Sawan pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya


Sawan pada bayi kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Padahal, hal ini bisa juga diartikan sebagai kejang epilepsi. Kejang terjadi ketika satu atau lebih bagian otak mengalami ledakan sinyal listrik abnormal yang mengganggu sinyal normal otak.

(0)
04 Jun 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sawan pada bayi ditandai dengan bayi menangis kencang pada sore hingga malamSawan pada bayi mengakibatkan si Kecil menangis tanpa henti lebih dari tiga jam
Sawan adalah penyakit pada bayi yang kerap dikaitkan dengan mitos tertentu. Contohnya, ada anggapan seperti, “Jangan membawa bayi melayat, nanti bisa kena sawan”.Sebagian besar masyarakat percaya bahwa sawan pada bayi terjadi akibat diganggu makhluk halus atau karena Si Ibu melanggar mitos yang berlaku.Ketika terkena sawan, bayi akan sangat rewel, menangis tanpa henti, bahkan tak mau diberi susu. Hal ini tentu saja bisa membuat orang tua merasa khawatir dan kebingungan untuk menenangkannya.

Apa itu sawan pada bayi?

Bayi menangis berlebihan merupakan tanda sawan
Sebelum menjawab pertanyaan mengenai apa itu sawan, perlu diingat, meski kerap dikaitkan dengan mitos, faktanya, penyakit ini memiliki penjelasan medis. Sawan adalah suatu kondisi saat bayi mengalami perubahan perilaku yang tak seperti biasanya atau mendadak sakit tanpa alasan yang jelas.Bayi yang terkena sawan dapat ditandai dengan:
  • Menangis secara berlebihan terutama di sore atau malam hari.
  • Tangisan sangat keras lebih dari biasanya.
  • Tampak kesakitan dan tak nyaman.
  • Gumoh.
  • Mengepalkan jari-jari.
  • Menarik kaki.
  • Wajah memerah
  • Melengkungkan punggung.
  • Kejang tiba tiba disertai demam.
Menurut Standford's Childern Health, penyakit ini bisa juga diartikan sebagai kejang epilepsi. Kejang terjadi ketika satu atau lebih bagian otak mengalami ledakan sinyal listrik abnormal yang mengganggu sinyal normal otak. Apa pun yang mengganggu koneksi normal antara sel saraf di otak dapat menyebabkan kejang.Sawan pada bayi dapat terjadi pada bulan-bulan awal kelahirannya. Namun, secara signifikan akan menghilang sendiri seiring bertambahnya usia. Meski begitu, sebagian bayi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama, bahkan hingga anak-anak. 

Apa penyebab sawan pada bayi?

Sawan bisa terjadi akibat adanya masalah genetik
Menurut mitos, fenomena sakit ini terjadi karena ibu mengonsumsi kambing saat menyusui atau bayi dibawa menghadiri acara pernikahan maupun pemakaman sehingga “ketempelan” makhluk halus.Padahal, menurut penelitian yang terbit pada jurnal Korean Journal of Pediatrics, sawan bisa terjadi akibat faktor genetik dan lingkungan. Sementara itu, faktor yang meningkatkan risiko sawan adalah riwayat gangguan yang diturunkan dan keterlambatan perkembangan bayi.Jika sawan kambuh lagi, hal ini terjadi akibat adanya faktor risiko berupa riwayat genetik dari keluarga, pernah demam dan kejang saat berusia di bawah 18 bulan, dan demam hingga suhu tubuh mencapai angka 38-38,9 derajat Celcius.Selain itu, penyebab sawan pada bayi dapat dipicu oleh kondisi berikut:

1. Kolik

Masalah pencernaan kolik juga menyebabkan sawan
Kolik adalah suatu kondisi saat buah hati tak henti-henti menangis lebih dari tiga jam selama tiga hari berturut-turut meski ia sehat dan kenyang. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi mengalami sawan.Terdapat beberapa kemungkinan penyebab kolik pada bayi, antara lain:
  • Sistem pencernaan yang belum sempurna sehingga rentan bermasalah.
  • Sensitivitas terhadap cahaya atau kebisingan.
  • Terlalu banyak stimulasi.
  • Perubahan bakteri normal sistem pencernaan.
  • Intoleransi laktosa.
  • Hormon yang menyebabkan sakit perut atau suasana hati rewel.
  • Sistem saraf yang masih belum berkembang sempurna.

2. Kejang demam

Demam tinggi menyebabkan kejang sehingga bayi alami sawan
Kejang demam terjadi karena adanya gangguan aktivitas listrik otak yang dipicu oleh demam. Ketika Si Kecil mengalami demam tinggi hingga 41 derajat Celcius, Anda harus waspada.Otak bayi yang belum sempurna bisa bereaksi terhadap perubahan suhu tubuh yang mendadak. Hal ini bisa menyebabkan Si Kecil terkena kejang demam. Namun, berbeda dengan kolik, tubuh bayi dapat menjadi kaku, mata mendelik, lidah tergigit, bahkan mulutnya berbusa. 

Cara mengatasi sawan pada bayi

Skin-to-skin contact mampu tenangkan bayi sawan
Ketika bayi mengalami sawan, mungkin Anda sebagai orang tua akan kebingungan harus melakukan apa. Cara menghilangkan sawan pada bayi harus dilakukan berdasarkan penyebabnya. Jika bayi mengalami sawan karena kolik, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan Anda untuk menenangkannya dengan cara:
  • Menyusui secara teratur.
  • Mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk atau berbaring.
  • Mengusap atau mengelusnya.
  • Memberi dot.
  • Melakukan skin-to-skin, membedong bayi
  • Membawanya berjalan-jalan.
Sementara, jika sawan terjadi karena kejang demam, Anda harus bersikap lebih sigap karena kondisi ini bisa berbahaya. Adapun yang harus Anda lakukan sebagai cara mengatasi demam yang menyebabkan kejang adalah:
  • Baringkan bayi dengan aman di atas lantai. Pastikan jika tak ada benda keras maupun tajam di sekitarnya
  • Longgarkan apapun yang ketat yang dipakai oleh bayi, misal bukalah kancing baju bayi berkerah tinggi yang bisa mencekiknya.
  • Posisikan tubuh bayi miring untuk mencegahnya tersedak air liur yang dapat menghalangi masuknya oksigen ke dalam tubuh.
  • Jangan memberi makanan atau minuman apa pun.
  • Segera cari bantuan darurat medis agar si Kecil mendapat penanganan dengan cepat.

Catatan dari SehatQ

Sawan adalah penyakit bayi yang ditandai dengan menangis kencang di sore atau malam hari, kejang, wajah kemerahan, muntah, dan melengkungkan tubuhnya. Penyakit ini sering dikaitkan dengan mitos tertentu.Padahal, fenomena ini erat kaitannya dengan kejang demam dan kolik. Cara mengatasi sawan yang bisa Anda lakukan adalah dengan menenangkannya, seperti memberi sentuhan lembut, menyusui, melakukan skin-to-skin, dan mencari tempat yang luas dan menjauhkan dari hal-hal yang menyesakkan buah hati.Jika Anda melihat Si Kecil mengalami tanda-tanda sawan, segera hubungi dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Jangan lupa untuk bawa ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kolik pada bayibayi menangiskejang demambayi baru lahir
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_colic-symptoms-causes-and-tips-for-soothing-your-baby_77.bc
Diakses pada 22 Mei 2020
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-colic#1
Diakses pada 22 Mei 2020
Hie Help Center. https://hiehelpcenter.org/2017/07/24/frequently-asked-questions-infant-seizures/
Diakses pada 22 Mei 2020
Standford's Childern Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=seizures-and-epilepsy-in-children-90-P02621
Diakses pada 11 September 2020
Korean Journal of Pediatrics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4198953/
Diakses pada 22 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait