Efektivitas vaksin influenza pada kekebalan tubuh pria masih perlu diteliti lebih lanjut
Respons tubuh pria terhadap vaksin influenza berbeda dari wanita

Influenza adalah salah satu penyakit infeksi yang dapat terjadi pada populasi manusia kapan pun dan di mana pun. Itu sebabnya vaksin influenza gencar dikampanyekan untuk meminimalkan penyebaran penyakit influenza.

Di seluruh dunia, 15 juta dari 57 juta kematian tiap tahunnya terjadi karena penyakit menular. Influenza termasuk di dalamnya. Sebagian besar kasus ini terjadi di negara berkembang.

Namun perlu diingat, penyakit influenza berbeda dengan pilek yang selama ini kita kenal. Kedua penyakit ini memiliki perbedaan penyebab dan juga keparahan gejala yang dialami.

Penyebab penyakit influenza adalah virus influenza, sedangkan pilek disebabkan oleh rhinovirus atau respiratory syncytial virus (RSV). Gejala dari kedua penyakit ini walaupun serupa, ternyata lebih parah dan intens influenza dibandingkan dengan pilek biasa.

Menariknya, respons pria dan wanita terhadap virus influenza pun berbeda. Menurut penelitian dari World Health Organization, perempuan cenderung bereaksi lebih optimal dan mengalami efek samping lebih besar dibandingkan dengan pria.

Meski demikian, fase kehamilan seorang perempuan dapat mengubah respons perempuan terhadap vaksin influenza. Flu yang menyerang ibu hamil cenderung lebih buruk dan dampaknya semakin signifikan.

Vaksin influenza pada pria dan wanita

Kekebalan tubuh pria dan wanita bereaksi berbeda terhadap vaksin influenza. Tak hanya itu, berbeda usia, akan berbeda pula reaksinya.

Wanita memiliki respons kekebalan tubuh yang lebih tinggi. Selain itu, secara konsisten wanita juga mengalami reaksi sistemik dan lokal yang lebih parah dibandingkan dengan pria.

Reaksi yang dimaksud dalam penelitian di Australia, Brasil, Finlandia, Belanda, Slovenia, dan Amerika Serikat itu meliputi pembengkakan hingga ruam kemerahan. Reaksi ini muncul dalam kurun waktu 24 jam sejak menerima vaksin.

Lebih jauh lagi, ibu hamil dan wanita berusia di atas 65 tahun akan bereaksi lebih besar lagi terhadap vaksin influenza.

Pengaruh faktor kultural

Hal yang juga tak kalah penting adalah pengaruh faktor kultural pada gender pria dan wanita. Kemungkinan wanita menderita influenza lebih tinggi karena lebih banyak dari mereka yang bekerja di fasilitas kesehatan dan terpapar virus.

Meski demikian, pria memiliki kemungkinan mengalami komplikasi akibat influenza yang menyebabkan kematian. Hal ini pula yang memunculkan istilah “man flu” di dunia medis.

Selain itu, kultur yang juga berkembang adalah wanita cenderung lebih cepat mencari pengobatan ketika mereka terkena influenza. Itu sebabnya pengobatannya pun lebih efektif.

Efektivitas vaksin influenza pada pria dan wanita

Untuk menjawab efektivitas influenza pada pria dan wanita, penelitian di Kanada bisa menjawabnya. Studi ini dilakukan dalam rentang waktu 7 musim penularan flu, mulai dari 2010-2011 hingga 2016-2017.

Hanya pasien yang sudah mendapatkan vaksin influenza dilibatkan dalam penelitian ini.

Hasilnya, lebih sedikit wanita yang positif terkena flu dibandingkan dengan pria, dengan besaran 40% vs 43%. Selain itu, efektivitas vaksin influenza lebih tinggi pada wanita ketimbang pria, yaitu 49% versus 38%.

Namun demikian, reaksi vaksin yang berkaitan dengan jenis kelamin ini masih perlu dipelajari lebih jauh lagi. Saat ini yang berpengaruh pada efektif atau tidaknya vaksin adalah usia dan kesehatan serta apakah virus influenza yang beredar saat itu sesuai dengan vaksin influenza yang diberikan.

Dengan demikian, bukan tidak mungkin suatu hari nanti penanganan virus influenza bisa berbeda pula demi langkah pencegahan yang lebih maksimal.

Immunopaedia. https://www.immunopaedia.org.za/breaking-news/2014-articles/sex-difference-noted-in-response-to-influenza-vaccine/
Diakses pada 12 Juni 2019

Nature. https://www.nature.com/articles/s41598-018-31999-x
Diakses pada 12 Juni 2019

WHO. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44401/9789241500111_eng.pdf;jsessionid=1B7B8B34274E7521356492AFA763B163?sequence=1
Diakses pada 12 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed