Benarkah Telur Bebek Lebih Baik dari Telur Ayam? Ini Penjelasannya

Khasiat telur bebek tidak bisa diragukan lagi bagi kesehatan
Ada varian telur bebek yang sangat mirip dengan telur ayam

Sebagai sumber protein yang sama-sama berasal dari unggas, membandingkan telur bebek dengan telur ayam memang tidak terhindarkan. Ada anggapan yang menyatakan telur bebek lebih unggul dibanding telur ayam, baik dari segi ukuran, rasa, hingga nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Benarkah demikian? Berikut pembahasan yang dapat Anda simak.

Perbandingan nutrisi telur bebek dengan telur ayam

Anda mungkin mengenali telur bebek dari warna cangkangnya yang kebiruan. Namun, perlu diketahui ada pula telur bebek yang memiliki warna cangkang putih karena perbedaan jenis bebek yang menjadi induk dari telur tersebut.

Secara struktur dan komposisi, telur bebek sebetulnya tidak jauh berbeda dengan telur segar dari unggas yang lainnya. Pada satu butir telur bebek terdapat air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dan memiliki komposisi telur berupa 12% cangkang, 52,6% putih telur, dan 35,4% kuning telur.

Hanya saja, karena telur bebek memang berukuran lebih besar dibanding telur ayam, maka kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya juga berbeda. Dibanding telur unggas lainnya yang biasa dikonsumsi manusia (telur ayam maupun telur burung puyuh), telur bebek lebih kaya akan mineral, vitamin B6, asam pantotenat, tiamin, vitamin A, vitamin E, niasin, dan vitamin B12.

Berikut perbandingan beberapa kandungan gizi pada 100 gram telur ayam berbanding 100 gram telur bebek.

  • Kalsium (mg) = 53 dibanding 64
  • Zat besi (mg) = 1,83 dibanding 3,85
  • Magnesium (mg) = 12 dibanding 17
  • Vitamin B6 (mg) = 0,14 dibanding 0,25
  • Vitamin B12 (mkg) = 1,29 dibanding 5,40
  • Vitamin E (mg) = 0,97 dibanding 1,34
  • Vitamin A (IU) = 487 dibanding 674

Meskipun demikian, kandungan gizi tersebut bisa berubah karena dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama makanan, lingkungan, dan keturunan. Bebek yang sering diberi makan dengan pakan yang mengandung karoten akan menghasilkan kuning telur yang kaya akan vitamin A dan ditandai dengan warna kuning yang semakin mencolok.

Selain itu, faktor penyimpanan telur dan lamanya telur berada di luar ruangan setelah menetas juga sangat memengaruhi kualitas telur bebek. Telur bebek segar akan menurun kualitasnya setelah disimpan lebih dari 14 hari pada suhu ruangan, serta bisa ditandai dengan konsistensi putih telur yang lebih encer.

Manfaat telur bebek untuk kesehatan

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang baik bagi tubuh manusia, tidak terkecuali telur bebek. Dalam 100 gram telur bebek, terkandung 12,81 gram protein atau sedikit lebih tinggi dari telur ayam (12,58 gram).

Selain itu, telur bebek juga merupakan sumber makanan yang kaya akan riboflavin, folat, zat besi, fosfor, vitamin B12, dan selenium. Kandungan nutrisi tersebut memberi manfaat telur bebek sebagai berikut:

  • Menurunkan berat badan

Khasiat telur bebek ini bisa dirasakan oleh Anda yang sedang menjalankan diet ketogenik. Selain tinggi akan protein, telur bebek juga rendah karbohidrat sehingga aman dimasukkan dalam menu diet Anda.

  • Menyehatkan sistem saraf

Kandungan kolin pada telur bebek membuat makanan ini dapat membantu sel-sel saraf untuk bekerja lebih efektif.

  • Menyehatkan sel darah merah

Manfaat telur bebek yang ini datang dari vitamin B12 yang diperlukan untuk sintesis DNA di dalam tubuh dan menyehatkan sel darah merah. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan Anda cepat pikun, memiliki keseimbangan tubuh yang buruk, serta sering kelelahan.

  • Menyehatkan kandungan

Khasiat telur bebek ini dikarenakan kandungan selenium di dalamnya. Selenium dapat menormalkan metabolisme hormon di dalam tubuh dan memperbaiki DNA yang rusak sehingga rahim lebih sehat, begitu pula janin di dalam kandungan bila Anda sedang hamil.

Meski khasiat telur bebek cukup banyak, tetap batasi konsumsinya mengingat telur bebek juga tinggi kolesterol. Dalam 100 gram telur bebek, terkandung 884 mg kolesterol atau nyaris dua kali lipat kadar kolesterol pada telur ayam yang hanya 423 mg.

Universitas Muhammadiyah Malang. http://eprints.umm.ac.id/36840/3/jiptummpp-gdl-azizahnurl-51531-3-babii.pdf
Diakses pada 25 Desember 2019

Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id/3326/12/BAB%20II.pdf
Diakses pada 25 Desember 2019

Nutrition Data. https://nutritiondata.self.com/facts/dairy-and-egg-products/126/2#ixzz696hExvKX
Diakses pada 25 Desember 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/338071-the-nutritional-value-of-duck-eggs/
Diakses pada 25 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed