Tidak Selalu Kanker, Ini Macam-macam Penyebab Benjolan di Payudara Kiri


Benjolan di payudara kiri bisa muncul karena berbagai kondisi, mulai dari kista, fibroadenoma, perubahan fibrokistik, cedera dan infeksi, maupun kanker. Hanya diagnosis oleh dokter yang bisa menentukan penyebabnya.

(0)
11 Mar 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Benjolan di payudara kiri mungkin saja terjadi akibat cederaBenjolan di payudara kiri bisa terjadi karena cedera maupun infeksi
Merasa panik ketika menemukan benjolan di payudara kiri adalah hal yang lumrah dialami oleh setiap wanita. Namun, sebelum Anda terlanjur panik dan menganggap benjolan itu sebagai pertanda kanker payudara, ada baiknya menyimak penjelasan medis berikut ini.Benjolan dapat terjadi di sisi payudara kanan maupun kiri, atau bahkan keduanya. Meski tidak dipungkiri bahwa dokter lebih banyak menemukan benjolan tanda kanker payudara di sisi payudara sebelah kiri, bukan berarti jika Anda menemukan benjolan di payudara kiri sudah pasti merupakan tanda kanker.Ada banyak tipe benjolan di payudara. Sebanyak 80% di antaranya tidak berbahaya dan bukanlah benjolan tanda kanker. Kendati demikian, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter untuk mendeteksi kanker pada benjolan di payudara kiri tersebut.

Penyebab munculnya benjolan di payudara kiri

Periksakan benjolan di payudara kiri ke dokter
Benjolan di payudara kiri dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti:

1. Kista payudara

Kista payudara merupakan bentuk saluran ASI yang membesar dan berisi cairan dan biasanya terasa bulat, halus, dan kencang. Kista payudara bisa berukuran besar atau kecil, disertai dengan jaringan payudara di sekitarnya terasa lunak. Pada beberapa kasus, kista payudara muncul sebelum menstruasi dan mengecil atau bahkan menghilang sendiri setelah haid berakhir.

2. Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor payudara non-kanker yang benjolannya terasa padat, halus, dan mudah bergerak di bawah kulit saat disentuh. Fibroadenoma bisa membesar. Faktor-faktor yang biasanya mengakibatkan tumbuhnya fibroadenoma ialah menstruasi, kehamilan, dan terapi hormon.

3. Perubahan payudara fibrokistik

Jika Anda merasa payudara penuh dengan benjolan yang seperti naik-turun dan nyeri di payudara kiri, itu mungkin pertanda bentuk perubahan payudara fibrokistik ini. Mayoritas wanita mengalami perubahan payudara fibrokistik menjelang menstruasi dan cenderung membaik setelah siklus menstruasi.

4. Cedera dan infeksi

Cedera parah pada jaringan payudara atau saraf di dekatnya dapat menyebabkan benjolan di payudara kiri. Tersumbatnya cairan yang terinfeksi (abses) di jaringan payudara juga dapat menyebabkan benjolan di payudara kiri. Kondisi ini biasanya diikuti dengan nyeri di payudara kiri dan pembengkakan kulit.

5. Kanker payudara

Benjolan di payudara kiri yang tidak nyeri, terasa keras, berbentuk tidak teratur, dan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya mungkin merupakan pertanda kanker payudara. Kulit yang menutupi benjolan bisa terlihat merah, berlesung pipit, atau berbintik-bintik seperti kulit jeruk. Ukuran dan bentuk payudara dapat berubah, bahkan Anda mungkin melihat keluarnya cairan dari puting.Untuk memastikan penyebab benjolan di payudara kiri, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Sebab, diagnosis ini nantinya menentukan perawatan yang dibutuhkan.

Cara mendeteksi kanker payudara

Lakukan SADARI sebagai deteksi dini kanker
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa benjolan di payudara kiri tidak selalu berarti kanker payudara. Namun, tidak ada salahnya untuk selalu waspada terhadap kemungkinan munculnya sel kanker di payudara.Anda bisa melakukan langkah SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara berikut ini:
  • Berdiri tegak. Cermati perubahan bentuk dan kulit payudara, serta puting. Tidak perlu khawatir jika bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris karena itu bukan pertanda kanker payudara.
  • Angkat kedua lengan. Kemudian, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Dorong siku ke depan dan cermati payudara, dorong siku ke belakang dan kembali perhatian bentuk maupun ukuran payudara.
  • Posisikan kedua tangan pada pinggang. Condongkan bahu sehingga payudara menggantung, dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan otot dada.
  • Angkat lengan kiri. Tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, lalu cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran, dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, serta sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan.
  • Cubit kedua puting. Adakah cairan yang keluar dari puting, baik berupa cairan bening, nanah, maupun darah? Bila ada, berkonsultasilah ke dokter.
  • Periksa sembari berbaring, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan, cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.
Deteksi dini kanker payudara juga bisa dilakukan di rumah sakit dengan menggunakan tes mammogram.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang benjolan di payudara kiri, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kanker payudaratumor jinak payudarapayudara
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324498
Diakses pada 7 Maret 2021
Kementerian Kesehatan RI. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/enam-langkah-sadari-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara
Diakses pada 7 Maret 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/suspicious-breast-lumps/symptoms-causes/syc-20352786
Diakses pada 7 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait