Benjolan di Leher Sakit Bila Ditekan? Jangan Panik Dulu!


Benjolan di leher sakit bila ditekan tentu mengkhawatirkan. Meski benjolan ini termasuk umum terjadi, Anda tetap harus waspada karena penyebabnya bisa saja penyakit serius.

(0)
24 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Benjolan di leher sakit bila ditekan dapat terjadi karena banyak halBenjolan di leher sakit bila ditekan bisa jadi karena gondok
Pada leher, ada sekitar 100 kelenjar getah bening sehingga kemungkinan munculnya benjolan merupakan hal yang biasa. Adapun benjolan di leher sakit bila ditekan terjadi mungkin karena ada penyakit di baliknya.Beberapa kondisi memang sering menjadi sebab dasar tumbuhnya benjol di leher. Umumnya, benjolan ini disebabkan karena membengkaknya kelenjar getah bening. Bagian ini akan membengkak sebagai reaksi perlawanan jika terjadi infeksi. Hanya saja patut diwaspadai bahwa penyebabnya bisa saja kanker.Salah satu yang sering membuat bagian leher memiliki benjolan adalah karena iritasi. Iritasi ini bisa berasal dari bahan-bahan yang sering bersentuhan dengan kulit leher. Sampo, sisa deterjen pada kerah baju, keringat, dan minyak rambut adalah beberapa contohnya. Bisa juga karena bagian ini sering bergesekan dengan rambut dan pakaian.

5 penyebab benjolan di leher sakit bila ditekan

Benjolan di area leher ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Beberapa kondisi yang mungkin menyebabkannya antara lain:
  • Penyakit menular mononukleosis

Salah satu yang membuat leher mengalami benjolan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Kondisi ini juga sering disebut dengan demam kelenjar. Umumnya ini terjadi pada anak-anak remaja usia sekolah atau menjelang dewasa saat mereka mahasiswa.Gejala yang muncul adalah demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Selain itu, kepala juga bisa sakit, merasa kelelahan, keringat saat malam hari, dan nyeri pada tubuh Gejala juga bisa berlangsung hingga 2 bulan.
  • Benjolan pada tiroid

Leher juga mungkin mendapat benjolan atau nodul pada kelenjar tiroid. Benjolan ini mungkin akan terasa padat dan berisi cairan. Umumnya nodul ini tidak berbahaya namun bisa jadi merupakan tanda adanya penyakit. Tak tanggung-tanggung, kanker atau disfungsi autoimun bisa jadi penyebabnya.Saat ini terjadi, penderitanya mungkin akan menunjukkan gejala batuk, suara serak, dan benjolan di leher sakit bila ditekan. Penderita juga mungkin akan mersakan sulit menelan atau bernapas. Nodul tiroid mengindikasikan kelenjar tiroid terlalu aktif atau justru kurang aktif.
  • Gondok

Jika kelenjar tiroid mengalami pertumbuhan abnormal, bisa jadi itu merupakan tonjolan gondok. Gondok kemungkinan hanya merupakan benjolan jinak atau terkait dengan aktivitas hormon tiroid baik berupa peningkatan maupun penurunan.Gondok juga bisa jadi merupakan nodul atau menyebar. Pembesaran akibat kondisi ini bisa menimbulkan gejala susah menelan dan bernapas. Selain itu, batuk, serak, atau pusing saat mengangkat lengan ke atas kepala.
  • Limfoma non-Hodgkin

Tonjolan di leher juga bisa jadi disebabkan oleh limfoma non-Hodgkin. Jenis limfoma ini merupakan berbagai kelompok kanker sel darah putih. Gejala yang mungkin muncul adalah demam, keringatan di malam hari, dan penurunan berat badan.Gejala lain yang mungkin terjadi termasuk tidak nyeri, pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran hati, pembesaran limpa, ruam kulit, gatal-gatal, kelelahan, dan pembengkakan perut.
  • Kanker tiroid

Ketika sel-sel kelenjar tiroid menjadi tidak normal tumbuh di luar kendali maka bisa jadi berkembang menjadi kanker tiroid. Kanker ini merupakan salah satu bentuk kanker endoktrin paling umum.Gejala yang mungkin muncul ketika seseorang menderita kanker ini adalah benjolan di tenggorokan, batuk, suara serak, dan nyeri di tenggorokan atau leher. Selain itu, penderita juga kesulitan menelan, pembengkakan getah bening di leher, atau pembengkakan kelenjar tiroid.

Bagaimana cara mengatasi benjolan di leher sakit saat ditekan?

Menghadapi benjolan di leher, yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi yang melatar-belakanginya. Untuk itu, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah yang sebaiknya dilakukan.Saat di dokter, sebaiknya beritahukan dokter dengan baik beberapa hal berikut:
  • Letak persisnya benjolan
  • Muncul rasa sakit atau tidak
  • Pembengkakan ada si seluruh leher atau tidak
  • Besar dan waktu tumbuh benjolan
  • Apakah menimbulkan ruam atau gejala lainnya
  • Menimbulkan sulit bernapas atau tidak
Jika diperlukan, beberapa tes di bawah ini mungkin diperlukan:
  • CT scan di bagian kepala atau leher
  • Melakukan scan radioaktif pada tiroid
  • Biorsi tiroid
Untuk mengatasi benjolan di leher sakit saat ditekan akan tergantung pada penyebab utamanya. Pemberian obat bisa diberikan mulai dari minum antibiotik atau antivirus. Jika diperlukan, operasi pengangkatan benjolan bisa dilakukan.Untuk diskusi lebih lanjut seputar benjolan di leher yang sakit bila ditekan, Anda bisa bertanya langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kelenjar tiroidgondonganmononukleosiskanker tiroidlimfoma non-hodgkin
Patient Info. https://patient.info/signs-symptoms/neck-lumps-and-bumps-leaflet
Diakses pada 24 November 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324866
Diakses pada 24 November 2020
Healthline: https://www.healthline.com/health/neck-lump
Diakses pada 24 November 2020
Medine Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003098.htm
Diakses pada 24 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait