Benjolan Kanker Payudara Bisa Ditemukan di Mana?

Benjolan kanker payudara letaknya di mana? Ada di daerah payudara dan ketiak.
Benjolan kanker payudara cenderung padat dan tidak bergerak ketika ditekan.

Tidak sedikit wanita yang merasa khawatir dengan keberadaan benjolan payudara yang muncul secara tiba-tiba. Sehingga, kemudian muncullah pertanyaan, “Benjolan kanker payudara letaknya di mana?” Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Lantas benjolan kanker payudara letaknya di mana?

Benjolan kanker payudara cenderung memiliki tekstur padat dan tidak bergerak saat ditekan. Benjolan ini terkadang tidak terlihat, tapi begitu terasa ketika ditekan.

Pada stadium awal, benjolan kanker payudara yang memiliki permukaan tidak rata, saat ditekan tidak terasa nyeri.

Masing-masing individu memiliki ukuran benjolan kanker payudara yang berbeda. Ukurannya dapat sebesar biji polong dan dapat lebih besar lagi. Anda patut mencurigai benjolan di payudara sebagai indikasi kanker, terlebih ketika terjadi penebalan di area payudara dan ketiak.

Ya, ketika muncul pertanyaan benjolan kanker payudara letaknya di mana, jawabannya adalah di kedua area tersebut, payudara dan ketiak.

Selain itu, Anda juga harus mewaspadai indikasi benjolan kanker payudara yang umumnya menyebabkan hal berikut ini:

  • Kulit payudara menebal:
    Kemunculan benjolan kanker payudara dapat menyebabkan perubahan bentuk, ukuran dan tekstur kulit payudara. Saat sel kanker menyerang kulit payudara, maka akan terjadi penebalan akibat peradangan di sekitar area kulit payudara.
    Selain itu, kulit payudara juga akan memiliki lesung dan cenderung berkerut karena pembuluh getah bening di bawah payudara tertarik. Tak jarang, perubahan tekstur kulit payudara akibat kanker menyebabkan rasa gatal.
  • Ukuran payudara besar sebelah secara signifikan:
    Saat benjolan kanker payudara muncul umumnya ukuran payudara akan besar sebelah. Kendati ukuran payudara wanita antara kiri dan kanan memang berbeda, benjolan kanker payudara menyebabkan perbedaan ukuran keduanya semakin signifikan.
    Payudara yang memiliki benjolan kanker juga cenderung lebih menggantung dibandingkan sisi payudara lainnya.
  • Puting menjorok ke dalam:
    Selain menyebabkan perubahan bentuk, ukuran dan tekstur kulit payudara, dampak benjolan kanker payudara juga terlihat pada puting payudara yang mengalami perubahan seperti tampak lebih cekung, berkerut, bersisik, meradang dan kemerahan.
    Dalam beberapa kasus, bahkan puting mengeluarkan cairan berwarna cokelat kemerahan seperti darah. Sementara itu, puting susu yang cekung dan cenderung menjorok ke dalam karena sel kanker menyerang area belakang puting.

Pertumbuhan benjolan kanker payudara

Untuk semakin mewaspadai kanker payudara, kenalilah ciri-ciri benjolan yang muncul pada stadium awal, stadium lanjutan, dan stadium akhir dari jenis kanker tersebut.

1. Stadium awal:

Pada tahap awal, benjolan kanker payudara hanya terbatas pada payudara saja dan berukuran kurang dari 3 cm. Sebuah riset menyebutkan Anda yang menyadari memiliki benjolan kanker payudara pada stadium awal, dan segera melakukan pengobatan, berpotensi memiliki tingkat harapan hidup 5 tahun ke depan sebesar 96 %.

2. Stadium lanjutan:

Pada tahap selanjutnya, benjolan kanker payudara dapat berkembang hingga berukuran lebih dari 3 cm. Saat kondisi ini terjadi, sel kanker telah menyebar melalui kelenjar getah bening di area dada, ketiak maupun leher. Jika Anda melakukan langkah pencegahan di stasium lanjutan, maka harapan hidup selama 5 tahun ke depan menurun sebesar kurang dari 75 %.

3. Stadium akhir:

Sementara di stadium akhir, benjolan kanker payudara tidak hanya membesar, tapi sel kanker juga telah menyebar ke organ tubuh lain melalui sistem peredaran darah dan getah bening. Sel kanker yang berkembang dapat menggoroti tulang, hati, paru-paru hingga otak.

Kondisi ini dapat terjadi saat Anda membiarkan benjolan kanker payudara hingga merasakan nyeri. Jika ini dibiarkan tanpa pengobatan, tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun ke depan begitu rendah.

Namun, benjolan pada tubuh belum tentu pertanda kanker

Meski harus mewaspadai kemunculan benjolan pada payudara, Anda mesti tahu bahwa taj semua benjolan pada tubuh mengindikasikan mengindikasikan kanker dan memiliki sifat yang ganas. Bahkan dalam beberapa kasus, benjolan di area tubuh dapat menghilang dengan sendirinya. Benjolan pada tubuh antara lain dipengaruhi oleh:

  • Hormon:

    Ketidakseimbangan hormon dapat memunculkan benjolan di area tubuh tertentu, tak terkecuali benjolan di payudara.
  • Daya tahan tubuh:

    Selain itu, penurunan sistem kekebalan tubuh juga dapat menyebabkan munculnya benjolan.
  • Radang:

    Saat Anda mengalami cedera berupa luka maupun lebam akibat aktivitas tertentu, tubuh juga dapat mengalami peradangan yang menyebabkan benjolan.

Selain ketidakseimbangan hormon, penurunan daya tahan tubuh dan peradangan, keberadaan benjolan juga dapat mengindikasikan gangguan kesehatan tertentu seperti fibrokistik, fibrosis, kista, fibroadenoma, ataupun intraductal papilloma.

Catatan dari SehatQ

Anda bisa melakukan pemeriksaan payudara sendiri di rumah, misalnya ketika mandi. Apabila menemukan benjolan yang Anda curigai sebagai tumor maupun kanker, berkonsultasilah dengan dokter.

Story Brook Cancer Center.
https://cancer.stonybrookmedicine.edu/breast-cancer-team/patients/bse/breastlumps
Diakses pada 26 Februari 2020

Cancer.org
https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/understanding-a-breast-cancer-diagnosis/breast-cancer-survival-rates.html
Diakses pada 26 Februari 2020

Cancer.org.
https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/about/breast-cancer-signs-and-symptoms.html
Diakses pada 26 Februari 2020

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/186084
Diakses pada 26 Februari 2020

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/37136#stages
Diakses pada 26 Februari 2020

Artikel Terkait