Benjolan di Belakang Kepala Bisa Disebabkan 11 Penyakit Ini

(0)
09 Jul 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Benjolan di belakang kepala bisa disebabkan berbagai macam penyakit.Benjolan di belakang kepala ternyata tidak melulu disebabkan oleh penyakit serius.
Munculnya benjolan di belakang kepala bisa membuat seseorang merasa cemas berlebihan. Padahal, benjolan di belakang kepala tidak melulu disebabkan oleh penyakit serius dan ternyata bisa disembuhkan.Bagi siapa saja yang sedang merasakan timbulnya benjolan di belakang kepala, tenangkan diri terlebih dahulu dan kenalilah berbagai penyebabnya.Benjolan di belakang kepala, apa penyebabnya?Dengan "mengantongi" berbagai informasi mengenai penyebab benjolan di belakang kepala, Anda jadi bisa "curhat" lebih jelas dan leluasa dengan dokter, untuk mendiskusikan metode pengobatan terbaik.Maka dari itu, kenalilah berbagai penyebab benjolan di belakang kepala ini.

1. Cedera kepala

Pernahkah kepala Anda mengalami benturan ke dinding atau objek keras lainnya? Ya, benjolan di belakang kepala ternyata bisa disebabkan oleh cedera kepala!Benjolan di belakang kepala itu juga menjadi pertanda bahwa tubuh sedang berusaha untuk mengobati dirinya.
Beberapa insiden yang bisa memunculkan benjolan di belakang kepala adalah:
  • Kecelakaan kendaraan
  • Benturan kepala saat berolahraga
  • Terjatuh
  • Terpukul benda tumpul
Tingkat keparahan benjolan di belakang kepala akibat cedera ini dapat dinilai dari ukurannya. Jika ukurannya relatif kecil, benjolan di belakang kepala mungkin diakibatkan oleh cedera kepala yang ringan, seperti terbentur dinding misalnya.Jika besar, maka benjolan di belakang kepala itu mungkin disebabkan oleh kecelakaan hebat. Waspadalah, perdarahan di otak bisa saja terjadi dalam kasus ini. Segera minta bantuan medis dan kunjungi rumah sakit.

2. Rambut tumbuh ke dalam

Rambut tumbuh ke dalam menjadi penyebab benjolan di belakang kepala yang tak perlu dikhawatirkan, tapi tak boleh diacuhkan. Lagipula, tidak ada orang yang ingin rambutnya tumbuh ke dalam, bukan?Rambut tumbuh ke dalam dapat terjadi saat seseorang mencukur rambutnya. Saat rambut tumbuh ke dalam kulit, benjolan di belakang kepala pun muncul.Umumnya, kondisi rambut tumbuh ke dalam tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, saat rambut sudah tumbuh kembali, maka benjolan akan menghilang perlahan.

3. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan yang terjadi pada folikel rambut. Penyebab utamanya ialah bakteri dan jamur yang mengakibatkan munculnya infeksi. Akibatnya, benjolan di belakang kepala yang mirip seperti jerawat muncul.Walau dianggap tak terlalu serius, folikulitis bisa menyebabkan luka terbuka di kepala. Maka dari itu, berkonsultasi dengan dokter adalah opsi yang tepat!

4. Keratosis seboroik

Keratosis seboroik adalah pertumbuhan kulit baru yang terlihat seperti kutil. Umumnya, benjolan di belakang kepala ini bersifat non-kanker.Namun, jika dokter melihat adanya potensi keratosis seboroik “berubah” menjadi ganas, maka opsi yang disarankan untuk mengangkatnya bisa berupa bedah listrik dan cryotherapy.

5. Lipoma

Lipoma adalah pertumbuhan lemak yang bisa muncul di bawah kulit, termasuk di bawah kulit kepala bagian belakang. Itulah sebabnya, lipoma bisa menyebabkan benjolan di belakang kepala.Benjolan di belakang kepala yang disebabkan lipoma dengan berbagai ukuran. Untungnya, tak ada rasa sakit yang ditimbulkan lipoma. Hanya saja, rasa tak nyaman akan muncul pada sebagian orang.

6. Tumbuhnya tulang menonjol (Eksostosis)

Tumbuhnya tulang menonjol atau eksostosis pun mampu menyebabkan munculnya benjolan di belakang kepala. Terutama jika eksostosis terjadi di bagian belakang kepala.Rasa nyeri bisa muncul jika tulang yang menonjol itu bergesekan dengan jaringan tubuh, saraf, atau tulang lainnya.Umumnya, eksostosis tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika penderitanya merasa tak nyaman, dokter akan merekomendasikan obat pereda nyeri ataupun operasi.

7. Kista epidermis

Kista epidermis adalah benjolan kecil dan keras yang tumbuh di bawah kulit. Jika kista epidermis muncul di belakang kepala, maka benjolan dapat timbul di sana.Biasanya, kista epidermis tak menimbulkan rasa sakit. Hanya saja, benjolan berwarna kuning ini bisa mengganggu penampilan dan menyebabkan rasa tidak nyaman.Walau begitu, tak ada salahnya jika Anda mau datang ke dokter untuk memastikan risiko kista epidermis berkembang menjadi lebih parah.

8. Kista pilar

Sama seperti “saudaranya” si kista epidermis, kista pilar dianggap sebagai penyebab benjolan di belakang kepala yang tidak berbahaya.Umumnya, kista pilar memang muncul di kulit kepala. Tak ayal jikalau kista pilar bisa menyebabkan munculnya benjolan di belakang kepala.Untungnya, kista pilar tak menimbulkan rasa sakit. Namun, jika sudah terinfeksi, maka dokter harus mengangkatnya.

9. Pilomatrixoma

Pilomatrixoma adalah benjolan di belakang kepala yang bersifat non kanker. Pilomatrixoma muncul akibat adanya pengapuran sel di bawah kulit.Pilomatrixoma memiliki tekstur yang keras, dan bisa muncul di bagian wajah, kepala, maupun leher.

10. Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal adalah penyebab benjolan di belakang kepala yang sangat serius, dan harus ditangani segera oleh dokter. Sebab, karsinoma sel basal merupakan tumor kanker yang tumbuh di lapisan terdalam kulit.Benjolan di belakang kepala yang disebabkan oleh karsinoma sel basal memiliki warna merah atau merah muda. Biasanya karsinoma sel basal diakibatkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan.Dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan prosedur operasi dan mengangkat tumor kanker ini.

11. Tumor

Dalam kasus yang harang terjadi, benjolan di belakang kepala bisa disebabkan adanya tumor pada tulang tengkorak. Jenis tumor yang sering muncul adalah chordoma, tumor yang tumbuh dari dasar tulang tengkorak.Gejala yang biasanya muncul seperti, gangguan keseimbangan, kesulitan berjalan, sakit kepala, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran.

Kapan benjolan di kepala harus ditangani dokter?

Benjolan di belakang kepala
Benjolan di belakang kepala
Jangan sesekali meremehkan benjolan di kepala, walaupun berbagai penyebabnya di atas dianggap tidak serius.
Jika benjolan di kepala muncul disertai beberapa gejala ini, segeralah datang ke dokter.
  • Ukurannya yang terus membesar
  • Rasa nyeri luar biasa
  • Nanah atau cairan dari benjolannya
  • Benjolannya terasa hangat ketika disentuh
  • Lapisan kulit yang mengelilinginya berwarna kemerahan
Terlebih lagi, jika benjolan di belakang kepala Anda muncul akibat kecelakaan besar, seperti tabrakan mobil atau motor, hingga terjatuh dari ketinggian, Anda tentu harus segera mengunjungi dokter.

Catatan dari SehatQ:

Berbagai penyebab benjolan di belakang kepala di atas harus diwaspadai. Jangan pernah mencoba mendiagnosis penyebab benjolan di belakang kepala sendiri. Datanglah ke dokter untuk memastikan penyebabnya.Setelah dokter mengetahui penyebab benjolan di belakang kepala Anda, maka pengobatan terbaiknya bisa diberikan.
penyakitbenjoltumorcedera kepala
Healthline. https://www.healthline.com/health/bump-on-back-of-head#causes
Diakses pada 25 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325138#lipoma
Diakses pada 25 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait