logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Benarkah Sparkling Water Berbahaya untuk Gigi dan Tulang?

open-summary

Minuman bening belum tentu air putih. Ada banyak jenis lainnya yang semakin populer, utamanya minuman berkarbonasi seperti sparkling water, seltzer, soda, dan tonic water. Perbedaan utamanya ada pada proses pembuatan dan substansi yang ditambahkan sehingga menghasilkan rasa yang berbeda.


close-summary

3

(2)

3 Mei 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sparkling water berbeda dari soda

Meski keduanya memiliki gelembung, sparkling water berbeda dari soda

Table of Content

  • Beda sparkling water dan soda
  • Adakah bahaya sparkling water?
  • Bisakah menjadi pengganti air biasa?

Minuman bening belum tentu air putih. Ada banyak jenis lainnya yang semakin populer, utamanya minuman berkarbonasi seperti sparkling water, seltzer, soda, dan tonic water. Perbedaan utamanya ada pada proses pembuatan dan substansi yang ditambahkan sehingga menghasilkan rasa yang berbeda.

Advertisement

Sparkling water adalah air yang melalui proses karbonasi alami. Gelembung kecil yang ada dalam sparkling water datang dari sumber air yang mengalami karbonasi alami. Di dalamnya, ada kandungan mineral seperti sodium, magnesium, dan kalsium.

Beda sparkling water dan soda

Kandungan mineral dalam sparkling water membuat rasanya bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama berlabel sparkling water. Berbeda merek, bisa berbeda pula rasa yang ditawarkan.

Perbedaan utama sparkling water dengan soda adalah proses pembuatannya. Jika sparkling water terbuat dari proses karbonasi alami, namun soda adalah air yang diberi injeksi gas karbon dioksida.

Selain itu, ada beberapa jenis mineral lain yang ditambahkan dalam soda seperti potasium sulfat, sodium klorida, disodium fosfat, dan sodium bikarbonat.

Kandungan mineral yang ditambahkan dalam soda bergantung pada merek dan produsennya. Umumnya, tambahan mineral dan karbon dioksida ini membuat rasa soda lebih gurih ketimbang sparkling water.

Minuman berkarbonasi seperti sparkling water, soda, seltzer, atau tonic mengandung sedikit sekali nutrisi. Jika ada mineral seperti sodium, kalsium, dan magnesium pun kandungannya sangat sedikit.

Baca Juga

  • Apakah Kalori Air Putih Bisa Menambah Berat Badan?
  • Apa Sih Manfaat pH Tubuh Seimbang Selama Puasa?
  • Mengapa Efek Radiasi Nuklir Berbahaya Bagi Tubuh?

Adakah bahaya sparkling water?

Di dalam minuman berkarbonasi seperti sparkling water, karbon dioksida dan air akan bereaksi secara kimia menghasilkan asam karbonat. Jenis asam ini dapat memberi stimulus pada reseptor saraf di mulut seseorang.

Akibatnya, muncul sensasi menggelitik dan sedikit panas di mulut saat mengonsumsi minuman seperti sparkling water. Terlebih, kadar pH minuman berkarbonasi sekitar 3-4 sehingga sifatnya sedikit asam.

Beberapa kekhawatiran dari mengonsumsi sparkling water terhadap kesehatan di antaranya:

  • Merusak gigi

Salah satu kekhawatiran bahaya dari konsumsi sparkling water adalah dampaknya pada enamel gigi yang langsung terpapar asam. Belum banyak penelitian seputar hal ini, namun menurut sebuah studi sparkling water hanya akan sedikit merusak enamel gigi. Jenis minuman yang lebih merusak enamel gigi adalah yang mengandung tambahan pemanis.

  • Mengganggu pH alami tubuh

Mengingat rata-rata kadar pH minuman berkarbonasi adalah 3-4, ada kekhawatiran bahwa pH asam ini akan berdampak pada tubuh. Nyatanya, ginjal dan paru-paru akan membuang kelebihan karbon dioksida agar tubuh berada pada kadar pH 7,35-7,45 terlepas dari apa yang baru dikonsumsi.

  • Mengurangi kepadatan tulang

Mitos lain yang juga kerap berkembang seputar minuman berkarbonasi adalah dapat mengurangi kepadatan tulang dan kadar kalsium dalam tubuh. Faktanya, dalam sebuah penelitian seseorang bisa mengalami kepadatan tulang rendah jika terbiasa mengonsumsi soda, bukan sparkling water.

Bisakah menjadi pengganti air biasa?

Pada dasarnya, sparkling water sama seperti air biasa hanya saja dengan proses karbonasi alami dalam proses pembuatannya. Tidak masalah mengganti air mineral biasa dengan sparkling water karena sifatnya sama. Akan menjadi masalah apabila sparkling water diberi tambahan gula atau garam.

Bahkan, sparkling water terbukti memiliki beberapa manfaat seperti mengatasi konstipasi, membuat rasa kenyang lebih lama, dan menstimulus saraf yang bertugas untuk menelan makanan.

Banyak orang memilih sparkling water ketimbang air mineral biasa karena sensasi yang muncul saat diminum. Terlebih, tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung mitos seputar bahaya sparkling water seperti merusak enamel gigi atau kepadatan tulang.

Justru, lebih berbahaya terbiasa mengonsumsi minuman manis atau bersoda ketimbang sparkling water. Jika itu masih menjadi kebiasaan buruk hingga kini, mungkin sparkling water bisa jadi alternatif yang lebih sehat.

Advertisement

minuman tidak sehathidup sehatpola hidup sehat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved