Benarkah Susu untuk Ibu Menyusui Sebabkan Alergi pada Bayi? Ini Penjelasannya

(0)
24 Jul 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Susu untuk ibu menyusui dapat membantu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harianIbu biasanya minum susu untuk ibu menyusui agar dapat memperlancar produksi ASI
Memiliki kualitas dan kuantitas ASI yang baik tentu menjadi keinginan setiap busui, apalagi  ASI sangatlah penting bagi tumbuh kembang si Kecil. Tak heran, jika ibu melakukan berbagai cara untuk mewujudkannya, termasuk dengan mengonsumsi aneka makanan bergizi.Asupan kaya nutrisi memang dapat memperlancar produksi ASI dan meningkatkan kualitasnya. Namun, perlukah mengonsumsi susu untuk ibu menyusui? Sebab sebagian ibu merasa khawatir hal tersebut akan menimbulkan alergi pada bayi.

Perlukah minum susu untuk ibu menyusui?

Sebenarnya, perlu atau tidaknya minum susu untuk ibu menyusui bergantung pada kondisi masing-masing busui. Apabila ibu bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian yang bermanfaat untuk ASI, maka tak perlu lagi mengonsumsi susu ibu menyusui. Akan tetapi, jika vitamin dan mineral harian yang dibutuhkan tak tercukupi dengan baik maka ibu dapat mengonsumsi susu tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ASI. Meski begitu, tidak semua ibu dapat minum susu untuk ibu menyusui, misalnya yang memiliki alergi terhadap susu atau suatu kandungan dalam susu. Hal ini tentu saja membuat Anda harus menghindarinya. Selain itu, sebagian bayi juga peka terhadap protein yang ditemukan dalam susu sapi. Jika bayi memiliki kepekaan tersebut, maka susu sapi yang dikonsumsi busui akan memengaruhi si Kecil. Bayi yang mengalami alergi terhadap susu tersebut mungkin akan menunjukkan gejala, seperti: 
  • Gumoh
  • Kembung
  • Rewel
  • Diare
  • Feses berlendir atau berdarah
  • Refluks
  • Kolik
  • Ruam
  • Gatal-gatal 
Jika bayi mengalami gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter. Banyak dari gejala ini juga dapat disebabkan oleh kondisi lain sehingga cobalah jelaskan pada dokter sedetail mungkin apa yang telah terjadi. Namun, apabila Anda tidak melihat adanya reaksi alergi dalam waktu 2 minggu, maka kemungkinan bayi tidak memiliki kepekaan tersebut. Seiring pertumbuhannya, banyak pula bayi yang dapat mengatasi kepekaan terhadap asupan tertentu.Alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa. Bayi yang alergi terhadap susu sapi bereaksi terhadap protein yang terkandung di dalamnya. Sementara, laktosa merupakan gula dan bukanlah protein. Sangat tak biasa bagi bayi yang baru lahir atau masih kecil untuk peka terhadap laktosa. Umumnya, intoleransi laktosa dialami oleh anak-anak yang sudah lebih besar atau orang dewasa.

Jika bayi alergi terhadap susu untuk ibu menyusui yang Anda konsumsi

Anda tak perlu berhenti menyusui meski si Kecil diduga alergi terhadap susu untuk ibu menyusui yang Anda konsumsi. Jika gejala yang bayi tunjukkan ringan, maka Anda hanya perlu berhenti mengonsumsi susu tersebut bersama dengan produk susu lain, seperti keju dan yogurtAkan tetapi, apabila gejala alergi bayi parah, dokter akan menganjurkan Anda untuk tidak mengonsumsi apa pun yang mengandung susu sapi. Ketika berhenti mengonsumsinya, Anda mungkin akan melihat kondisi bayi mulai membaik dalam beberapa hari. Bahkan dapat pula memakan waktu 2-3 minggu untuk benar-benar pulih. Namun, jika setelah 2 minggu Anda melakukan diet bebas susu, kondisi bayi tak juga membaik dan masih menunjukkan gejala alergi, maka susu untuk ibu menyusui yang Anda minum mungkin bukan penyebabnya. Alergen lain atau kondisi medis lain bisa menjadi penyebab masalah tersebut. Sementara, jika Anda ingin menambahkan kembali susu sapi ke dalam asupan Anda untuk diperkenalkan kembali pada bayi, maka Anda harus melakukannya dengan hati-hati. Cobalah setiap beberapa minggu sekali. Seiring bertambahnya usia bayi, mungkin tubuhnya akan semakin bisa menoleransi. Akan tetapi, diskusikanlah pada dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanan bayi. Jangan sampai keliru dan malah akan membahayakan si Kecil.
menyusuimakanan ibu menyusuiibu menyusuisusu
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/breastfeeding-and-infant-milk-allergies-4064997
Diakses pada 09 Juli 2020
The Bump. https://www.thebump.com/a/if-i-drink-milk-can-it-make-my-baby-gassy
Diakses pada 09 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait