Benjolan di Gusi Tidak Terasa Sakit, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

(0)
12 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Benjolan di gusi tapi tidak terasa sakit bisa disebabkan oleh mukosel, granuloma, fibroma, dan torusBenjolan di gusi yang tidak terasa sakit bisa disebabkan karena banyak hal
Benjolan di gusi bisa muncul karena berbagai pemicu, mulai dari mukosel, abses, kista, hingga gejala kanker mulut. Tergantung dari penyebabnya, benjolan tersebut bisa terasa sakit dan bisa juga tidak. Karena itu, cara mengobatinya pun akan berbeda.

Benjolan di gusi tapi tidak sakit, ini sebabnya

Munculnya benjolan di gusi tapi tidak terasa sakit, belum tentu pertanda bahwa Anda baik-baik saja. Meski sebagian kondisi penyebabnya memang tidak berbahaya, tapi sebagian lagi bisa menjadi penanda gangguan di rongga mulut yang harus segera diobati.

1. Mukosel

Mukosel adalah sejenis kista yang bisa tumbuh di berbagai bagian rongga mulut, termasuk gusi. Benjolan di gusi yang disebabkan oleh mukosel tidak terasa sakit, lunak, dan bergerak-gerak jika disentuh. Warna benjolannya biasanya sama dengan jaringan gusi di sekitarnya. Kondisi ini tidaklah berbahaya, dan muncul akibat adanya sumbatan di kelenjar air liur.

Cara mengobati mukosel:

Benjolan di gusi yang disebabkan oleh mukosel bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan. Namun, kondisi ini bisa kambuh dan muncul dalam ukuran yang lebih besar. Saat hal itu terjadi, maka dokter gigi akan melakukan operasi kecil untuk mengangkatnya.

2. Granuloma piogenik

Granuloma piogenik adalah benjolan di gusi yang berwarna merah keunguan dan tidak menimbulkan sakit. Meski penyebab munculnya hingga saat ini belum terlalu jelas, tapi benturan dan trauma fisik diduga menjadi pemicu utama.Namun beberapa perempuan juga melaporkan mengalaminya saat hamil. Sehingga, ada kemungkinan juga kemunculan benjolan ini berhubungan dengan perubahan hormon.

Cara mengobati granuloma piogenik:

Tidak ada langkah khusus yang akan dilakukan dokter untuk menangani kondisi ini. Jika benjolan tersebut mulai dirasa mengganggu karena ukurannya cukup besar, dokter gigi dapat melakukan operasi pengangkatan granuloma.Baca Juga: Mengenal Macam-macam Penyakit Lidah yang Jarang Diketahui

3. Fibroma

Fibroma adalah benjolan di gusi yang muncul akibat tumbuhnya jaringan gusi secara berlebihan. Kondisi ini biasanya muncul saat gusi terbentur atau mengalami luka maupun gesekan.Biasanya, fibroma muncul pada orang yang menggunakan gigi palsu tapi tidak pas. Benjolan ini juga bisa muncul saat Anda tidak sengaja menabrak gusi dengan bagian sikat gigi yang keras.Selain di gusi, fibroma juga bisa muncul di pipi bagian dalam, lidah bagian samping, dan bibir bagian dalam. Benjolan di gusi yang satu ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Cara mengobati fibroma:

Jika fibroma tersebut terjadi karena penggunaan gigi palsu yang kurang pas, maka dokter akan memperbaiki gigi palsu tersebut hingga tidak lagi melukai jaringan rongga mulut.Apabila fibroma yang muncul berukuran cukup besar, dokter juga dapat melakukan operasi pengangkatan.

4. Torus

Benjolan di gusi yang tidak terasa sakit, juga bisa disebabkan oleh torus. Torus adalah pertumbuhan tulang berlebih yang umumnya terjadi pada langit-langit mulut atau di dasar mulut. Terkadang, torus juga bisa muncul di gusi bagian depan.Benjolan ini tidaklah berbahaya dan tanpa rasa sakit. Namun pada beberapa kasus, torus tumbuh terlalu besar sehingga terasa mengganjal dan mengganggu pengucapan.

Cara mengobati torus:

Torus sebenarya bukan kondisi yang perlu diobati. Namun jika keberadaannya terasa mengganggu, dokter gigi spesialis bedah mulut bisa melakukan operasi untuk mengangkat torus. Baca Juga: Salah Cara Sikat Gigi Bisa Picu Penyakit, Ini Cara yang Benar

Benjolan di gusi yang terasa sakit

Sebagian benjolan di gusi juga bisa terasa sakiti, bahkan sampai mengganggu kegiatan sehari-hari. Berikut ini penyebab dan cara mengatasinya yang perlu Anda tahu.

1. Abses

Abses adalah benjolan di gusi akibat infeksi bakteri. Umumnya, abses muncul saat ada gigi berlubang parah yang tidak segera diobati atau saat kebersihan mulut sangat buruk, dengan karang gigi yang menumpuk.Benjolan karena abses, memiliki konsistensi yang lunak dan hangat jika disentuh. Abses gigi maupun abses gusi sama-sama bisa menimbulkan benjolan di gusi dan bisa terasa sangat nyeri hingga berdenyut-denyut.Pada abses yang ukurannya sangat besar, pembengkakan bisa meluas hingga pipi dan rahang. Rasa sakit yang muncul juga berisiko menjalar hingga ke telinga dan leher.

Cara mengobati abses:

Untuk mengobati abses, dokter akan melakukan prosedur yang dinamakan drainase. Drainase abses ini bertujuan untuk mengeluarkan pus atau nanah yang ada di dalam benjolan tersebut agar infeksi dan rasa nyeri yang dirasakan bisa hilang.Setelah drainase, dokter gigi akan melanjutkan perawatan sesuai kebutuhan. Beberapa perawatan lanjutan yang mungkin dilakukan antara lain pembersihan karang gigi, perawatan saluran akar, dan pencabutan gigi.

2. Kista

Kista pada gigi bisa terbentuk saat jaringan lunak di gigi atau saraf gigi, mati. Benjolan ini terlihat seperti kantung yang berisi cairan dan umumnya keras dan nyeri jika disentuh.Jika terus dibiarkan, kista di gigi bisa membesar dan merusak tulang-tulang pendukung gigi yang disebut tulang alveolar. Sehingga lama-kelamaan, gigi bisa lepas dengan sendirinya.

Cara mengobati kista di gigi dan gusi:

Untuk mengobati kista, ada beberapa metode yang bisa dilakukan oleh dokter gigi, yaitu perawatan saluran akar, operasi, atau pencabutan gigi.

3. Gejala kanker rongga mulut

Benjolan di gusi yang merupakan tanda kanker mulut, biasanya memiliki bentuk berbeda dari benjolan lainnya. Benjolan tersebut umumnya berbentuk tidak teratur dan keras, serta berwarna kemerahan.Selain itu, kemunculannya juga seringkali disertai dengan rasa kebas di sekitar mulut, sakit tenggorokan, dan perubahan suara menjadi serak.

Cara mengobati benjolan di gusi yang merupakan gejala kanker:

Sebelum memulai perawatan, dokter gigi akan memeriksa terlebih dahulu potensi gejala kanker pada benjolan. Pemeriksaan dilakukan dengan metode biopsi dan apabila hasilnya terdapat sel kanker, maka akan segera dilakukan perawatan.Perawatan untuk kanker rongga mulut, tidak berbeda dari kanker di bagian tubuh lainnya, seperti kemoterapi, terapi radiasi, ataupun operasi.

Kapan benjolan di gusi harus diperiksakan ke dokter gigi?

Meski tidak semua benjolan di gusi berbahaya, tapi Anda tetap perlu mewaspadai apabila ada gejala-gejala gangguan lain yang muncul. Segera periksakan kondisi ini ke dokter gigi apabila kemunculannya juga disertai gejala berupa:
  • Demam
  • Nyeri yang berdenyut
  • Lidah jadi terasa tidak enak untuk makan
  • Napas jadi berbau
  • Benjolan yang tidak juga hilang setelah dua minggu dan bahkan bertambah parah
  • Bercak putih atau merah di rongga mulut
  • Benjolan yang berdarah dan terasa nyeri
Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar benjolan di gusi yang Anda alami, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
radang gusigusi berdarahabses gusi
Healthline. https://www.healthline.com/health/bump-on-gums
Diakses pada 25 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326035
Diakses pada 25 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/mucocele-causes-symptoms-and-treatment#1
Diakses pada 25 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait