logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Sawan pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

open-summary

Sawan pada bayi adalah kondisi perubahan perilaku bayi yang tidak seperti biasanya atau mendadak sakit tanpa alasan yang jelas. Bayi yang terkena sawan dapat menangis secara berlebihan, terutama di sore atau malam hari.


close-summary

3.43

(35)

27 Mei 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sawan pada bayi ditandai dengan bayi menangis kencang pada sore hingga malam

Sawan pada bayi mengakibatkan si Kecil menangis tanpa henti lebih dari tiga jam

Table of Content

  • Apa itu sawan pada bayi?
  • Apa penyebab sawan pada bayi?
  • Cara mengatasi sawan pada bayi
  • Catatan dari SehatQ

Sawan adalah penyakit pada bayi yang kerap dikaitkan dengan mitos tertentu. Contohnya, ada ungkapan seperti, “Jangan membawa bayi melayat, nanti bisa kena sawan.”

Advertisement

Sebagian masyarakat percaya bahwa kondisi ini terjadi akibat diganggu makhluk halus atau karena Si Ibu melanggar mitos yang berlaku.

Sawan pada bayi dapat menyebabkan mereka sangat rewel, menangis tanpa henti, bahkan tidak mau diberi susu. Kondisi ini tentu saja bisa membuat orangtua merasa khawatir dan kebingungan untuk menenangkannya.

Apa itu sawan pada bayi?

no caption
Bayi menangis berlebihan merupakan tanda sawan

Meski kerap dikaitkan dengan mitos, faktanya kondisi ini punya penjelasan medis. Sawan adalah suatu kondisi saat bayi mengalami perubahan perilaku yang tidak seperti biasanya atau mendadak sakit tanpa alasan yang jelas.

Bayi yang terkena sawan dapat ditandai dengan:

  • Menangis secara berlebihan terutama di sore atau malam hari.
  • Tangisan sangat keras lebih dari biasanya.
  • Tampak kesakitan dan tak nyaman.
  • Gumoh.
  • Mengepalkan jari-jari.
  • Menarik kaki.
  • Wajah memerah
  • Melengkungkan punggung.
  • Kejang tiba tiba disertai demam.

Baca Juga

  • Begini Perkembangan Mata Bayi yang Sehat dari Baru Lahir hingga 1 Tahun Pertamanya
  • Berbagai Tanda Bayi Kurang ASI dan Cara Mengatasinya
  • Anak Mengalami Kejang Otot pada Rahang? Waspadai Ciri-ciri Tetanus!

Menurut Standford's Childern Health, kondisi ini bisa juga diartikan sebagai kejang epilepsi.

Kejang terjadi ketika satu atau lebih bagian otak mengalami ledakan sinyal listrik abnormal yang mengganggu sinyal normal otak. Apa pun yang mengganggu koneksi normal antara sel saraf di otak dapat menyebabkan kejang.

Sawan pada bayi dapat terjadi pada bulan-bulan awal kelahirannya. Namun, secara signifikan akan menghilang sendiri seiring bertambahnya usia. 

Meskipun begitu, sebagian bayi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama.

Apa penyebab sawan pada bayi?

no caption
Sawan bisa terjadi akibat adanya masalah genetik

Menurut mitos, fenomena ini terjadi karena ibu mengonsumsi kambing saat menyusui atau bayi dibawa menghadiri acara pernikahan maupun pemakaman sehingga “ketempelan” makhluk halus.

Padahal, menurut penelitian yang terbit pada jurnal Korean Journal of Pediatricsmasalah ini bisa terjadi akibat faktor genetik dan lingkungan. 

Sementara itu, faktor yang meningkatkan risiko sawan adalah riwayat gangguan yang diturunkan dan keterlambatan perkembangan bayi.

Jika sawan kambuh lagi, hal ini terjadi akibat adanya faktor risiko berupa riwayat genetik dari keluarga, pernah demam dan kejang saat berusia di bawah 18 bulan, atau demam hingga suhu tubuhnya mencapai 38-38,9 derajat Celcius.

Selain itu, berbagai kondisi berikut juga dapat menjadi penyebabnya.

1. Kolik

no caption
Masalah pencernaan kolik juga menyebabkan sawan

Kolik adalah kondisi saat bayi tidak henti-henti menangis lebih dari tiga jam selama tiga hari berturut-turut meski mereka sehat dan kenyang. 

Saat kolik, bayi akan menangis berteriak atau tampak kesakitan. Mereka juga menangis tanpa alasan yang jelas, tidak seperti menangis untuk mengekspresikan rasa lapar atau ingin ganti popok.

Selain itu, tubuh si kecil tegang sehingga mereka melengkungkan punggung dan mengepalkan tangan. Tidak jarang, wajahnya juga memerah.

Berikut adalah beberapa kemungkinanpenyebab kolik pada bayi:

  • Sistem pencernaan yang belum sempurna sehingga rentan bermasalah
  • Sensitivitas terhadap cahaya atau kebisingan
  • Terlalu banyak stimulasi
  • Perubahan bakteri normal sistem pencernaan
  • Intoleransi laktosa
  • Hormon yang menyebabkan sakit perut atau suasana hati rewel
  • Sistem saraf yang masih belum berkembang sempurna.

Kolik biasanya memuncak saat bayi berusia 6 minggu, tetapi menurun setelah usianya 3-4 bulan. 

Kondisi ini sering kali terjadi di malam hari sehingga bisa membuat orangtua merasa frustrasi karena si kecil sulit ditenangkan. 

2. Kejang demam

no caption
Demam tinggi menyebabkan kejang sehingga bayi alami sawan

Kejang demam terjadi karena adanya gangguan aktivitas listrik otak yang dipicu oleh demam. Ketika si kecil mengalami demam tinggi hingga 41 derajat Celcius, Anda harus waspada.

Otak bayi yang belum sempurna bisa bereaksi terhadap perubahan suhu tubuh yang mendadak. Hal ini bisa menyebabkan mereka mengalami kejang demam.

Kondisi ini dapat terjadi pada anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun. Namun, paling sering dialami oleh balita usia 12-18 bulan. 

Kejang demam biasanya berlangsung selama beberapa menit, lalu berhenti dengan sendirinya. Berbeda dengan kolik, kondisi ini dapat menyebabkan tubuh bayi menjadi kaku, mata mendelik, lidah tergigit, bahkan mulut berbusa.

Walaupun terlihat serius, kejang demam umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan lain. Berikut adalah dua jenis kejang demam yang dapat terjadi pada anak.

  • Kejang demam sederhana

Kejang demam sederhana adalah jenis yang paling sering terjadi. Kondisi yang biasanya berlangsung selama beberapa menit ini dapat menyebabkan tubuh anak tegang, mata berputar, tidak sadarkan diri, hingga muntah atau buang air kecil.

  • Kejang demam kompleks

Kejang demam kompleks adalah kondisi kejang yang berlangsung lebih dari 10 menit, terjadi lebih dari sekali dalam 24 jam, dan melibatkan gerakan hanya pada satu bagian atau satu sisi tubuh anak.

Cara mengatasi sawan pada bayi

no caption
Skin-to-skin contact mampu tenangkan bayi sawan

Ketika bayi sawan, tidak sedikit orangtua yang kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa. 

Cara menghilangkan sawan pada bayi dapat dilakukan berdasarkan penyebabnya. Jika disebabkan kolik, berikut adalah beberapa cara menenangkannya.

  • Menyusui secara teratur
  • Mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk atau berbaring
  • Mengusap atau mengelusnya
  • Memberi dot
  • Melakukan skin-to-skin atau membedong bayi
  • Membawanya berjalan-jalan.

Sementara itu, jika sawan terjadi karena kejang demam, Anda harus lebih sigap. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan langkah-langkah berikut sebagai cara mengatasi demam yang menyebabkan kejang:

  • Baringkan bayi dengan aman di atas lantai. Pastikan jika tidak ada benda keras maupun tajam di sekitarnya.
  • Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak, seperti sendok atau jari tangan, karena berisiko menyebabkan terhambatnya jalan napas.
  • Longgarkan pakaian atau apa pun yang ketat, misalnya buka kancing baju bayi berkerah tinggi yang bisa mencekiknya.
  • Posisikan tubuh bayi miring untuk mencegahnya tersedak air liur yang dapat menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.
  • Jangan memberi makanan atau minuman apa pun sampai mereka sadarkan diri.
  • Jangan menahan gerakan atau menghentikan kejang anak dengan paksa karena berisiko menyebabkan patah tulang.
  • Segera cari bantuan darurat medis agar si kecil mendapatkan penanganan segera.

Catatan dari SehatQ

Sawan artinya kondisi bayi menangis kencang di sore atau malam hari, kejang, wajah kemerahan, muntah, dan melengkungkan tubuhnya. Kondisi ini sering dikaitkan dengan mitos tertentu.

Padahal, sawan erat kaitannya dengan kejang demam dan kolik. Cara mengatasinya adalah dengan menenangkannya, seperti memberi sentuhan lembut, menyusui, melakukan skin-to-skin, dan menjauhkannya dari hal-hal yang berbahaya.

Jika Anda melihat si kecil mengalami tanda-tanda sawan, segera hubungi dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Jangan lupa untuk bawa ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

kolik pada bayibayi menangiskejang demambayi baru lahir

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved