Benarkan Susu Protein Bisa Tambah Massa Otot? Ini Penjelasannya

Salah satu varian susu sapi, yaitu susu protein, dianggap dapat meningkatkan massa otot
Ilustrasi susu sapi yang mengandung banyak protein

Anda mungkin familiar dengan iklan susu protein yang mengklaim bisa menambah massa otot sehingga bentuk tubuh menjadi lebih bagus dan atletis. Nah, bagaimana pandangan dunia media mengenai fenomena susu yang satu ini?

Konsumsi protein memang sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan, salah satunya adalah menambah massa otot. Di pasaran, terdapat banyak suplemen protein, salah satunya berbentuk susu sapi yang kaya akan karbohidrat dan asam amino, atau dikenal dengan susu protein.

Susu protein terbukti tingkatkan massa otot

Menurut American College of Sports Medicine, susu protein merupakan pilihan paling tepat bagi Anda yang ingin meningkatkan massa otot. Pernyataan ini didasarkan atas bukti bahwa susu protein memang mampu meningkatkan kekuatan otot dan komposisi tubuh dibanding suplemen lainnya.

Susu protein juga aman dikonsumsi oleh semua usia, termasuk para lanjut usia (lansia) yang komposisi otot mereka telah mengalami banyak degradasi seiring pertambahan usia. Susu protein juga dapat menambah massa otot bagi wanita yang tengah dalam program penurunan berat badan.

Klaim-klaim tersebut didasarkan atas kandungan dua jenis protein di dalam susu sapi, yakni whey dan casein. Penelitian menyatakan kedua jenis protein susu sapi tersebut dapat membantu membentuk otot yang lebih padat sekaligus memperbaiki komposisi tubuh.

Selain itu, American Society for Nutrition menyatakan efek positif dari susu protein ini disebabkan oleh kandungan asam amino bernama leusin di dalamnya. Leusin bersama dengan jenis asam amino lain dapat melakukan sintesis protein di dalam otot sehingga membantu meningkatkan pertumbuhan otot.

Meskipun demikian, susu protein hanya akan memperlihatkan efek baik bagi tubuh Anda ketika dikonsumsi setelah berolahraga. Jenis olahraga yang Anda pilih bisa bermacam-macam, mulai dari latihan resistensi hingga aerobik atau latihan kardio.

Penambahan massa otot dan komposisi tubuh pun tidak bisa terlihat secara instan. Anda biasanya harus mengonsumsi susu protein plus berolahraga rutin selama setiaknya 12-16 minggu sebelum melihat perubahan yang signifikan pada tubuh Anda.

Manfaat lain mengonsumsi susu protein

Bagi Anda yang tidak ingin meningkatkan massa otot atau memiliki tubuh yang atletis, minum susu protein juga tidak ada salahnya. Pasalnya, ia memiliki manfaat yang lain bagi kesehatan, seperti:

  • Menaikkan berat badan

Konsumsi susu protein terbukti dapat menaikkan berat badan karena bertambahnya massa otot. Ini tentu menjadi kabar baik bagi Anda yang terlalu kurus sehingga disarankan untuk minum susu protein tiga kali sehari, yakni sebelum berolahraga, setelah berolahraga, dan sebelum tidur.

  • Menurunkan berat badan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Medicine and Science in Sports and Exercise, konsumsi susu protein oleh wanita terbukti juga dapat membakar lemak lebih cepat sehingga membantu menurunkan berat badan. Kesimpulan penelitian ini didapat setelah mereka minum susu protein sekaligus melakukan latihan resistensi selama 12 minggu.

  • Mengurangi stres oksidatif

Meski berolahraga itu baik bagi tubuh, namun tubuh juga bisa mengalami stres oksdatif ketika terlalu banyak berolahraga. Kandungan taurine, vitamin A, C, dan E dalam susu protein yang dikonsumsi sebelum atau setelah berolahraga terbukti dapat mengurangi efek ini.

  • Meningkatkan stamina

Taurine yang tekandung dalam susu protein juga memiliki efek meningkatkan stamina. Hal ini bisa diperkuat dengan kandungan fruktosa dan glukosa di dalam susu protein yang juga dapat membantu olahragawan seperti pesepeda untuk lebih berstamina dalam menjalani latihannya.

Meski memiliki banyak manfaat, Anda tetap tidak diperbolehkan meminum susu protein secara berlebihan. Susu protein juga tidak cocok dikonsumsi bila Anda memiliki gangguan fungsi ginjal dengan diet khusus makanan/minuman rendah protein karena kandungan tersebut akan memberatkan kerja ginjal Anda.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566799/
Diakses pada 26 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-mass-gainer
Diakses pada 26 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/muscle-milk-side-effects#hard-on-kidneys
Diakses pada 26 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/milk-and-weight-gain
Diakses pada 26 April 2020

Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/milk-protein-superior-for-muscle-growth-3984402
Diakses pada 26 April 2020

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/246784-what-are-the-benefits-of-muscle-milk/
Diakses pada 26 April 2020

Artikel Terkait