Benjolan di Testis Menimbulkan Rasa Sakit, Apa Penyebabnya?

Benjolan testis dapat disebabkan oleh pembesaran pada pembuluh darah testis
Benjolan di testis adalah salah satu keluhan yang sering dialami oleh pria

Benjolan di testis relatif sering dialami oleh anak laki-laki dan pria dewasa, dan dapat disebabkan oleh berbagai macam kelainan. Sebagian besar penyebab benjolan di testis tidak berbahaya. Walaupun benjolan seringkali menyebabkan kekhawatiran terhadap kemungkinan munculnya kanker testis, kelainan lain juga dapat menyebabkan benjolan di testis, seperti infeksi, peradangan pada kulit atau pembuluh darah balik.

Penyebab Benjolan di Testis

Benjolan di testis dapat disebabkan oleh kelainan yang bukan merupakan proses keganasan (kanker). Beberapa kelainan tersebut, di antaranya:

  • Di atas testis, berjalan struktur menyerupai pipa yang disebut epididimis. Epididimis berfungsi untuk menyalurkan sel sperma keluar dari testis. Jika terbentuk kantung berisi cairan (kista) pada epididimis atau spermatocele, benjolan di testis dapat terjadi.
  • Epididimitis adalah radang pada epididimis. Epididimitis seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri, termasuk infeksi menular seksual. Kadang dapat disebabkan oleh infeksi virus atau aliran urine yang tidak normal ke epididimis.
  • Varicocele, yaitu pembesaran pada pembuluh darah testis. Varicocele tampak serupa dengan varises pada pembuluh darah kaki. Varicocele dapat menyebabkan kemandulan.
  • Hidrocele, yaitu penumpukan cairan pada selaput yang menyelubungi testis. Penumpukan cairan dalam jumlah kecil adalah normal, tapi jika jumlahnya banyak dapat menyebabkan pembengkakan yang tidak nyeri. Sering terjadi pasca infeksi atau cedera pada area genital. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua testis, dan tidak sakit.
  • Hematocele. Berbeda dengan hidrokel, pada hematocele darah menumpuk di selaput penyelubung testis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh trauma langsung.
  • Hernia inguinalis, atau lebih dikenal dengan istilah turun berok. Kelemahan otot dinding perut menyebabkan sebagian dari usus halus untuk turun dan mengisi skrotum, akhirnya menyebabkan benjolan.
  • Infeksi dapat terjadi pada testis (orkitis) atau epididimis (epididimitis). Proses radang akibat infeksi menyebabkan pembengkakan yang tampak seperti benjolan. Terapi meliputi pemberian antibiotik. Namun jika benjolan tidak juga hilang dengan pengobatan, pemeriksaan ke arah kanker testis harus dilakukan.
  • Cedera
  • Testis terputar (torsio testis). Torsio testis adalah kondisi yang membutuhkan penanganan segera akibat testis yang terpelintir. Nyeri yang ditimbulkan sangat hebat, dapat disertai dengan muntah dan pembengkakan testis. Puntiran menyebabkan terjepitnya pembuluh darah dan serabut saraf, sehingga tindakan untuk melepaskan puntiran harus segera dilakukan untuk menjaga aliran darah ke testis dan mencegah kematian sel-sel testis.
  • Orkitis adalah peradangan pada testis yang paling sering disebabkan oleh virus, misalnya virus campak.

Faktor Risiko Benjolan di Testis

Sementara itu, faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya benjolan di testis meliputi:

  • Undesensus testis. Dalam satu tahun pertama kehidupan, testis yang awal mulanya berada di dalam rongga perut akan turun ke dalam kantong skrotum. Kegagalan testis untuk turun, baik satu maupun kedua testis, disebut dengan undesensus testis. Undesensus testis meningkatkan risiko terjadinya:
    • Hernia inguinalis
    • Testis terpuntir (torsio testis)
    • Kanker testis
  • Kelainan bawaan lahir pada testis, penis, atau ginjal meningkatkan risiko timbulnya benjolan pada testis di kemudian hari.
  • Riwayat kanker testis. Jika Anda didiagnosis kanker pada satu testis, maka testis lainnya juga berisiko terkena kanker. Riwayat kanker testis pada ayah atau saudara laki-laki juga meningkatkan risiko kanker testis.

Jika Anda menemukan benjolan di testis, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab yang berbahaya. Penanganan benjolan di testis bergantung pada penyebab dasar benjolan. Sebagian besar benjolan tidak membutuhkan penanganan khusus jika tidak menimbulkan keluhan dan tidak menunjukkan tanda keganasan.

Beberapa benjolan akan hilang dengan sendirinya. Untuk mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman, obat antinyeri dapat diminum atau menggunakan pakaian dalam yang tepat. Jika benjolan tidak juga hilang, pemeriksaan dan tatalaksana lebih lanjut mungkin dibutuhkan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321980.php
Diakses pada April 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scrotal-masses/symptoms-causes/syc-20352604
Diakses pada April 2019

National Health Service. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/sexual-and-reproductive/testicular-lumps-and-swellings
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed