Benjolan di Kepala Harus Ditangani dengan Serius, Apa Saja Penyebabnya?

Jangan khawatir, kenali dulu penyebab benjolan di kepala Anda.
Benjolan di kepala bisa diakibatkan banyak penyakit.

Benjolan di kepala tentu mengundang rasa khawatir. Sebab, kepala adalah bagian tubuh yang sangat vital dan menjadi "rumah" dari otak manusia. Namun, jangan sampai rasa cemas membuat Anda tak bisa berpikir jernih.

Ketahui dulu berbagai penyebab benjolan di kepala ini, supaya bisa mencari tahu pengobatan yang paling tepat.

Benjolan di kepala disebabkan oleh apa?

Terdapat berbagai macam alasan kemunculan benjolan di kepala. Dalam beberapa kasus, benjolan di kepala tidaklah berbahaya. Namun, ada juga benjolan di kepala yang menandakan penyakit serius dan harus ditangani secara serius.

1. Cedera kepala

Benturan objek keras secara tak sengaja pada kepala bisa menyebabkan cedera dan munculnya benjolan. Kondisi ini menjadi tanda bahwa kepala Anda terluka dan sedang dalam proses penyembuhan.
Beberapa penyebab cedera kepala yang umum meliputi:

  • Kecelakaan mobil
  • Benturan saat berolahraga
  • Terjatuh
  • Luka akibat perkelahian
  • Terpukul benda tumpul

Selain itu, cedera kepala dapat menimbulkan hematoma atau gumpalan darah di kulit kepala. Jika ada benjolan di kepala yang muncul, ini menjadi tanda bahwa ada perdarahan kecil di bawah kulit kepala.

Jika Anda mengalami cedera kepala, terutama sampai hilang kesadaran, segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Rambut yang tumbuh ke dalam

Benjolan di kepala
Rambut tumbuh ke dalam bisa sebabkan benjolan di kepala

Jika benjolan di kepala muncul setelah Anda mencukur rambut, bisa jadi penyebabnya adalah rambut yang tumbuh ke dalam. Kondisi ini terjadi saat rambut tumbuh ke dalam, bukan ke luar kulit kepala. Terkadang, rambut yang tumbuh ke dalam bisa menginfeksi dan menjadi benjolan berisikan nanah.

Umumnya, rambut yang tumbuh ke dalam akan sembuh dengan sendirinya.

3. Folikulitis

Benjolan di kepala juga bisa disebabkan oleh folikulitis. Folikulitis adalah kondisi yang disebabkan oleh peradangan pada folikel rambut akibat infeksi.

Beberapa gejala folikulitis meliputi:

  • Gatal-gatal
  • Kulit kemerahan
  • Nyeri
  • Adanya titik putih di atas benjolan

Biasanya, folikulitis dapat sembuh dengan sendirinya. Selain itu, hindarilah penyebab folikulitis seperti terlalu lama mandi di bawah kucuran air hangat, hingga mengenakan pakaian terlalu ketat.

4. Keratosis seboroik

Keratosis seboroik adalah pertumbuhan kulit non-kanker yang terlihat dan terasa seperti kutil. Biasanya, keratosis seboroik muncul di kepala dan leher orang dewasa.

Benjolan di kepala yang disebabkan keratosis seboroik dianggap tidak berbahaya. Namun, jika dokter memprediksi bahwa keratosis seboroik yang Anda alami bisa berkembang jadi kanker kulit, biasanya tindakan cryotherapy akan dilakukan untuk mengobatinya.

5. Kista epidermoid

Kista epidermoid adalah benjolan yang muncul di bawah kulit. Biasanya, kista ini muncul di kulit kepala dan juga wajah. Kista epidermoid tidak menimbulkan rasa nyeri.

Penyebab kista epidermoid adalah menumpuknya keratin di bawah kulit. Kondisi ini bersifat non-kanker dan akan hilang dengan sendirinya.

Biasanya, kista epidermoid tidak perlu pengobatan, kecuali menyebabkan rasa nyeri atau terinfeksi.

6. Kista pilar

Sama seperti kista epidermis, kista pilar merupakan benjolan non-kanker yang bisa muncul di kepala. Namun, kista pilar lebih sering muncul di kulit kepala.

Kista pilar tidak menimbulkan nyeri saat disentuh. Umumnya, kista pilar tidak memerlukan pengobatan kecuali mengalami infeksi.

7. Lipoma

Benjolan di kepala
Benjolan di kepala bisa diakibatkan lipoma

Benjolan di kepala lainnya bisa disebabkan oleh lipoma. Lipoma adalah tumor non-kanker yang bisa muncul di kepala. Namun, lipoma lebih sering terlihat di leher dan juga bahu.

Tenang saja, lipoma tidak menyebabkan rasa nyeri jika disentuh. Lipoma juga dianggap tidak berbahaya. Meski begitu, jika tumor mengalami pertumbuhan, dokter akan menyarankan operasi untuk mengangkatnya.

8. Pilomatrixoma

Pilomatrixoma adalah tumor kulit non-kanker yang bertekstur cukup keras. Pilomatrixoma terjadi karena adanya pengapuran sel di bawah kulit. Biasanya, tumor tidak ganas ini muncul di wajah, kepala, dan juga leher. Benjolannya juga tidak menyebabkan rasa nyeri.

Selain itu, kemungkinan berubahnya pilomatrixoma menjadi kanker sangatlah kecil. Itulah sebabnya, pilomatrixoma jarang membutuhkan pengobatan. Namun, jika pilomatrixoma terinfeksi, dokter akan menyerankan operasi.

9. Karsinoma sel basal

Benjolan di kepala yang satu ini tidak boleh diremehkan. Sebab, karsinoma sel basal adalah tumor kanker yang tumbuh di lapisan kulit terdalam. Biasanya, benjolan yang disebabkan karsinoma sel basal berwarna merah atau merah muda.

Paparan sinar matahari yang terlalu intens diyakini menjadi penyebab karsinoma sel basal. Selain itu, jenis kanker kulit ini harus ditangani dengan operasi.

10. Exostosis

Exostosis adalah pertumbuhan tulang di atas tulang. Itulah sebabnya, exostosis dapat menyebabkan benjolan di kepala.

Benjolan akibat exostosis dapat muncul di mana saja, tapi paling sering ditemui di bagian kepala. Dalam kasus exostosis yang serius, dokter akan menyarankan operasi.

Kapan harus ke dokter?

Beberapa kasus benjolan di kepala memang umumnya tidak memerlukan perawatan dokter. Namun, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi untuk mengetahui penyebab benjolan di kepala.

Segera kunjungi dokter jika benjolan di kepala:

  • Memiliki ukuran yang semakin membesar
  • Menyebabkan nyeri
  • Menyebabkan munculnya nanah
  • Terasa hangat ketika disentuh

Selain itu, jika benjolan di kepala muncul akibat cedera kepala, langsung datang ke ruang perawatan darurat. Apalagi kalau muncul gejala-gejala seperti hilang kesadaran, muntah, keluar darah dari telinga dan hidung.

Catatan dari SehatQ:

Sekali lagi, jangan meremehkan benjolan di kepala. Sebab, benjolan di kepala bisa menjadi tanda-tanda keberadaan penyakit serius yang Anda idap.

Berkonsultasilah dengan dokter untuk meminta rekomendasi perawatan terbaik, yang bisa mencegah benjolan di kepala, datang lagi.

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/bump-on-back-of-head
Diakses pada 26 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325138#folliculitis
Diakses pada 26 Maret 2020

Artikel Terkait