Benjolan di Dada, Apa Saja Penyebabnya?

(0)
07 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Benjolan di dada dapat disebabkan oleh bisul!Benjolan di dada dapat disebabkan banyak kondisi medis, salah satunya kista.
Siapa bilang benjolan di dada selalu disebabkan oleh kanker? Nyatanya, ada banyak penyakit yang dapat menyebabkannya.Mulai dari kista, lipoma, hematoma, hingga tuberkulosis tulang. Berbagai macam kondisi medis ini dapat menyebabkan munculnya benjolan di dada. Selain itu, benturan keras yang menghantam dada pun bisa menyebabkan munculnya benjolan.

9 penyebab benjolan di dada yang harus diwaspadai

Saat benjolan di dada muncul, tidak sedikit orang yang berpikir itu adalah kanker. Padahal, ada banyak penyebab benjolan di dada yang sebenarnya dapat diatasi dengan mudah dengan bantuan dokter.Untuk lebih jelasnya, kenalilah beragam penyebab benjolan di dada ini.

1. Kanker payudara

Penyebab benjolan di dada yang paling ditakuti adalah kanker payudara. Biasanya, benjolan yang muncul di bagian dada akibat kanker payudara akan bertekstur keras dan memiliki sudut yang tak teratur.Umumnya, benjolan di dada akibat kanker ini tidak nyeri saat disentuh. Namun dalam beberapa kasus, benjolannya dapat menimbulkan rasa sakit.

2. Kista

Benjolan di dada dapat disebabkan oleh kista
Kista dapat menyebabkan benjolan di dada
Penyebab benjolan di dada selanjutnya adalah kista. Kista merupakan benjolan berisikan cairan yang ukurannya bervariasi, ada yang sangat kecil dan ada juga yang besar.Kista dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti faktor genetik, tumor, cedera yang memecah pembuluh darah, hingga penyumbatan di dalam tubuh.Bagi wanita, biasanya kista yang muncul di dada atau payudara akan muncul di usia 35-50 tahun (mendekati menopause).

3. Fibroadenoma

Benjolan di dada yang satu ini sering kali dialami wanita. Fibroadenoma umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan muncul di usia 20-30 tahun.Tekstur benjolan di dada ini keras tapi halus. Jika disentuh, benjolan ini dapat berpindah tempat. Meski terkesan menyeramkan, fibroadenoma adalah benjolan nonkanker yang tidak berbahaya.

4. Lipoma

Lipoma adalah gumpalan jaringan lemak yang tumbuh tepat di bawah kulit. Gumpalan ini dapat muncul di dada menyerupai sebuah benjolan.Benjolan ini tumbuh dengan sangat lambat dan tidak menimbulkan rasa sakit, kecuali jika lipoma tumbuh di dekat saraf atau pembuluh darah, barulah rasa sakit bisa muncul.Siapa pun dapat mengalami kemunculan lipoma, tetapi benjolan di dada ini lebih sering dirasakan oleh orang berusia 40-60 tahun.

5. Nekrosis lemak

Nekrosis lemak muncul saat jaringan lemak di payudara mengalami kerusakan akibat cedera atau setelah menjalani terapi radiasi. Meskipun nekrosis lemak paling sering dialami wanita, bukan berarti pria tak bisa mengalaminya.Meski demikian, benjolan di dada yang muncul akibat nekrosis lemak bersifat nonkanker dan tidak menimbulkan rasa sakit.

6. Bisul

Benjolan di dada bisa disebabkan oleh bisul
Benjolan di dada? Bisa jadi hanya bisul saja
Bisul atau abses adalah terjadi akibat penumpukan nanah yang mengalami peradangan. Benjolan ini juga dapat muncul di dada.Anda perlu waspada jika mengalami bisul karena kondisi ini bisa menimbulkan gejala nyeri, lelah, dan bahkan demam. Bisul biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Saat bakteri masuk ke dalam tubuh, sistem imun tubuh akan menugaskan sel darah putih untuk melawannya. Akibatnya, beberapa jaringan tubuh akan mati dan menyebabkan munculnya bisul.

7. Cedera

Jangan salah, benturan atau apa pun yang menyebabkan dada cedera juga dapat menyebabkan munculnya benjolan.Umumnya, benjolan di dada yang diakibatkan oleh cedera akan terasa sakit saat disentuh. Cobalah kompreskan es batu ke benjolan tersebut untuk mengatasi rasa sakitnya. Jika rasa sakitnya tak hilang juga, segeralah datang ke dokter.

8. Tuberkulosis tulang

Tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Saat tuberkulosis sudah menyebar ke luar paru, kondisi ini dikenal dengan sebutan tuberkulosis tulang.Tuberkulosis dapat menyebabkan munculnya benjolan di dinding dada. Gejalanya meliputi rasa nyeri dan penurunan berat badan.

9. Fasciitis nodular

Fasciitis nodular adalah tumor jinak yang dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk dinding dada.Benjolan di dada yang disebabkan fasciitis nodular biasanya akan tumbuh dengan cepat dan teksturnya tidak teratur. Selain itu, fasciitis nodular dapat menyebabkan rasa nyeri.

Kapan benjolan di dada harus diperiksa dokter?

Jika ada perubahan pada bagian tubuh manapun, termasuk munculnya benjolan di dada, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.Jika benjolan di dada disertai dengan beberapa gejala di bawah ini, segeralah datang ke dokter:
  • Pembengkakan
  • Nyeri dada
  • Atrofi otot (turunnya massa otot)
  • Dada yang melebar
  • Terganggunya pergerakan tubuh.
Selain itu, datanglah ke dokter jika memang benjolan muncul setelah adanya benturan keras ke dada dan jika Anda memiliki riwayat keluarga yang pernah mengidap kanker sebelumnya.Apabila Anda punya pertanyaan seputar penyebab benjolan di dada, Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitbenjolan lemaknyeri dadabenjolan lipoma
Healthline. https://www.healthline.com/health/lump-on-chest
Diakses pada 23 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/160821
Diakses pada 23 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibroadenoma/symptoms-causes/syc-20352752
Diakses pada 23 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/abscess/#:~:text=Causes%20of%20abscesses,pus%20to%20form%20an%20abscess.
Diakses pada 23 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait