Benjolan di vagina bisa muncul tanpa terasa, dan bisa pula disertai rasa sakit
Benjolan di vagina bisa saja memicu rasa nyeri

Selama perempuan masih dalam masa reproduksi dan setelah memasuki menopause, kondisi vagina bisa berubah-ubah. Tak heran jika tiba-tiba Anda merasakan ada benjolan di vagina, padahal sebelumnya tak ada.

Coba cek, apakah beberapa kemungkinan penyebab di bawah ini ada yang cocok dengan gejala yang Anda rasakan.

Penyebab munculnya benjolan di vagina

Benjolan pada vagina bisa disebabkan oleh beberapa hal. Ada yang menular dan ada yang tidak. Karena itu, mari ketahui sederet kondisi yang dapat menjadi penyebabnya.

1. Kista vagina

Kista vagina adalah kantung berisi cairan, yang umumnya dirasakan sebagai benjolan di dinding vagina. Ukurannya kira-kira sebesar kacang tanah atau lebih kecil.

Yang paling sering terjadi adalah kista inklusi vagina. Kista ini biasa terbentuk setelah Anda melahirkan atau mengalami trauma tertentu pada vagina. 

Apabila Anda memiliki kista vagina, cobalah berendam dalam air hangat beberapa kali sehari selama beberapa hari. Aktivitas ini dapat membantu dalam mengeringkan kista.

Hindari pula mengenakan pakaian ketat yang menggesek dan berisiko mengiritasi vulva (bagian luar vagina) serta vagina. Lebih baik gunakan celana dalam dari bahan katun yang lembut dan tidak lembap. 

Sebagian besar kista vagina tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memicu masalah kesehatan lebih lanjut. Hanya saja, pada beberapa kasus, adanya kista dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat berhubungan seks. 

Selama tidak menimbulkan keluhan, kista vagina hanya perlu dipantau untuk mengetahui apakah ada perubahan ukuran dan bentuknya atau tidak.

Jika timbul infeksi pada kista, dokter akan memberikan obat antibiotik. Sementara untuk kista yang dirasa sangat mengganggu, benjolan di vagina ini bisa dibuang lewat operasi. 

2. Herpes kelamin

Penyebab benjolan di vagina berikutnya adalah herpes kelamin. Pada tahap awal, infeksi menular akibat virus herpes simplex (HSV) ini ditandai dengan demam, pembengkakan kelenjar, serta munculnya luka-luka pada bagian genital. 

Pada tahap lanjutan, herpes kelamin bisa memicu munculnya benjolan-benjolan merah pada bagian genital. Benjolan ini kemudian menjadi bisul atau lepuhan yang terasa sangat sakit. Benjolan herpes kelamin bisa pecah, lalu membentuk koreng atau luka terbuka.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan herpes kelamin. Dokter biasanya memberikan obat antivirus guna mengurangi rasa gejala yang dirasakan.

Penderita herpes kelamin juga dilarang berhubungan seks selama mengalami luka terbuka akibat penyakit ini. Pasalnya, penularan akan sangat mudah terjadi.

3. Kutil kelamin

Jika ada benjolan di vagina yang teraba dengan permukaan agak kasar, tebal dan seperti menempel di dinding vagina, kemungkinannya antara daging tumbuh (skin tag) atau kutil kelamin.

Skin tag adalah pertumbuhan jaringan yang jinak dan tidak berbahaya. Oleh sebab itu, kondisi ini tidak memerlukan perawatan medis yang khusus. 

Sedangkan kutil kelamin disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV), yang menular melalui kontak seksual. Kutil kelamin bisa muncul berupa benjolan di vagina (baik di bagian dalam maupun luar) serta di sekitar anus.

Kutil kelamin tidak menimbulkan rasa saki. Benjolannya serupa warna kulit atau cenderung merah muda. Ukurannya juga kecil-kecil, dan biasanya tumbuh lebih dari satu di sekitar alat kelamin.

Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan HPV dan kutil kelamin. Namun kemungkinan menular tetap ada.

Mereka yang sedang memiliki kutil kelamin disarankan untuk absen dulu dari hubungan intim supaya tidak menulari pasangannya.

Infeksi HPV tidak ada obatnya. Pada sebagian besar kasus, virus akan hilang sendiri dalam waktu beberapa tahun kemudian. 

HPV bisa menyebabkan kanker serviks (leher rahim). Tetapi jenis HPV penyebab kanker ini berbeda dengan HPV penyebab kutil kelamin. 

4. Kista kelenjar Bartholin

Jika Anda merasakan satu benjolan pada liang vagina, biasanya ini adalah sejenis kista vagina yang disebut kista kelenjar Bartholin

Kelenjar bartholin bertugas memproduksi cairan lendir yang melubrikasi vagina. Kelenjar ini bisa saja tersumbat, sehingga cairan terperangkap di dalamnya kemudian membentuk kista. 

Kista kelenjar bartholin biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali bila kista terinfeksi dan menjadi kumpulan nanah yang dikelilingi oleh jaringan yang meradang atau abses. 

Ciri-ciri kista kelenjar bartholin meliputi benjolan di vagina yang terasa membengkak serta permukaannya yang mulus. Ukuran benjolan kadang-kadang bisa sampai berdiameter 2,5 cm atau lebih.  

Lokasi benjolan umumnya di salah satu sisi liang vagina. Benjolan juga terkadang bisa muncul di salah satu sisi bibir vagina yang tertutup kulit. 

Kista kelenjar bartholin bisa mengecil dengan sendirinya. Kompres hangat dapat membantu cairan dalam kista untuk keluar, sehingga benjolan di vagina ini mengempis.

Jika terjadi infeksi pada kista hingga membentuk abses, kunjungi dokter untuk mengeluarkan nanahnya dan mengeringkan abses. Demikian pula saat benjolan yang diduga sebagai kista bartholin tidak menghilang sendiri setelah beberapa lama. 

5. Varises vagina

Varises vagina adalah pembuluh darah yang membengkak, yang lokasinya di sekitar vulva atau vagina. Kondisi ini terjadi pada 10% perempuan hamil dan bisa muncul akibat proses penuaan.

Benjolan di vagina akibat varises bisa muncul di sekitar labia minora dan labia mayora. Penampakannya berupa pembuluh darah yang membesar dan berwarna kebiruan.

Pembuluh darah yang membengkak di vagina mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi ada sensasi seperti pegal dan berat. Kadang-kadang area pembengkakan juga terasa gatal.

Jika disebabkan oleh kehamilan, varises vagina akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar enam minggu setelah kelahiran bayi. Sayangnya, varises vagina juga sering muncul lagi pada kehamilan berikutnya.

Untuk mengatasi varises, dokter cenderung merekomendasikan perubahan gaya hidup dibanding melakukan pengobatan yang agresif. Penderita biasanya akan diminta untuk menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan ideal, rutin olahraga guna memperbaiki sirkulasi darah, serta menghindari berdiri terlalu lama. 

Munculnya benjolan di vagina bisa saja sulit disadari karena tanpa rasa sakit. Untuk mendeteksi kesehatan vagina, Anda dianjurkan mengecek kondisi vagina sendiri secara berkala.

Apabila ada kejanggalan, segera periksakan ke dokter. Jangan menunggu sampai terjadi komplikasi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-lumps-bumps
Diakses pada 20 Agustus 2019

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/decision_guide/vaginal-sores-and-lumps
Diakses pada 20 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed