memicu iritasi.
  • Bersihkan area kulit yang tertutup dengan air hangat. Jika ingin menggunakan sabun, pilih yang berbahan lembut.
  • Tidak memakaikan popok kecuali jika memang diperlukan.
  • Oleskan krim atau salep di area yang ruam sebelum menggunakan popok baru.
Perlu diingat, jangan pilih krim atau salep ruam yang mengandung asam borat, camphor, phenol, methyl salicylate, atau benzoin tincture karena bisa berbahaya bagi kulit bayi.Baca Juga: Tips Memilih Tisu Basah untuk Bayi

Kapan sebaiknya bentol berair pada kulit bayi diperiksakan ke dokter?

Meski tidak semua bentol berair pada kulit bayi berbahaya, ada kalanya kondisi ini perlu segera diperiksakan ke dokter untuk mencegah gangguan kesehatan yang lebih parah.Segera periksakan Si Kecil ke dokter apabila mengalami juga gejala-gejala di bawah ini.
  • Demam dan terlihat ada infeksi
  • Bentol berair semakin menyebar luas
  • Bentol tanpa penyebab jelas
  • Bentol sudah mulai menjalar ke area wajah
  • Sangat rewel dan terlihat kesakitan
Untuk memeriksakan kondisi ini, Anda bisa mendatangi dokter umum terlebih dahulu. Jika gangguan yang dialami anak dirasa cukup serius dan butuh penanganan spesialis, maka dokter akan merujuk Si Kecil untuk diperiksakan ke dokter spesialis anak.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penyebab dan cara mengobati bentol berair pada kulit bayi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
cacar airbayiruam popokimpetigo
Seattle Children. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/blisters/
Diakses pada 28 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/rashes-babies-and-children/
Diakses pada 28 September 2020
About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=511&language=English
Diakses pada 28 September 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/blisters
Diakses pada 28 September 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/eczema
Diakses pada 28 September 2020
Family Doctor. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/eczema
Diakses pada 28 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait