Salah satu cara mencegah herpes kelamin pria adalah melakukan sunat
Gejala awal herpes kelamin pria adalah perasaan gatal dan panas di sekitar kelamin secara terus-menerus.

Kasus herpes kelamin sebenarnya lebih banyak terjadi pada wanita ketimbang pada pria. Lalu bagaimana herpes kelamin pada pria dapat terjadi?

Herpes kelamin disebabkan virus Herpes Simpleks (HSV) 1 dan 2. Herpes kelamin yang disebabkan virus HSV 2 terjadi lewat hubungan seksual sedangkan yang disebabkan virus HSV 1 terjadi akibat hubungan seksual oral.

[[artikel-terkait]]

Bagaimana penularan herpes kelamin pria terjadi?

Seperti disebutkan sebelumnya wanita lebih sering mengalami herpes kelamin dibandingkan pria karena virusnya lebih gampang ditularkan dari pria ke wanita dibandingkan dari wanita ke pria selama hubungan seksual.

Penularan herpes kelamin pria sama dengan cara penularan herpes kelamin pada wanita, yaitu:

  • melalui hubungan seksual kelamin dengan kelamin yang tidak terproteksi
  • melalui hubungan seksual mulut dengan kelamin

Seseorang yang memiliki banyak partner seksual lebih rentan mengalami herpes kelamin.

Gejala herpes kelamin pria

Gejala awal herpes kelamin adalah perasaan gatal atau panas di sekitar kelamin yang terus-menerus selama satu hari.

Selain itu, penderitanya juga dapat merasa sakit kepala, demam, mudah lelah, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.  

Luka kecil dapat terjadi pada kelamin 2 hari sampai 3 minggu sejak tertular melalui hubungan seksual. Luka ini terbuka sehingga menimbulkan rasa nyeri. Luka ini lama kelamaan akan menjadi koreng dan sembuh dalam beberapa minggu.

Walaupun terlihat ringan dan dapat sembuh sendiri, namun sebenarnya herpes kelamin ini dapat berulang kali kambuh dan mengganggu. Pria lebih sering mengalami kekambuhan herpes kelamin dibandingkan wanita.

Hal yang memicu kambuhnya kembali herpes kelamin adalah daya tahan tubuh yang melemah, stres psikis, paparan sinar matahari berlebihan, dan kelelahan.

Karena sering kambuh, herpes kelamin menyebabkan stres psikis, yaitu kecemasan, memengaruhi kepercayaan diri penderitanya, dan membuat penderitanya seringkali takut berhubungan intim.

Benarkah sunat dapat mencegah herpes kelamin pria?

Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa sunat dapat menurunkan risiko herpes kelamin pria sebesar 25% dibandingkan pria yang tidak disunat.

Sunat juga menurunkan resiko pria mengalami infeksi menular seksual lain, seperti virus HPV dan HIV.

Kulit berlebih pada kelamin pria dapat menyebabkan virus lebih gampang masuk dan bersembunyi di dalam tubuh saat berhubungan seksual. Dengan sunat, kulit berlebih pada kelamin pria ini dibuang sehingga virus tidak mudah masuk.  

Perlu diketahui, hasil penelitian ini untuk pria penyuka lawan jenis, sedangkan pada pria penyuka sesama jenis sunat tidak terbukti dapat menurunkan resiko infeksi menular seksual.

Herpes kelamin pria memang lebih jarang terjadi dibandingkan herpes kelamin pada wanita, namun bila pria sampai mengalami herpes genital akan sangat mengganggu karena herpes kelamin yang terjadi pada pria berisiko sering kambuh.

Sunat terbukti sebagai salah satu cara pencegahan yang ampuh untuk herpes kelamin pria. Walau demikian, tetap dianjurkan melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom.

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-herpes/symptoms-causes/syc-20356161
Diakses pada 10 Mei 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus
Diakses pada 10 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323934.php
Diakses pada 10 Mei 2019

UptoDate. https://www.uptodate.com/contents/genital-herpes-beyond-the-basics
Diakses pada 10 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/genital-herpes/common-symptoms#1
https://www.webmd.com/genital-herpes/qa/how-serious-of-a-health-problem-are-the-symptoms-of-genital-herpes
https://www.webmd.com/men/news/20090325/circumcision-cuts-stds#1
https://www.webmd.com/genital-herpes/guide/genital-herpes-basics#1
Diakses pada 10 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed