Benarkah Virus Corona di Makanan Beku Jadi Sumber Penyebaran Covid-19 Baru?

(0)
Virus corona di makanan beku disebut-sebut dapat menjadi sumber penyebaran baru Covid-19Studi menyebutkan virus corona di makanan beku bisa bertahan 3 minggu
Virus corona telah menjadi wabah yang menyebar ke seluruh penjuru dunia. Bermula dari Wuhan di Tiongkok, SARS-Cov-2 kini sudah menyebar ke berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia. Tidak hanya dapat menular antara satu orang ke orang lainnya, virus corona di makanan beku disebut-sebut menjadi sumber penyebaran baru Covid-19. Lantas, benarkah demikian? 

Studi menyebutkan virus corona dapat bertahan di makanan beku

Sejak akhir Desember 2019 hingga saat ini, para peneliti masih berusaha mengembangkan penelitian seputar virus yang menyebabkan Covid-19, yakni SARS-Cov-2. Mulai dari karakteristik virus corona, gejala coronavirus, penularan dan penyebarannya, hingga apa saja kelemahan dari virus ini. Lebih dari satu juta kasus infeksi tersebar di hampir setiap negara di dunia dan ratusan ribu orang meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah kasus yang terus meningkat tersebut tentu membuat masyarakat semakin waspada dan terus melakukan upaya mencegah risiko penularan virus corona. 
virus corona di makanan beku, salah satunya ikan
Virus corona diyakini dapat bertahan di makanan beku selama 3 minggu
Kini, sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal BioRxiv menemukan bahwa SARS-Cov-2, virus penyebab Covid-19, dapat bertahan hidup di makanan beku, seperti daging, ikan, serta makanan laut lainnya, selama 3 minggu. Penelitian ini dilakukan mengingat adanya sumber cluster baru dari penularan virus corona di negara-negara yang telah berhasil melewati pandemi Covid-19, seperti Vietnam, Selandia Baru, dan sebagian Tiongkok di mana tidak ada kasus Covid-19 baru selama beberapa bulan terakhir. Studi tersebut mencatat adanya virus yang hidup, bukan hanya materi genetik, pada daging yang sebelumnya didinginkan dan dibekukan hingga 3 minggu. Riset ini mengikuti laporan terbaru dari Shenzhen, Tiongkok, yang menemukan materi genetik SARS-Cov-2, bukan virus hidup yang mampu bereplikasi, pada permukaan sayap ayam yang beku. Dalam studi tersebut, para peneliti menginokulasi 500 kotak kecil berisi irisan salmon, ayam, dan daging babi dari supermarket dan diberi tambahan sampel virus corona dengan dosis besar ke dalamnya. Daging-daging ini kemudian disimpan pada 3 jenis temperatur berbeda, yakni 40 derajat Celsius, -200 derajat Celsius, dan -800 derajat Celsius. Setelah daging dicairkan pada berbagai titik waktu (1, 2, 5, 7, 14, dan 21 hari setelah inokulasi), para peneliti menemukan bahwa jumlah virus yang berkembang tetap sama walaupun berada di temperatur yang berbeda selama 3 minggu. 

Benarkah virus corona di makanan beku jadi sumber penyebaran Covid-19 baru? 

Seorang pakar kimia dan biomedis di University of Maine mengemukakan bahwa peluang virus corona di makanan beku menjadi sumber penyebaran Covid-19 baru sebenarnya tergolong sangat rendah. Meski mungkin saja dapat terjadi, tetapi keberadaan virus corona di luar tubuh manusia, termasuk di makanan beku, tidak terlalu stabil.Para ilmuwan pun berpendapat bahwa penularan virus corona di makanan beku yang terkontaminasi sebenarnya bukan menjadi rute infeksi yang utama. Namun, perpindahan barang yang terkontaminasi ke wilayah tanpa infeksi yang berisiko meningkatkan wabah virus corona. Peneliti juga menyebutkan hipotesis bahwa pekerja di pabrik pengolahan daging berpotensi menjadi vektor penyebaran virus, setelah terpapar pada daging yang terinfeksi yang sebelumnya dibekukan di negara lain. Selain itu, kurang higienisnya proses pengemasan daging yang dilakukan oleh para pekerja juga menjadi faktor lain penyebaran virus corona di makanan beku. Misalnya, para pekerja yang berkerumun, tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap, kontak langsung antara satu pekerja dengan pekerja lainnya, hingga kondisi ventilasi yang buruk. Seorang ahli epidemiologi di University of North Carolina juga mengatakan bahwa virus corona kemungkinan tidak dapat bertahan selama waktu pengiriman paket dari satu tempat ke tempat lainnya. Sekalipun makanan beku, pada permukaan semacam itu, Anda akan melihat virusnya mengering, yang membuatnya benar-benar tidak dapat menular. Proses pencairan pun juga disebut-sebut dapat membunuhnya. Ahli epidemiologi tersebut juga mengatakan bahwa kemungkinan, apa yang ditemukan di Tiongkok adalah RNA pada kemasan. Jadi, secara virologi, hal ini tidak dapat menyebarkan penularan virus corona di makanan beku. 

Tetap waspadai penularan virus corona melalui makanan atau kemasan makanan

Beberapa studi memang menyatakan virus SARS-CoV-2 bisa bertahan di permukaan suatu benda. Namun, kecil kemungkinannya untuk membuat seseorang terjangkit jika ia tidak menyentuh mulut, hidung, atau mata, usai memegang permukaan, termasuk makanan beku, yang terkontaminasi.Bahkan, hingga saat ini, Centers for Disease Control and Prevention masih menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah yang dapat menunjukkan penyebaran virus corona melalui makanan, termasuk makanan beku atau yang sudah diolah dengan matang. Begitu pula dengan World Health Organization yang menyatakan bahwa sangat kecil kemungkinan seseorang dapat tertular Covid-19 melalui makanan yang dikonsumsi ataupun kemasan makanan. 
penyebaran virus corona di makanan beku tergolong kecil
Kecil kemungkinan seseorang tertular Covid-19 melalui makanan
Covid-19 dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan (droplet) yang keluar dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi saat bersin, batuk, menguap, mengeluarkan napas, atau berbicara. Ketika Anda menghirupnya, tentu saja Anda bisa terjangkit. Percikan cairan tersebut juga dapat jatuh pada permukaan benda di sekitar Anda, termasuk kemasan makanan atau makanan yang akan dikonsumsi. Nah, saat Anda memegang kemasan makanan atau makanan yang akan dikonsumsi, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka virus dapat masuk ke dalam tubuh.Jadi, dapat dikatakan bahwa Anda mungkin saja terjangkit berbagai virus, termasuk SARS-Cov-2, akibat menyentuh permukaan atau objek yang memiliki virus di atasnya, termasuk makanan beku. Memang cara ini bukan menjadi cara penyebaran virus corona yang utama, tetapi tetap dapat berpeluang menularkan Covid-19. 

Cara aman menyimpan makanan beku agar terhindar dari penularan Covid-19

Agar terhindar dari virus corona di makanan beku, selalu cuci tangan
Selalu cuci tangan saat menyiapkan makanan dan sebelum makan
Risiko penularan virus corona melalui produk makanan atau kemasan makanan memang tergolong sangat rendah atau kecil kemungkinannya terjadi. Akan tetapi, sangat penting untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dalam menyimpan makanan beku atau makanan lainnya agar terhindar dari penularan Covid-19.Berikut adalah cara menyimpan makanan beku dan makanan lainnya dengan aman agar Anda terhindar dari penularan Covid-19:
  • Segera simpan barang-barang belanjaan, seperti makanan beku (daging merah, ayam, makanan laut lain), telur, dan makanan lainnya ke dalam lemari pendingin atau kulkas kurang dari 2 jam sesaat setelah tiba di rumah. Jangan biarkan jenis makanan ini berada di suhu ruangan terlalu lama atau lebih dari 1-2 jam karena dapat terpapar virus atau bakteri. 
  • Jika Anda menggunakan tas sendiri saat berbelanja, segera cuci bersih menggunakan deterjen, lalu keringkan. 
  • Cuci makanan beku serta buah dan sayuran di bawah air mengalir sampai bersih. Jangan mencuci makanan menggunakan sabun, cairan alkohol, desinfektan, atau cairan yang mengandung bahan kimia lainnya.
  • Pastikan Anda selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik saat tiba di rumah setelah berbelanja, setelah menyimpan makanan, serta sebelum mengolah atau menyiapkan makanan. 
  • Penting pula untuk membersihkan peralatan memasak dan makanan sebelum digunakan.
Info lengkap seputar infeksi Covid-19 dan virus corona

Catatan dari SehatQ

Virus corona di makanan beku sejatinya belum terbukti ilmiah menjadi sumber penyebaran Covid-19 yang utama. Akan tetapi, Anda tetap perlu waspada dan senantiasa mencegah diri dengan melakukan protokol kesehatan di atas saat menyimpan dan mengolah makanan beku. 
hidup sehatcoronavirus
Biorxiv. https://www.biorxiv.org/content/10.1101/2020.08.17.255166v1
Diakses pada 24 Agustus 2020
World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/covid-19-and-food-safety-guidance-for-food-businesses
Diakses pada 24 Agustus 2020
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/food-and-COVID-19.html
Diakses pada 24 Agustus 2020
Forbes. https://www.forbes.com/sites/robertglatter/2020/08/23/covid-19-coronavirus-can-survive-on-frozen-meat-and-fish-for-up-to-3-weeks-study-finds/#19a1271e8877
Diakses pada 24 Agustus 2020
Science Alert. https://www.sciencealert.com/can-imported-frozen-foods-really-spread-covid-19-here-s-what-experts-say
Diakses pada 24 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait