Gatal dan ruam pada kulit bisa jadi tanda infeksi cacing dalam tubuh
Ciri-ciri orang cacingan adalah munculnya rasa gatal dan ruam di kulit

Platform media sosial Instagram sedang ramai dengan filter Game Face di Instagram Story. Seperti halnya permainan Flappy Bird, penggunanya hanya perlu berkedip untuk membuat burung bisa melewati pipa-pipa. Banyak yang menyebut bahwa sering berkedip mirip seperti ciri-ciri orang cacingan. 

Benarkah orang cacingan kerap dihubungkan dengan frekuensi berkedip yang lebih sering? SehatQ akan mengulasnya dalam artikel kali ini.

Apa ciri-ciri orang cacingan?

Ketika terinfeksi, ciri-ciri orang cacingan adalah mengalami ruam dan gatal di kulit. Ini adalah tanda infeksi yang paling awal. Ketika rasa gatal ini terjadi, bisa jadi larva tengah masuk ke dalam kulit.

Bagi orang-orang yang terinfeksi cacingan di tahap ringan, tidak akan ada gejala yang berarti.

Meski demikian, ciri-ciri orang cacingan yang infeksinya cukup parah bisa lebih signifikan, seperti:

  • Demam
  • Sakit perut hingga diare
  • Turun berat badan
  • Tidak nafsu makan
  • Mudah lelah dan lesu
  • Anemia atau kurang gizi
  • Ketika anemia semakin parah, bisa memicu gagal jantung 

Bagaimana dengan anak-anak? Salah satu ciri-ciri cacingan pada anak-anak adalah ketika pertumbuhan mereka tidak maksimal sesuai dengan usianya.

Lalu adakah hubungannya dengan frekuensi mengedip yang berlebihan? Rupanya, tidak ada hubungannya dengan ciri-ciri infeksi parasit penyebab cacingan. Excessive blinking bisa disebabkan gangguan refraksi pada mata hingga faktor kebiasaan.

Memahami apa itu cacingan

Parasit yang menginfeksi penderita cacingan disebut hookworm. Larva dan cacing dewasa seperti Ancylostoma duodenale dan Necator americanus ada dalam tubuh manusia, tepatnya di usus halus. Sebagai informasi, jenis Ancylostoma duodenale tidak ada di Indonesia

Telur hookworm bisa menyebar lewat feses orang yang telah terinfeksi. Contohnya apabila seseorang buang air besar di ruang terbuka atau fesesnya mengendap di tanah yang dijadikan penyubur tanaman.

Ketika telur ini menetas, larvanya berpeluang masuk ke kulit manusia. Penularan cacingan terutama terjadi apabila seseorang berjalan di tanah terkontaminasi tanpa alas kaki.

Siapa yang rentan mengalaminya?

Dari definisi di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa orang yang rentan mengalaminya adalah mereka yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk. Penduduk yang tinggal di negara beriklim hangat dan lembap juga bisa mengalami cacingan.

Selain itu, orang yang kerap tidak beralas kaki ketika menginjak tanah yang telah terkontaminasi juga rentan mengalami cacingan. 

Hal yang sama berlaku bagi anak-anak yang kontak langsung dengan tanah terkontaminasi.

Bagaimana mengatasi dan mencegah cacingan?

Ada beberapa medikasi yang akan diberikan dokter pada penderita cacingan. Obat-obatan yang diberikan bersifat anti-parasit. Sementara bagi pasien yang juga mengalami anemia, mereka perlu suplemen zat besi.

Selain itu, tak kalah penting untuk membekali diri dengan langkah-langkah pencegahan, di antaranya:

  • Menggunakan sepatu saat berada di tanah dengan risiko kontaminasi tinggi
  • Gunakan alas saat duduk di tanah
  • Cuci bersih sayur dan buah-buahan sebelum dikonsumsi
  • Mengenakan sepatu dan sarung tangan saat berkebun

Menarik benang merah dari rentannya manusia terinfeksi parasit yang mengakibatkan cacingan, sangat krusial untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan baik. 

Tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga menjaga keluarga dari kemungkinan kontaminasi parasit hookworm.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313077.php
Diakses pada 30 Mei 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/parasites/hookworm/gen_info/faqs.html
Diakses pada 30 Mei 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2268732/
Diakses pada 30 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed